in

20 Cara Memelihara Ikan Koki di Aquarium dan Tanpa Oksigen

Memelihara Ikan KokiIkan koki adalah jenis ikan hias yang sangat digemari. Begitu banyaknya permintaan ikan hias ini, membuat banyak orang ingin menjadi peternak ikan koki. Namun, sebelum memutuskan untuk beternak ikan jenis ini, ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan dalam memelihara ikan koki.

Cara Memelihara Ikan Koki, Cara Merawat Koki, Rawatan Koki Harian

Memelihara koki bagi pemula tidak bisa sembarangan dilakukan. Karena caranya pun akan berpengaruh pada pertumbuhan dan perkembangan ikan tersebut. Anda harus tahu bagaimana menjaga ikan ini agar tidak mati serta langkah-langkah perawatannya. Demmikian juga tentang bagaimana harus memberikan pakan pada ikan tersebut.

Cara Memelihara Ikan Koki di Aquarium

Bagi peternak ikan, hal yang paling ditakutkan adalah kematiannya. Sering terjadi, ikan koki mati secara bersamaan dan dalam jumlah yang besar. Hal ini tentu saja akan menimbulkan kerugian besar bagi pemiliknya. Bisa dibayangkan berapa kerugian yang dialami apabila hal ini terjadi.

Untuk itu, sangatlah penting bagi pemelihara ikan koki baik itu peternak maupun penggemar untuk mengetahui apa saja yang menyebabkan ikan peliharaannya bisa mati. Hal ini dimaksudkan agar bisa mengantisipasi dan mencegahnya, sehingga kematian ikan koki tidak berkelanjutan dan bisa segera dicari penyebabnya.

1. Menjaga Ikan dari Serangan Penyakit

Pada dasarnya, ikan sangat rentan terhadap penyakit terutama oleh serangan virus yang disebut KHV. Virus ini bisa menular dengan sangat cepat. Apabila ada salah satu ikan koki terjangkit virus ini, maka dengan cepat ikan yang lain akan tertular. Dalam hal ini para pemelihara atau peternak ikan koki harus jeli mengetahui apakah ikan peliharaannya sakit atau tidak.

Ada beberapa gejala yang ditunjukkan oleh ikan koki yang sedang sakit. Biasanya ikan tersebut akan kehilangan nafsu makannya. Hal ini bisa dilihat dari sisa makanan yang diberikan, selalu ada sisa dalam jumlah pemberian makan yang seperti biasanya. Ikan koki juga akan kelihatan malas bergerak. Ikan jadi jarang sekali sekali berenang ke permukaan dan lebih senang diam di dasar air.

Selain itu, gejala ikan koki yang sedang sakit bisa dilihat dari pernafasan dan denyut insang yang lebih cepat. Pada pangkal ekor dan perut bawah serta dada, teksturnya juga akan terlihat lebih kasar seperti berpasir. Ikan ini juga akan mengeluarkan lendir yang terus menerus dari insangnya dan melekat di situ. Keadaan ikan tersebut bila dibiarkan akan mengakibatkannya mati.

Apabila gejala-gejala tersebut ditemukan, bisa dipastikan ikan koki sedang sakit. Langkah pertama adalah segera pindahkan ikan dan karantina di tempat terpisah. Hal ini bertujuan untuk mencegah menularnya penyakit pada ikan-ikan lainnya.

2. Menjaga Suhu Air Tempat Ikan Dipelihara

Selain karena penyakit, hal yang harus  diperhatikan dalam memelihara ikan koki adalah suhu air. Keadaan suhu air akan sangat berpengaruh pada kesehatan ikan koki. Biasanya ikan akan menunjukkan gejala sakit pada suhu air berkisar pada suhu tertentu. Untuk itu, para pemelihara atau peternak harus memperhatikan suhu air tempat ikan koki dipelihara.

Untuk menghindari kematian pada ikan koki karena suhu, bisa dilakukan dengan manipulasi air yaitu meningkatkan suhu air agar berada pada suhu diatas 26 derajat celcius. Hal ini dilakukan pada kolam ikan koki yang sakit. Pada suhu ini bakteri dan virus yang terdapat pada air tidak bisa hidup.

