in

15 Cara Penggemukan Sapi Secara Cepat dan Alami Dalam 1 Bulan

Cara Penggemukan Sapi – Pada umumnya, cara penggemukan sapi masih menjadi usaha peternakan rakyat dengan skala pemilikan usaha kecil dan belum memiliki wawasan agribisnis secara teknis. Inilah yang kemudian membuat tingkat produktivitas serta pendapatan peternak i Indonesia masih relatif rendah dengan tingkat PBBH (Pertambahan Bobot Badan Harian) masih di kisaran 0.3-0.4 kg/ekor secara harian selama masa pemeliharaan di atas setahun.

Cara Penggemukan Sapi, Cara Cepat Membuat Sapi Gemuk

Strategi penggemukan sapi sendiri bisa menjadi masalah yang teknis dan menuntut kemampuan peternak dalam mengenali dan menganalisa situasi yang dihadapi. Keberhasilan ternak sendiri dapat dipengaruhi oleh bibit, pakan dan lain sebagainya. Nah dalam artikel kali ini, akan membahas tentang bagaimana cara penggemukan sapi yang layak dari segi pakan. Dengan demikian PBBH serta keuntungan ekonomis yang bisa dicapai semakin optimal.

Memprediksi Biaya Pakan per Hari untuk Sapi

Untuk mendapatkan sapi yang sehat dan berbobot tentunya membutuhkan pakan dengan kadar gizi yang berimbang dan cukup bagi kebutuhan sapi. Pakan sendiri sebaiknya memiliki kandungan protein, lemak, karbohidrat, vitamin serta mineral dalam jumlah yang imbang. Pakan juga harus selalu dipastikan dalam kondisi terbaik, tidak tercemar oleh kotoran maupun bibit penyakit.

Jenis pakan untuk sapi sendiri dapat dikelompokkan dalam 2 jenis yaitu pakan hijau dan pakan konsentrat yang kemudian mempengaruhi besarnya biaya yang harus dikeluarkan per harinya kebutuhan pakan sapi. Lebih lanjut tentang kedua kategori pakan ini dapat dijelaskan sebagai berikut.

Jenis dan Macan Pakan Sapi 

1. Pakan Hijau                                           

Pakan hijau merupakan jenis pakan dari tumbuh-tumbuhan yang sangat dibutuhkan oleh sapi utamanya pada masa penggemukan. Jenis pakan ini bisa diberikan pada sapi untuk pakan hijau ini diantaranya aneka jenis rumput, daun lamtoro, gamal, siratro dan centro hingga limbah panen tani seperti jerami. Pakan hijau ini dapat digunakan sebagai pakan utama dan diusahakan untuk selalu dalam kondisi segar supaya kandungan gizi yang diasup sapi dalam kondisi optimal.

2. Pakan Konsentrat

Disebut juga sebagai pakan penguat yang berupa pakan hasil olahan. Contoh dari pakan konsentrat ini antara lain dedak padi yang dicampur bungkil kelapa, tepung tulang maupun garam dapur. Sementara komposisi dari contoh pakan ini misalnya sekitar 70% dedak, 30% bungkil kelapa, 0,5% tepung tulang serta 1% garam dapur. Pertimbangan komposisi yang dibuat pun selalu disesuaikan demi tercapaianya kecukupan gizi sapi.

Untuk mempermudah meramalkan biaya yang dibutuhkan untuk pakan, mari kita asumsikan Anda memelihara bibit sapi yang berbobot sekitar 400kg. Maka biaya pakan per hari kurang lebih dapat dijabarkan sebagai berikut;

Pakan hijau yang berjumlah sekitar 5% dari bobot sapi, maka Anda memerlukan sekitar 20 kg. Dengan perhitungan harga rumput saat ini, maka biaya yang dikeluarkan untuk pakan hijau ini terhitung sekitar Rp. 6.000 sampai Rp. 10.000 per hari.

Pakan konsentrat memerlukan sekitar 2% dari bobot sapi, atau bisa dikatakan membutuhkan sekitar 8 kg campuran. Bila dirata-rata harga pakan konsentrat ini ada di kisaran Rp. 20.000 per harinya.

Dari kedua kebutuhan pakan di atas, berikutnya Anda tinggal mengalikan dengan jumlah sapi yang dipelihara dalam kandang milik Anda. Perlu diketahui pula bahwa semakin berat sapi yang ada dalam kandang, maka semakin banyak pula pakan yang harus dipersiapkan dan diolah, utamanya untuk paka konsentrat.

Cara Pengolahan Pakan Penggemukan Sapi

Jenis pakan yang memegang peran penting dalam percepatan penggemukan sapi adalah pakan konsenstrat. Ya pakan hijau memang sudah mencukupi kebutuhan pangan sapi, namun kecukupan nutrisi untuk pertumbuhannya perlu dipertanyakan. Pakan konsentrat merupakan bahan pakan yang memiliki kualitas nutrisi yang lebih baik karena disusun dan diolah sedemikian rupa. Karakteristik pakan ini adalah tinggi protein dan karbohidrat, sementara kadar serat kasar lebih rendah (di bawah 18%).

