in

10 Jenis Penyakit Kerbau, Gejala, Penyebab dan Cara Mengobatinya

Penyakit Kerbau – Kerbau adalah salah satu binatang yang banyak dijadikan ternak di Indonesia. Tenaganya yang besar membuat kerbau kemudian dijadikan sebagai alat bantu bertani hingga tunggangan masyarakat. Karena fungsinya yang cukup besar, kerbau memang selayaknya dirawat dengan baik dan dijaga dari berbagai penyakit kerbau yang berbahaya supaya panjang umur.

Penyakit Kerbau

Sering kali Anda tidak kenali, ada beberapa penyakit yang menyerang kerbau sehingga hewan kekar ini kemudian sakit dan mati. Supaya hewan bermanfaat ini selalu kuat dan bisa menjadi ternak yang bermanfaat. Berikut info penyakit hewan kerbau yang wajib diwaspadai:

1. Leptospirosis

Anda mungkin mengenal penyakit leptospirosis sebagai penyakit yang menyerang manusia, tapi penyakit ini juga sangat memungkinkan untuk menyerang hewan ternak seperti kerbau. Nah, penyebab utama dari penyakit ini adalah hewan pengerat seperti tikus sehingga bisa menularkan kepada kerbau Anda sehingga mudah terserang leptospirosis karena bersifat zoonosis.

Penyakit ini umumnya akan mudah terjadi jika kawasan Anda terkera banjir karena hewan pengerat mudah terbawa ke dalam air dan bakterinya bisa bertahan dalam lingkungan yang lembab dalam beberapa minggu. Untuk itu, sebaiknya hindari kandang kerbau Anda dalam keadaan becek supaya bakteri tidak menyebar dengan mudah.

Biasanya, penyakit leptospirosis ini terjadi dalam dua fase. Fase yang pertama adalah produksi susu perah yang berkurang, nafsu makan yang menurun, kerbau mengalami demam, dan berat badan yang turun. Nah, sayangnya kerbau yang sedang hamil dan muda pun bisa terkena penyakit satu ini.

Apabila sapi sudah mengalami penyakit tersebut saat sedang hamil, itu akan melahirkan anak sapi yang lemah, air susu yang berwarna keruh, dan adanya gumpalan di dalamnya. Jika kemudian terkena kontak langsung dengan manusia, ini lah yang bisa menularkan secara langsung.

Penyakit kerbau yang satu ini bisa dicegah dengan cara Anda menjaga air minumnya supaya tidak tercapur dengan urin, menjaga kelembaban kandang, memisahkan hewan yang sedang bunting dengan yang sedang tidak bunting, dan yang terpenting adalah, melakukan melakukan pengecekan secara berkala. Jangan lupa,berikan vaksin tiap 6 bulan sekali untuk pencegahan.

2. Brucellosis

Penyakit brucellosis ini juga yang disebut sebagai sebagai penyakit Bang. Nah, penyakit satu ini bisa mendatangkan kerugian secara materi yang besar karena hewan ternak, khususnya kerbau, bisa mengalami kemandulan. Hal ini karena penyakit tersebut menyerang alat reproduksi hewan-hewan sehingga mereka tidak bisa beranak.

Brucellosis bisa ditularkan dalam berbagai cara, salah satunya adalah dengan terinfeksinya konsumsi produk peternakan seperti susu atau juga bisa melalui feses dari kerbau yang baru saja melahirkan. Selain itu, kerbau yang kawin langsung dengan kerbau terinfeksi brucellosis bisa saling menularkan penyakit.

Anda patut berhati-hati pada kerbau yang baru melahirkan karena bakteri yang keluar bersama dengan darah sangat banyak dan ini membuka peluang penularan lebih besar. Perhatikan juga apakah hewan ternak anda memiliki kulit yang luka atau terbuka, karena penularan brucellosis bisa melalui hal-hal semacam ini.

Penyakit kerbau ini ditandai dengan adanya kemanjiran, atau adanya gangguan proses reproduksi, baik seecara temporer maupun permanen. Selain itu, ciri lainnya berupa hasil susu juga patut diwaspadai. Pada hewan jantan, biasaya tandanya dimulai dengan terjadi epididymitis dan orchitis. Selain kerbau, hal ini bisa terjadi pada sapi dan bisa juga terjadi pada babi.

Pencegahan penyakit brucellosis pada kerbau adalah dengan menjaga kandangnya. Jangan ragu untuk membakar plasenta dan fetus yang mengeluarkan cairan. Selain itu, kerbau yang vaginanya mengeluarkan cairan yang mirip gejala brucellosis sebaiknya diberikan antibiotic selama 1 minggu. Pastikan, kerbau jantan dan betina yang mengalami keluron tidak dikawinkan.

