in

MENGENAL PASAR DAN MASYARAKAT DIGITAL INDONESIA

Revolusi Industri 4.0 telah membawa perubahan signifikan terhadap  berbagai sendi kehidupan  manusia. Perusahaan-perusahaan berlomba-lomba melakukan inovasi untuk memenangkan persaingan pasar.

Inovasi yang dilakukan diantaranya dilakukan dengan strategi transformasi digital,  melakukan perubahan menyeluruh atas setiap proses, kompetensi, dan model bisnis dengan implementasi teknologi digital.

Inovasi telah masif menjalar ke seluruh lini kehidupan, salah satunya melalui digitalisasi,  ciri-cirinya antara lain, berlakunya vertical networking, jaringan sudah tidak lagi memiliki sekat-sekat atau hierarki.

Diikuti horizontal integration sebagai bentuk kongkrit kolaborasi yang lebih mengedepankan output, melahirkan fenomena baru dengan semakin masifnya konsep-konsep sharing economy, internet of things, e-commerce, finansial technology, artificial intelligence dalam berbagai bidang kehidupan, utamanya persaingan ekonomi.

Dampak perdagangan online

Perkembangan Perdagangan

Jaman dulu kita harus membeli barang atau kebutuhan dengan mendatangin pasar atau toko, di tahun 2009 kita bisa berdagang melalui sosial media seperti facebook dan instagram. Beberapa tahun kemudian 2012 kita dapat berdagang melalui Marketplace.

Era pedangan online ini seperti Marketplace dan sosial media memberikan beberapa dampak yang signifikan, apa saja dampak yang diberikan ? berikut  dampak-dampak perdagangan online :

    financial benefits. Memberi manfaat ekonomi yang dahsyat bagi ekonomi suatu bangsa, misalnya Indonesia sebagai pasar terbesar untuk e-commerce di Asia Tenggara. Nilainya saat ini kurang lebih 2,5 milyar dollar dan diprediksi akan menjadi 20 milyar dollar di tahun 2022.job creation. Diperkirakan akan ada 26 juta pekerjaan baru di tahun 2022 akibat dari ekonomi digital ini yang kebanyakan dipengaruhi oleh perkembangan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Agaknya ini juga yang membuat Jack Ma membuat strategi agar Alibaba fokus pada UMKM di China.buyer benefits. Ini bisa dilihat dari harga-harga di marketplace e-commerce yang biasanya lebih murah dari offline. social equality. Ekonomi digital telah berdampak terhadap kesetaraan gender, inklusi layanan keuangan, pemerataan pertumbuhan dan masalah sosial lainnya.

Baca juga Apa itu Technopreneurship ?

Masyarakat digital di Indonesia

Indonesia merupakan negara dengan pertumbuhan internet terbesar di dunia, 51%, rata-rata pertumbuhan internet global yang hanya 10%.

Indonesia berada dalam 12 besar negara di dunia dengan penetrasi penggunaan telepon pintar terbesar di dunia. per Januari 2017 mencapai 132,7 juta orang, dan 97,4%-nya mengakses internet untuk membuka media sosial.

Masyarakat Indonesia memiliki waktu rata-rata untuk mengakses internet: > 8 jam (Survei APJII – Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia, hasil survei 2018).

Pengguna Internet berdasarkan tingkat pendidikan

Bila kita melihat grafik di atas bisa disimpulkan bawah di Indonesia mulai dari tingkat SD (Sekolah dasar) sudah menggunakan Internet.

Frekuensi Terhubung ke Internet dengan Menggunakan Perangkat

Berdasarkan grafik diatas setiap hari sekita 93,9 persen digunakan untuk berselancar di Internet setiap harinya.

Alasan Menggunakan Internet

3 terbesar pengguna internet menggunakan internetnya untuk kominukasi lewat pesan, berselancar di sosial media dan mencari infomasi terkait pekerjaan.

Kebutuhan masyarakat digital

    Masyarakat digital cenderung menginginkan inovasiKemudahan dalam kehidupan sehari-hari, seperti : platform jual beli online, media sosial transaksi pembayaran elektronik, dan technology financial (fintech)

Baca juga Manfaat Fintech bagi masyarakat banyak

Faktor yang mempengaruhi keputusan seseorang untuk berbelanja online

    KENYAMANAN, Faktor kenyamanan ini penting terutama bagi masyarakat yang menghindari keramaian yang berdesak-desakan apabila berbelanja di toko & Menghindari interaksi tatap muka.KELENGKAPAN INFORMASI, Internet membuat akses terhadap informasi lebih mudah. Selain itu beberapa platform menyediakan fitur rating dan review untuk memberikan ulasan tentang kualitas dan informasi produk.KETERSEDIAAN PRODUK DAN JASA, Hanya dengan mengakses website, masyarakat dapat mengetahui ketersediaan barang tanpa harus berkunjung ke toko. Membantu calon pembeli yang berlokasi jauh, tidak perlu berkunjung namun tetap dapat membeli barang secara online.EFISIENSI BIAYA DAN WAKTU, Adanya penawaran harga terbaik dengan membandingkan harga di beberapa toko sekaligus. Selain itu, online shopping dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja.

Perilaku konsumen Indonesia

konsumen Indonesia yang berusia muda memang sangat “melek internet”. Akses internet semakin meluas di berbagai tempat, termasuk di tempat publik dan di rumah.

Tingkat akses internet harian konsumen Indonesia tergolong tinggi, dan bisa dikatakan sejak bangun tidur hingga kembali tidur. konsumen Indonesia usia muda mengonsumsi video daring lebih banyak dibandingkan generasi-generasi di atas mereka.

5 Tren perubahan perilaku konsumen digital di Indonesia

    Multiplier Effect,  teknologi berperan besar dalam kehidupan konsumen digital. Bukan hanya untuk berkomunikasi, tetapi juga berbagai kegiatan lain yang sebelumnya bisa dilakukan tanpa internet seperti nonton film atau main game, dan mencari informasi.You, Me, and Internet of Things, konsumen digital yang termasuk dalam early adopter (mereka yang update terhadap produk teknologi terbaru) ternyata masih kesulitan menggunakan gawai secara optimal, seperti smartwatch, perangkat olahraga cerdas, perangkat hiburan di dalam mobil, dan perangkat keamanan rumah.Lost in Transmission, konsumen digital di Indonesia mementingkan keamanan bertransaksi finansial dan menomorsatukan privasi saat berselancar di dunia maya.The Way You Make Me Feel, karakter digital native lebih kritis. Informasi teknologi telah membuat mereka lebih menyadari bahwa produk yang baik bukan hanya canggih, tapi juga disertai servis yang paripurna dan bisa diandalkan.Brand Engagement, konsumen lebih fokus pada layanan yang tepat, kesederhanaan dalam penyampaian pesan, kesesuaian identitas diri, kualitas, privasi, dan produk. Konsumen digital di Indonesia bisa berpindah ke penyedia jasa lain demi mendapatkan layanan yang lebih baik.

Written by Bago Cyber