in

7 Perbedaan Ikan Piranha dan Ikan Bawal Paling Mencolok

Perbedaan Ikan Piranha dan Ikan Bawal – Ada beragam jenis ikan yang ada di muka bumi ini. Saking banyaknya, manusia sering kesusahan untuk mengingat bagaimana bentuk dan spesiesnya. Beberapa ikan yang kerap dinilai mirip adalah antara ikan piranha dan ikan bawal. Keduanya secara fisik memiliki kesamaan, tapi ada perbedaan piranha dan bawal yang membuat kedua jenis ikan ini bertolak belakang.

Perbedaan Piranha dan Bawal, Perbedaan Ikan Bawal dan Ikan Piranha, Ikan Bawal, Ikan Piranha

Selama ini anggapan manusia tentang ikan piranha ialah merupakan ikan yang cukup ganas dan tidak bersabahat. Padahal, ikan piranha tidak lah semenyeramkan itu. Sama dengan ikan bawal yang cukup aman, manusia hanya perlu tahu cara merawat keduanya dengan baik. Nah, berikut ini adalah ulasan lengkap tentang ikan piranha dan ikan bawal yang perlu Anda ketahui supaya tak lagi susah bedakan.

Apa Perbedaan Ikan Bawal dan Ikan Piranha?

1. Bentuk Ikan

Bentuk Ikan Bawal Vs Piranha

Jika Anda ingin mengetahui apa beda ikan piranha dengan ikan bawal secara kasat mata, maka perhatikan lah dengan seksama karena bentuk tubuhnya yang tidak jauh berbeda. Ikan piranha memiliki warna perak dengan adanya bintik hitam atau warna cenderung gelap yang menyebar. Kemudian semakin dewasa, ikan satu ini akan berubah warna menjadi perak kemerahan.

Sama dengan ikan piranha, ikan bawal yang juga termasuk dalam golongan ikan carnivore ini juga memiliki warna abu-abu dengan semburat merah atau kuning terang di bawa tubuhnya, dekat insang. Keduanya sama-sama memiliki bentuk yang pipih, bulat, dan tampaknya lubang hidung yang besar.

Untuk ikan piranha, berat maksimalnya ialah 3,3 kg dengan panjang 33 cm. Nah, sementara ikan bawal bisa mencapai berat 40 kg dan panjang 108 kg. Perbedaan piranha vs bawal lain juga bisa ditemukan pada bagian garis ekor. Ikan bawal pada ekornya hanya memiliki 1 garis, sementara ikan piranha memiliki dua garis warna hitam di ekor.

Jika semakin diperhatikan, akan Anda temukan perbedaan ikan piranha dan ikan bawal pada bagian rahang. Jika ikan bawal antara ukuran rahang atas dan bawah hampir sama, rahang bawah ikan piranha justru lebih besar dan panjang daripada rahang atasnya.

2. Perilaku Ikan

Perilaku Antara Ikan Bawal dan Piranha

Dari segi kebiasaan atau perilaku, nyatanya kedua ikan ini memiliki kebiasaan yang berbeda. Dilihat dari ikan piranha, mereka adalah jenis ikan yang senang bergerombol saat mencari makan, tapi juga sering terpisah meskipun dalam jarak yang tidak jauh. Mereka adalah jenis ikan pemburu yang memiliki kemampuan berenang yang cepat.

Nah, sementara ikan bawal adalah ikan yang lambat yang mirip dengan ikan gurami. Mereka juga senang bergerombol kapanpun karena ini memudahkan mereka mendapatkan pakan secara bersama dan untuk menghindari pemangsa. Ikan bawal dewasa yang hidup di alam bebas cenderung akan hidup di air yang agak jernih yang alirannya deras dan ikan bawal kecil akan berkumpul di aliran yang tenang.

Jika nanti Anda memiliki minat untuk membudidayakan ikan piranha dalam akuarium, setidaknya ada beberapa hal mengenai perilaku ikan piranha yang diketahui. Salah satunya adalah perlu kehati-hatian saat Anda ingin memasukkan sesuatu dalam akuarium karena ikan piranha akan mengetahui setiap perubahan yang ada pada sekitar mereka.