3. Bovine tuberculosis

Ada juga penyakit yang disebut Bovine Tuberculosis yang menyerang hewan ternak seperti kerbau, sapi perah, dan juga kambing. Penyakit ini disebabkan oleh Mycobacterium bovis. Tanda-tandanya adalah dengan munculnya tuberkel pada paru-paru hewan. Parahnya, penyakit ini bisa menularkan kepada manusia, apabila daging dan susu terkontaminasi bakteri Mycobacterium bovis dikonsumsi.

Selain dari produk yang dihasilkan oleh hewan ternak, udara juga bisa menjadi salah satu faktor mengapa manusia bisa tertular penyakit hewan tersebut. Bakteri ini cukup menakutkan karena tahan terhadap alkohol, asam, dan disenfeksi, menyukai tempat yang penuh oksigen seperti paru-paru, dan berkembang dalam waktu yang lama.

Jika kerbau atau hewan ternak lain anda mengalami tanda seperti berat badan yang menurun drastis, nafas berat hingga tampak sesak, batuk-batuk, suhu tubuh mengalami peningkatan terutama saat malam hari, atau adanya pembengkakan puting susu pada sapi perah, maka sebaiknya segera datangkan dokter untuk mengetahui penyakit kerbau yang sebenarnya.

Jika sudah menampakkan tanda-tanda seperti yang sudah dituliskan diatas, sebaiknya pisahkan kerbau yang ada disinyalir terkena Bovine Tuberculosis dari hewan lain. Kemudian, hubungi dinas kesehatan supaya mereka bisa melakukan penanganan dan dilakukan uji coba. Sapi yang sudah terkena penyakit ini bisa menularkan kepada hewan lain dan menyebabkan kematian.

4. Bovine Ephemeral Fever

Siapa bilang yang bisa terkena demam hanya manusia, nyatanya, kerbau pun bisa mengalami demam yang disebabkan oleh berbagai macam faktor. Ada penyakit yang disebut Bovine Ephemeral atau yang juga disebut sebagai penyakit demam tiga hari. Penyakit ini memang digolongkan sebagai penyakit yang ringan, tapi juga patut diwaspadai supaya kerbau bisa selalu sehat dan panjang umur.

Kerbau yang mengalami penyakit BEF akan mengalami kesakitan dengan nyeri otot yang luar biasa, makanya, jangan sampai hewan ternak Anda mengalami sakit ini. Gejala yang mungkin tampak jika kerbau terkena Bovine Ephemeral Fever adalah kerbau mendadak menjadi tidak semagat atau lesu, mata menjadi sayu, suhu tubuh yang tinggi, cara berjalan yang menjadi pincang, hingga gemetar.

Untuk mencegah penyakit kerbau yang satu ini sebenarnya tidak terlalu sulit. Yaitu dengan secara rutin menyemprotkan insektisida di sekitar kandang untuk menghilangkan nyamuk sapi sekaligus menjaga sanitas.

Namun, jika sudah terlanjur terkena demam tiga hari tersebut, anda bisa memberikan larutan berupa campuran air gula merah dengan garam dapur. Selain itu, beri kerbau banyak minum supaya tidak dehidrasi. Jangan ragu juga untuk menghubungi dokter segera.

5. Bovine Viral Diarrhea

Penyakit kerbau yang mungkin akan dialami hewan ternak kesayangan anda adalah Bovine Viral Diarrhea atau diare nyeri perut. Kondisi ini adalah kondisi dimana kerbau mengeluarkan feses yang berbentuk lembek bisa jadi cair dengan frekuensi waktu yang sering. Penyebabnya adalah adanya virus Bovie Viral Diarrhea yang merupakan famili dari Flaviviridae.

Penularan penyakit diare ini bisa terjadi karena adanya kontak langsung baik dengan hewan yang sudah terinfeksi, maupun ketika memegang feses, leleran hidung sapi, maupun urine. Tentunya ini menjadi kekhawatiran mengapa kandang perlu dibersihkan dengan rajin.

Lalu bagaimana jika kerbau sudah terlanjur terkenal diare ini? Yang pasti, Anda tidak perlu khawatir dan panik, kemudian memanggil dinas kesehatan setempat maupun memanggil dokter hewan supaya mereka bisa memberikan pengobatan dengan maksimal. Selain itu, hindari kontaminasi antara pupuk kandang, pakan, dan air, serta memberikan kolostrum maksimal pada anakan kerbau.