Bisa dikatakan bahwa penyiapan jenis pakan ini menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan oleh peternak. Komposisi dan kadar menjadi hal yang penting untuk diketahui agar peternak dapat membuat pakan konsentrat yang berkualitas sehingga dapat memaksimalkan proses penggemukan sapi. Bahan penyusun konsentrat umumnya menggunakan bahan alami yang mudah didapatkan, antara lain;

1. Dedak (Bekatul)

Bahan ini biasanya menyusun 70% hingga 75% komposisi pakan konsentrat. Alternatif dari bahan ini adalah sagu rumbia dari batang rumbia yang dapat dijumpai hampir di seluruh wilayah Indonesia. Sama halnya dengan dedak, nutrisi dari sagu rumbia ini juga memiliki kadar karbohidrat tinggi.

Cukup dengan mengupas kulit terluar kemudian giling batang rumbia tersebut hingga berukuran butir 0.5 cm atau lebih kecil. Selanjutnya rendam seharian sebelum diberikan pada sapi.

2. Jagung Giling

Jagung giling ini biasanya menjadi 8% sampai 10% dari komposisi total pakan konsentrat. Bahan ini mencukupi kebutuhan serat serta lemak kasar yang tidak terdapat dalam dedak dan sagu.  

3. Bungkil Kelapa

Komponen ini memiliki komposisi 10% sampai 15% dari komposisi. Ia juga bisa diganti dengan bungkil kacang tanah maupun kedelai sesuai dengan kebutuhan. Bungkil kelapa adalah sisa dari proses pembuatan minyak kelapa yang kemudian dikeringkan. Bahan ini kemudian menjadi alternatif sumber protein untuk kebutuhan pertumbuhan sapi.

4. Tepung Tulang

Bahan yang juga disebut sebagai kalsium ini mendapat porsi 2% sampai 5% dalam komposisi yang berfungsi sebagai pelengkap. Bahan ini digunakan untuk mencukupi kebutuhan mineral, utamanya kebutuhan kalsium.

5. Garam Dapur

Garam dapur ini biasanya ditambahkan sekitar 2% yang ditujukan untuk mencukupi kebutuhan mineral sapi.

6. Vitamin

Zat ini juga sering ditambahkan sebagai pelengkap. Namun penambahannya harus didasarkan pada dosis yang tepat.

Proses Pemberian Pakan

Perlu diingat bahwa skema pakan di atas bisa berbeda antara peternak yang disesuaikan dengan jenis sapi, bibit, ketersediaan pakan dan lain sebagainya. Pada umumnya, pemberian pakan sumber serat (pakan hijau) sendiri juga didasarkan pada ketersediaan pakan berkualitas dimana pakan ini bisa diberikan hingga 10% dari bobot sapi.

Apabila ketersediaan pakan hijau berkualitas terhitung mudah didapat, murah ataupun melimpah, maka kuantitasnya dapat ditambahkan sementara pakan tambahan bisa dikurangi. Namun sebaliknya, saat ketersediaan pakan hijau berkualitas terhitung sulit didapat atau kualitas pakan hijau yang ada kurang baik, maka jumlah pakan ini akan dikurangi dan lebih mengandalkan pakan konsentrat maupun suplemen.

Ketersediaan pakan hijau berkualitas, utamanya di musim kemarau memang cenderung lebih sulit dibanding pengolahan pakan konsentrat yang memiliki daya simpan atau daya tahan lebih lama. Meski demikian ada beberapa cara yang dapat dilakukan peternak untuk memastikan sapi tetap bisa menikmati pakan hijau berkualitas setiap saat.

Cara penggemukan sapi yang memiliki target PBBH 0,8 kg maka pemberian pakan yang terdiri dari pakan konsentrat : pakan hijau bisa menggunakan perbandingan di kisaran 0-25% : 75-100%.

Pemberian pakan juga disarankan secara adlibitum. Apabila peternak menggunakan pakan hijau lokal dengan kualitas yang kurang (rendah kadar protein dengan serat yang tinggi), dianjurkan untuk hanya memberikan bahan kering ransum sekitar 3% atau lebih dari berat badan.

Jika konsumsi pakan tercatat kurang dari 3%, maka perlu dilakukan evaluasi akan adanya kemungkinan kurang berimbangnya nutrisi. Anjuran nutrisi yang terkandung dalam pakan untuk penggemukan sapi diantaranya

  • Protein Kasar ≥ 9%,
  • Lemak Kasar 15-20%, dan
  • Total Digestible Nutriens (energi) ≥ 60%.

Waktu Pemberian Pakan

Waktu pemberian pakan konsentrat yang baik biasanya dilakukan hanya sekali sehari di pagi hari sebelum sapi mendapat makanan utamanya, rumput. Pemberian pakan konsentrat terlebih dahulu bertujuan untuk lebih menyiapkan mikroba rumen agar lebih optimal untuk mencerna makanan utama (rumput dan pakan hijau lain) nantinya.