Piranha akan senang berada di sudut-sudut akuarium sambil terus memantau kondisi. Selain itu, ikan piranha mudah merasa terancam karena perilaku mereka yang selalu siaga dan dengan begitu, mereka akan siap untuk menyerang.

Sebaiknya, pakai akuarium yang besar jika ingin memelihara beberapa ikan piranha sekaligus. Juga perhatikan ukuran piranhanya. Jangan sampai salah satunya lebih kecil karena nantinya, mereka akan saling memangsa. Apabila kemudian piranha Anda berubah warna menjadi lebih cerah, ini menjadi tanda bahwa mereka bahagia.

3. Penyebaran Ikan

Bicara mengenai perbedaan ikan piranha dan ikan bawal, tidak lengkap jika tidak mengetahui penyebaran kedua jenis ikan tersebut. Di Indonesia, ada beberapa jenis ikan piranha yang dilarang untuk dipelihara atau dibudidaya. Namun, tidak sedikit mereka yang mengoleksi satwa dan berhasil untuk memelihara beberapa yang berbahaya tersebut.

Ikan piranha sendiri merupakan ikan air tawar yang memiliki habitat asli di kawasan tropis Amerika Selatan. Mudah ditemukan di sekitar Laut Merah, sungai Amazon, sungai Timur Laut Brazil, Paraguai, Parana, Essequibo, dan kawasan Amerika Selatan lainnya. Ikan piranha biasanya akan bertelur pada bulan April sampai Mei (selama musim hujan).

Ikan piranha betina akan berada di dasar sungai yang berbatu untuk bertelur. Dalam satu kali bertelur, indukan ikan piranha bisa mengeluarkan sampai 600 butir dan setelahnya akan dibuahi oleh ikan piranha jantan secara eksternal.

Sementara ikan bawal, memiliki penyebaran di daerah Asia Tenggara, Amerika, juga Indonesia. Di Indonesia sendiri bisa ditemukan dalam beberapa kawasan seperti perairan Sumatera, Kalimantan, Laut Arafuru, sampai dengan Teluk Bengal, Teluk Siam, bahkan juga pernah di beberapa perairan negara Filipina dan Laut Cina Selatan.

Karena persebarannya yang luas, banyak orang yang kemudian menyukai daging ikan bawal dan mulai membudidayakannya sendiri dalam kolam. Mereka berbeda dengan ikan piranha yang ganas bahkan bisa memakan sesamanya sendiri, ikan bawal bahkan biasa berkumpul dengan ikan lain seperti udang.

4. Variasi Ikan

Ada beragam jenis dan variasi ikan piranha dan ikan bawal. Perlu setidaknya mengetahui supaya nantinya tidak salah pilih. Khususnya jika ingin memulai budidaya dari sekarang.

A. Variasi Ikan Bawal

Pembahasan kali ini akan dimulai dari si ikan yang banyak diminati di Indonesia, yaitu ikan bawal. Berikut adalah beberapa variasi ikan piranha yang umum di Indonesia:

1. Ikan Bawal Hitam

Ikan bawal hitam ini bisa ditemukan di berbagai perairan di Indonesia seperti di Laut Jawa, sepanjang perairan Kalimantan, Sulawesi selatan, Laut Jawa, dan Selat Malaka. Ikan bawal jenis ini dikenal juga dengan nama Black Pomfret dan biasanya hidup di perairan yang kedalamannya berkisar 100 meter yang banyak lumpur.

Bentuknya mirip belah ketupat tapi sedikit pipih dengan warna campuran keunguan atau abu-abu dengan sedikit warna putih sedikit perak pada bagian atasnya. Ikan bawal hitam memiliki harga yang sedikit tinggi karena daging ikannya yang lembut dan halus.

2. Ikan Bawal Air Tawar

Jika ikan bawal hitam memiliki bentuk pipih, maka berbeda dengan ikan bawal air tawar memiliki bentuk yang sedikit lebih bulat. Bagian tubuhnya berwarna gelap, kemudian bagian bawahnya memiliki warna merah sampai ke arah sirip. Kemudian, perbedaannya pada kepala yang lebih kecil dengan bentuk bibir yang lebih tebal.

Biasanya, mereka yang sedang dalam program diet akan mengonsumsi ikan bawal air tawar sebagai makanannya karena kaya akan nutrisi seperti omega 6 AA dan omega 3. Ikan yang banyak dijumpai di Laut Jawa tersebut juga baik jika dikonsumsi oleh anak-anak di masa pertumbuhannya supaya semakin cerdas dan sehat.