Pencegahan juga tentu baik dilakukan daripada mengobati. Dimulai dengan memberikan vaksin kepada hewan ternak yang baru lahir dan mengkarantina hewan ternak yang menampakkan gejala BVD sehingga tidak menularkan ke kelebih banyak hewan. Bisa juga dengan menyeprotkan desinfeksi dalam kandang dan sekitarnya.

Baca Juga: Jenis Pakan Kerbau Ternak dan Anakan Agar Cepat Gemuk

6. Trypanosomiasis

Selanjutnya, juga ada penyakit yang terjadi pada kerbau yang diakibatkan karena parasite berupa lalat penghisap darah yang bernama haematophagus flies. Tidak hanya menyerang sapi dan kerbau yang berada di kawasan Amerika saja, tapi juga menyerang kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Jika di Amerika banyak menyerang kuda, di Asia banyak menjangkit kerbau dan sapi.

Gejala yang akan tampak apabila kerbau atau sapi anda terkena Trypanosomiasis atau juga disebut sebagai penyakit Surra ini adalah, hewan mengalami suhu tubuh yang naik, tampak lemah dan letih, nafsu makan yang terganggu, hingga bulu yang tampak rontok.

Sebagai peternak, anda harus mempelajari hewan atau lalat seperti apa yang berbahaya ada di sekitar kerbau. Selain itu, membersihkan kandangan harus menjadi rutinitas yang tidak boleh disepelekan dan dilakukan sesering mungkin. Tentu ini demi kerbau dan kesehetan Anda dan keluarga sekitar.

Jika sudah ada salah satu kerbau anda yang terkena Surra, sebaiknya segera karantina dan jauhkan dari hewan lainnya. Selain itu, penyakit kerbau satu ini juga bisa dicegah dengan pemberian obat Qumapyramme atau Aritrycide prosalt. Pastikan bahwa pemberiannya sesuai dosis yang dianjurkan dokter hewan.

7. Neosporosis

Neosporosis adalah protozoa yang menyebabkan keguguran pada hewan ternak. Protozoa tersebut mengganggu proses kehamilan sapi maupun kerbau sehingga janin hilang di awal masa kehamilan. Tidak hanya biasa menyerang hewan ternak di Indonesia, Neosporosis juga menyebabkan keguguran pada hewan-hewan ternak di seluruh dunia. Mengejutkan bukan?

Sapi atau kerbau yang terkena protozoa ini biasanya tidak memiliki tanda-tanda atau ciri dimana ia mengalami adanya parasite tertentu yang bisa mengakibatkan keguguran. Peran anjing dikatakan juga sebagai salah satu penyebab penularan dari penyakit satu ini.

Jika peternakan Anda masih berskala kecil, penyakit tersebut bisa diobati dengan toltazuril yang berguna juga sebagai pencegahan. Namun, untuk peternakan berskala besar, Anda bisa menggunakan vaksin walau ketersediaan yang terbatas di pasaran. Anda juga akan mengeluarkan dana yang cukup tinggi untuk mendapatkannya. Makanya, jika sudah ada hewan yang terinfeksi Neosporosis, segera lakukan karantina.

Tidak sampai situ saja, sebaiknya hindari adanya keluar masuk hewan karnivora lain ke peternakan anda. Apalagi mereka adalah hewan liar, sebisa mungkin dihindarkan karena ini dampaknya buruk. Jangan lupa juga memastikan agar hewan anda tidak menjadi mudah stress, dan lakukan secara rutin uji kelayakan pangan, air, dan kandang yang digunakan.

8. Kriptosporidiosis

Selain Neosporosis, ada juga Kriptosporidiosis yang merupakan penyakit kerbau yang disebabkan oleh munculnya protozoa dan masuk ke filum Apikompleksa. Jika Neosporosis menyebabkan keguguran pada janin hewan, Kriptosporidiosis membuat adanya gejalan infeksi pada pencernaan hewan. Sehingga timbul keluhan diare dengan frekuensi ringan hingga berat.

Penyebab penyebaran dari protozoa kriptosporidiosis beragam, bisa karena air minum, makanan, feses, atau lingkungan yang sudah terinfeksi oleh protozoa tersebut. Menurut penelitian, penyakit ini lebih mungkin terjadi pada kerbau atau hewan ternak yang berumur muda sehingga mereka akan sulit berkembang dan menyebabkan kematian. Berbeda dengan kerbau dewasa yang akan turun bb-nya.

Nah, manusia juga sangat mungkin untuk terkena penyakit yang disebabkan oleh Kriptosporidiosis tersebut apalagi jika pembuangan feses hewan ternak tidak dilakukan dengan benar. Feses bisa mengalir melalui sungai, padahal masyarakat Indonesia sendiri masih banyak yang mengambil air dari sungai untuk mandi, mencuci, bahkan untuk makan dan minum.