Dengan menerapkan beberapa hal di atas, kenaikan bobot yang dicapai per harinya adalah 1 kg. Dan apabila Anda memelihara sapi tersebut selama 150 hari misalnya, maka bobot kenaikan bobot yang bisa didapat adalah sekitar 550kg. Tentu saja, hasil yang dicapai bisa disesuaikan dengan target masing-masing peternak menyesuaikan dengan kondisi peternakan masing-masing.

Tips dan Cara Penggemukan Sapi

1. Memilih Pakan dengan Kandungan Gizi dan Nutrisi Baik

Pakan merupakan faktor utama dalam proses penggemukan sapi. Supaya sapi dapat bertumbuh dengan baik, maka harus dibutuhkan asupan makanan yang memiliki kandunan gizi yang tinggi. Kandungan gizi dan nutrisi yang cukup yang terdapat dalam pakan antara lain lemak, vitamin, mineral, karbohidrat dan protein. Selain itu kandungan pakan juga harus dalam keadaan bersih dan tidak tercemar akan kotoran.

2. Memberi Pakan Yang Cocok

Dalam artian cocok yaitu pakan yang disukai oleh sapi tersebut. Sering kali makanan yang bernutrisi tinggi ada yang disukai dan tidak. Kendala pakan ini sering kali dikeluahkan oleh para peternak. Maka dari itu solusinya perternak sapi harus jeli dalam mencari pakan kesukanan yang bernutrisi dan bergizi tinggi.

3. Mencari Waktu Pembeberian Pakan

Makanan sapi yang bersih dan sehat harus terhindar dari berbagai jenis penyakit serta telur cacing. Telur cacing yang terdapat dalam pakan berpotensi membawa sarang penyakit. Maka dari itu disarankan untuk memberi pakan sapi pada waktu sore atau siang hari. Kenapa harus sore dan siang hari? Karena pada waktu itu kemungkinan kecil tidak terdapat telur cacing (sudah mati).

4. Memberikan Pakan Jenis Kosentrat

Ada beberapa ilmuan yang telah melakukan penelitian mengatakan bahwa proses penggemukan sapi dengan pakan hijauan kurang lengkap atau efektif. Selain itu waktu penggemukan cenderung lama dibandingkan dengan pakan konsentrat. Maka dari itu bisa disimpulkan dengan mengkombinasi antara pakan hijauan dan konsentrat. Ada berbagai macam jenis pakan yang mengandung konsentrat antara lain bekatul, ampas tahu, dedak, ampas tebu, kedelai dan lain lain. 

5. Memberikan Pakan Jenis Hijauan

Selain pakan kosentrat, pakan hijauan sangat berperan penting dalam untuk masa penggemukan sapi. Pakan hijauan yang bagus diberikan kepada sapi antara lain  siratro, lamtoro, rumput, gamal, centro, jerami dan lainnya.

6. Waktu yang Tepat Dalam Pemberian Pakan

Waktu yang tepat dalam pemberian pakan untuk proses penggemukan sapi yaitu dilakukan pada jam 8 pagi, 12 siang, dan 5 sore. Jadi dalam pemberian pakan usahakan dalam 1 hari sebanyak 3 kali. Tujuannya agar proses penggemukan lebih cepat.

7. Memberikan Vitamin Secara Rutin

Vitamin sangat baik dalam hal kesehatan dan pertumbuhkembangan sapi tersebut. Vitamin juga berfungsi menambah kekebalan tubuh sapi dari serangan penyakit.

8. Vaksinasi

Jika sapi anda tidak ingin terkena virus, maka langkah awal yaitu dengan melakukan vaksinasi. Biasanya vaksinasi lebih baik dilakukan pada saat masih bakalan. Tujuannya untuk mencegah masuknya virus saat usia dini.

9. Memberikan Obat Cacing

Cacing biasanya menjadi parasit dalam proses pencernaan sapi. Jika inggin sapi yang kita gemukkan tersebas dari cacing parasit, maka berilah jamu anti cacing. Ada berbagai jenis jamu anti cacing alami atau herbal antara lain ramuan kunyit, temu lawak, atau kuning telur ayam. Semua jenis jamu cacing tersebut dapat diberikan tiap tiga bulan sekali sebagai salah satu asupan tambahan.

10. Selalu Sedia Obat Obatan

Tujuan selalu sesia obat obatan yaitu agar cepat mengatasi ketika sapi tersebut terkena panyakit, virus atau bakteri.

11. Membuat Kandang Yang Ideal

Kandang yang baik pada saat proses penggemukan sapi yaitu dengan ukuran kira-kira sebesar 2,5 x 1,5 meter. Sebaiknya, peternak dapat membikin satu kandang untuk satu sapi, tujuannya agar tidak berlomba dalam hal mendapatkan pakan.

Itulah cara penggemukan sapi melalui pakan, dimana secara sederhana pakan yang digunakan utamanya adalah tetap dari pakan hijau dan pakan pelengkap. Pakan hijau, bagaimanapun kualitas dan alternatifnya akan disesuaikan porsinya. Sementara pakan konsentrat yang digunakan akan disesuaikan dengan kebutuhan nutrisi yang belum tersedia dari pakan utama.

Written by Portal Hewan