3. Ikan Bawal Putih

Ikan bawal putih atau silver pomfret adalah ikan bawal yang hidup di air payau dan air tawar. Biasanya, mereka hidup di dasar perairan yang berlumpur dengan kedalaman 15 sampai dengan 15 meter. Jika Anda ingin mencari habitat asli ikan bawal putih di Indonesia, mereka banyak ditemui di perairan Timur Sumatera, Laut Jawa, hingga Pantai Timur Indonesia.

Bentuk fisik ikan yang selalu bergerombol ini berwarna sedikit abu-abu dengan warna sirip yang lebih gelap dengan ukuran antara 15 sampai 20 meter dan panjangnya bisa 29 cm. Namun beratnya sampai 1,5 – 2 kg per ekornya untuk bawal putih dewasa.

B. Variasi Ikan Piranha

Jika dia atas sudah dibahas tuntas mengenai ikan bawal, kini saatnya beralih pada ikan piranha. Siapa bilang kalau hanya ada satu jenis ikan piranha mengerikan di dunia ini? Nyatanya, ikan karnivora ini nyatanya punya banyak variasi. Berikut ini adalah beberapa variasi ikan piranha yang bisa menambah pengetahuan Anda:

1. Pygocentrus Cariba

Pygocentrus Cariba atau yang juga disebut black spot piranha adalah salah satu ikan piranha yang hidup di dataran rendah lembah Sungai Orinoco, wilayah Llanos di Venezuela dan Kolombia. Secara fisik, ikan piranha black spot memiliki abu-abu dengan semburat keperakan disetrai dengan bintik-bintik hitam di sekitar tubuhnya.

2. Pygocentrus Denticulata

Jika Anda ingin tahu ikan piranha jenis apa yang yang paling agresif dan menakutkan, mungkin ikan piranha jenis pygocentrus Denticulata lah yang paling dijadikan kehati-hatian. Mereka tidak hanya agresif tapi juga karnivora bahkan kanibal untuk ikan sesamanya yang berukuran lebih kecil.

Secara fisik, ikan piranha ini cukup berbeda dengan yang lain. Jika lainnya memiliki warna yang cenderung gelap seperti abu-abu, Pygocentrus Denticulata justru memiliki warna yang lebih terang yaitu kebiruan di bagian punggung dan berwarna oranye di bagian bawah perutnya.

3. Pygocentrus Natteri

Ikan piranha jenis ini bukan lah jenis ikan yang suka berimigrasi, tapi mereka sering melakukan perjalanan untuk mencari lokasi yang mendukung untuk bertelur dan berkembang biak. Beberapa saat mungkin mereka tampak agresif, tapi ini adalah hal yang biasa untuk variasi satu ini. Nah, jenis satu ini banyak dijadikan sebagai ikan hias yang diletakkan dalam akuarium.

5. Makanan

Walau secara fisik kedua ikan tampak sama, nyatanya makanan ikan piranha dan ikan bawal berbeda. Keduanya memiliki jenis pakan yang perbedaannya bagai langit dan bumi, salah satu senang makanan yang segar berbau darah, sementara ikan lainnya memilih makan alami.

Untuk makanan ikan piranha beberapa kali sudah dibahas di ata, tapi sayangnya belum spesifik. Nah, sebagai ikan yang tergolong omnivore sekaligus predator, tentu saja ikan piranha akan lebih menyukai makanan yang berbau daging. Ada beberapa mitos yang mengatakan bahwa piranha bisa memakan manusia dan hewan besar.

Tentu saja itu bohong. Piranha tidak menyukai manusia atau hewan-hewan besar sebagai makanan mereka. Biasanya, mereka akan memakan binatang yang berada di sekitar mereka alih-alih mencari mangsa besar. Sebut saja seperti serangga, cacing, katak, udang, dan beberapa hewan lainnya.

Sementara jika nantinya Anda ingin memelihara ikan piranha dalam akuarium, beberapa variasi makanan dari jenis hewan lain seperti bayi tikus putih, ulat hongkong, jentik nyamuk, ikan ekor kuning, ikan tombro, atau ketika ingin memberi tumbuhan Anda bisa memberi makan dengan potongan daun bayam dan zucchini. Ikan jenis ini juga akan lebih menyukai makanan-makanan yang masih segar dan belum berbau.