Diare yang memakan waktu lama pada hewan bisa menimbulkan berbagai masalah baru seperti turunnya berat badan, kerbau menjadi lemah, dehidrasi, hingga kematian jika didiamkan begitu saja.

Langkah pertama anda jika kerbau atau hewan ternak lain yang mengalami diare ini adalah memberikan elektrolit hangat sampai sembuh. Selain itu, pastikan bahwa sanitasi sekitar kandang baik. Anda bisa juga memberikan paromomycin sulfat dosis 100 mg/kg/hari selama 11 hari. Jangan lupa untuk memastikan bahwa kandang terkena sinar matahari untuk membunuh Kriptosporidiosis.

9. Deg Nala

Anda mungkin masih belum akrab dengan nama penyakit Deg Nala. Tapi, penyakit ini biasanya ditandai dengan kepincangan pada kerbau, ekrosis mulut, telinga, kuku, dan ekor, dan berat badan yang kian merosot. Kemudian hewan akan mengalami kematian jika sudah dalam tahap penyakit yang semakin parah.

Jika hewan terkena Deg Nala pastinya akan memengaruhi hasil susu mereka, pergerakan pun jadi lebih terbatas karena ketika mereka berjalan, akan terasa amat menyakitkan. Nama penyakit Deg Nala sendiri diambil dari kejadian pertama penyakit ini yang terjadi di sebuah wilayah yang berbatasan dengan Nala Deg di kawasan Indo-Palestina tahun 1930.

Penyakit ini dibawa oleh mikotoksin, terutama Fusarium spp. Namun, penelitian di India menyatakan bahwa penyakit ini juga bisa timbul karena konsumsi berlebihan jumlah toksik selenium (Se) yang ada pada jerami. Nah, kerbau yang mengalami penyakit ini setelah diberi makan jerami akan menjadi kurus dan juga terjadi kelemahan pada otot.

Jika ada kerbau atau hewan Anda lainnya yang memiliki gejala seperti di atas, sebaiknya segera memberikan oxytetracycline yang terkenal efektif. Tidak hanya itu, pemberian pentasulfat juga bisa menjadi obat mujarab pada kerbau dan dalam kurun waktu tertentu, hentikan pemberian makan berupa jerami.

10. Cacingan

Penyakit cacingan nyatanya tidak hanya bisa menyerang anak-anak manusia, tapi kerbau dan hewan ternak lain pun tidak bebas dari penyakit ini. meski wajar, seharusnya peternak tidak menganggap enteng terjadinya cacingan pada hewan karena bisa menimbulkan penyakit yang lebih serius lagi. Penyakit ini juga disebut sebagai Fasciolosis.

Fasciolosis adalah penyakit yang disebabkan oleh cacing pita yang menyerang bagian hati dan empedu kemudian memakan jaringan hati dan darah perlahan. Biasanya, sapi, kerbau, dan kambing muda lah yang rentan terkena penyakit ini.

Gejala awalnya adalah hewan sapi atau kerbau akan merasa sulit buang air besar dan sekalinya buang air besar akan kering. Namun, jika sudah sangat parah, bisa menyebabkan diare dan penurunan produktivitas. Sementara kambing atau domba bisa saja mati mendadak dengan hidung yang keluar darah.

Jika ingin mengobati penyakit cacingan, anda bisa memberikan oral albendazole dengan dosis 10 – 20 mg/kg berat badan. Namun perlu diingat bahwa jangan diberikan pada hewan yang sedan hamil karena bisa mengakibatkan keguguran. Sementara yang lebih aman adalah Fenbendazole dengan dosis 10 mg/kg berat badan. Obat-obatan ini akan aman diberikan setidaknya 3 kali dalam satu tahun.

Nah, itu lah tadi penyakit kerbau mulai dari karena adanya bakteri, protozoa, virus, hingga cacing. Seperti anak sendir. Seharusnya kerbau memang dijaga dan diberi makan selayaknya sehingga mereka tidak hanya cepat besar, tapi juga bisa sehat selalu dan memberikan manfaat dengan optimal.

Baca Juga: Cara Ternak Kerbau Agar Cepat Gemuk dan Beromset Milyaran

Untuk itu, tidak hanya sekadar memberikan makan dengan teratur dan sesuai dengan takaran tentunya dalam perawatan. Anda juga jangan sampai lupa rajin membersihkan kandang, mengatur sanitasinya, dan memisahkan mana kerbau yang terlihat sakit dengan hewan yang tampak sehat. Semoga ulasan di atas dapat membantu mengenali berbagai macam penyakit kerbau dan meningkatkan kewaspadaan anda.

Written by Portal Hewan