Ketepatan memberi makan sesuai dengan waktu yang seharusnya juga patut dipahami. Hal ini karena ikan piranha jika sudah kelaparan, bisa berubah sangat agresif dan menyerang sesamanya. Anda pastinya tidak ingin, ikan hias kesayangan berkurang sedikit demi sedikit karena saling menyerang, bukan?

Perbedaan ikan piranha dan ikan bawal jelas terlihat pada makanannya. Jika piranha cenderung pemilih, ikan bawal justru termasuk ikan yang pemakan segalanya, jadi jangan heran jika banyak yang membudidayakan ikan bawal karena perawatan dan pakannya yang murah dan mudah didapatkan. Tidak hanya sekadar memberi pakan pelet, lho!

Ikan bawal bahkan bisa memakan makanan yang berbahan makanan manusia seperti tahu, tempe, roti tawar, hingga telur asin. Selain itu juga bisa Anda berikan cicak, salmon yang dipotong-potong, kelapa sawit, irisan cumi-cumi, jeroan ayam, keong sawah, yuyu, dan masih banyak lainnya. Bahkan, beberapa orang memberi sisa makan manusa sebagai makan ikan bawal mereka.

6. Bentuk Gigi

Perbedaan kedua ikan ini ada pada bagian rahangnya. Ikan bawal memiliki rahang bawah yang hampir sama dengan rahang atas. Ikan bawal tersebut juga memiliki ikan yang cukup tajam, bahkan bisa memutus tali pancing yang digunakan oleh pemancing walau rahangnya kecil. Jadi jangan heran, jika Anda kemudian sulit untuk memancing ikan bawal.

Untuk ikan piranha, memang rahangnya didesain untuk menyobek. Rahang atas dan rahang bawah ikan memang berbeda, bahkan cenderung lebih besar rahang bawah yang berbentuk sudut. Struktur giginya dibilang mirip manusia karena besar dan tajam, mirip gergaji hingga sanggup merobek daging, bukan sekadar tali pancing lagi.

Ikan bawal memang sangat mudah ditemukan di pasar-pasar di Indonesia karena memiliki banyak peminat untuk dikonsumsi. Berbeda dengan ikan piranha yang cukup asing dijadikan santapan bagi orang Indonesia. Namun, berbeda di kalangan orang Brazil yang biasa makan ikan piranha sebagai santapan mereka.

Tips dan Cara Memelihara Ikan Piranha dan Ikan Bawal

Apabila Anda nanti memiliki minat untuk memelihara atau membudidayakan ikan piranha atau ikan bawal, sebaiknya memperhatikan tips berikut. Seperti menjaga ketenangan air dalam kolam atau akuarium jika memelihara piranha. Ini karena ikan piranha sangat mudah stress dan termasuk sebagai ikan yang penakut.

Selain itu juga sebaiknya Anda menjaga suhu air, jangan sampai kemudian menjadi lebih panas karena ini juga bisa menjadi alasan ikan menjadi stress. Walau termasuk ikan yang mudah beradaptasi dengan lingkungan baru, ikan piranha juga perlu diperhatikan kebersihan akuariumnya dan menyingkirkan makanan yang sudah membusuk di dalamnya.

Apabila ingin membudidayakan ikan bawal, sebaiknya Anda memperhatikan indukan karena ini lah yang terpenting. Hindari memilih indukan yang cacat, pastikan setidaknya indukan sudah berumur 3 tahun, memiliki berat kurang lebih 2 kg, warna kulih yang kemerahan tanda segar, dan perut terasa berisi dan kasar apabila diraba.

Baca Juga: Cara Budidaya Ikan Bawal di Ember, Kolam dan Sawah

Nah, itu lah tadi ulasan perbedaan ikan piranha dan ikan bawal yang lengkap untuk Anda. Semoga informasi di atas bisa menambah pengetahuan Anda dan semakin mudah mengenali kedua jenis ikan tersebut. Mengingat keduanya adalah ikan dengan gigi tajam, utamakan keselamatan dan kehati-hatian ketika berinteraksi langsung. Semoga beruntung!

Written by Portal Hewan