Setelah itu, suhu bisa diturunkan secara bertahap sampai pada suhu normal air. Sedangkan untuk suhu secara umum untuk memelihara ikan koki adalah 20-25 derajat Celsius.

3. Ukuran Aquarium Sesuai dengan Jumlah yang Dipelihara

Memperhatikan perbandingan ukuran aquarium dengan jumlah ikan juga faktor yang harus diperhatikan dalam memelihara ikan koki. Aquarium yang diisi ikan terlalu banyak hingga terlalu padat, akan mengakibatkan terbatasnya ruang gerak ikan. Aquarium yang terlalu padat juga mengakibatkan berkurangnya oksigen larut yang dibutuhkan ikan koki untuk bernafas.

4. Perhatikan Saat Ada Ikan Baru

Hal lain yang harus diperhatikan agar ikan koki tidak cepat mati adalah penambahan ikan baru. Apabila ingin menambahkan ikan baru ke dalam aquarium, sebaiknya karantina dulu di tempat terpisah dengan campuran 20% air dari aquarium lama. Hal ini agar ikan koki baru tidak bergerak agresif saat dicampur dengan ikan yang lama. Sedangkan pergerakan agresif ikan baru akan membuat stres ikan lama yang berakibat kematian.

5. Sediakan Gelembung Udara

Ikan jenis koki sangat butuh sekali akan kehadiran gelembung udara. Maka dari itu sediakan alat pembuat gelembung udara dalam aquarium, contohnya saja air pump. Air pump dapat anda dapat anda cari dan beli di toko ikan.

6. Berilah Pakan Yang Cukup

Pakan yang cukup yaitu memberi jangan terlalu berlebihan. Jika pemberian pakan berlebihan maka ikan akan agresif, aquarium keruh dan banyak kotoran.

7. Memasang Filtrasi

Filtrasi sangat bermanfaat untuk membersihkan sisa-sisa makanan dan kotoran ikan. Jika banyak kotoran menumpuk dan kita tidak memasang filtrasi maka dapat menimbulkan penyakit, contohnya saja jamur.

8. Menguras Air Aquarium

Air aquarium jika tidak dikuras akan berdampak kurang baik bagi ikan koki yang kita pelihara. Sebaiknya menguras air aquarium 1 – 2 minggu sekali, maksimal dalam bulan1 sekali.

Langkah Awal Pemeliharaan Ikan Koki

Memelihara ikan koki harus memperhatikan beberapa hal dan tahapan, agar ikan bisa tumbuh dengan baik dan sehat seperti yang diinginkan. Apabila tidak mengikuti langkah-langkah yang seharusnya, banyak kemungkinan terjadi. Selain itu mengakibatkan ikan tidak bisa tumbuh dan berkembang sesuai harapan.

Selain itu ikan juga dapat terserang penyakit, bahkan bisa berakibat ikan koki mati. Sedangkan beberapa langkah penting yang harus jadi perhatian di sini adalah sebagai berikut.

1. Pemilihan Bibit Dengan Benar

Adapun langkah awal dalam memelihara ikan koki adalah pemilihan bibit. Memilih bibit ikan tidak mudah, harus benar-benar diperhatikan apakan bibit ikan tersebut baik dan sehat atau tidak. Memilih bibit yang sehat pun juga tidak mudah. Sebaiknya, dalam membeli bibit ikan koki anda memilih tempat yang memang bagus dan sudah mendapat rekomendasi yang bisa dipercaya.

Adapun ciri-ciri bibit ikan koki yang bagus adalah memiliki warna yang seimbang di bagian mulut dan perut sampai ekor.  Selain dari warna ikan, memilih bibit ikan koki yang bagus dan sehat bisa dilihat dari gerakan ikan yang sedang berenang.

Apabila ikan bergerak dengan lincah, sirip ikan tidak terkulai atau terlihat lemas, berarti ikan koki dalam kondisi sehat. Memilih bibit ikan juga sebaiknya juga yang sempurna bentuk tubuhnya. Apabila ikan cacat, misalnya tidak memiliki salah satu sirip, sebaiknya tidak usah dibeli.

2. Menyiapkan Tempat yang Tepat dan Nyaman

Selain memilih bibit ikan, langkah awal yang harus dipersiapkan dalam memelihara ikan koki adalah kolam atau tempat ikan. Tempat sangat penting karena disanalah ikan akan tumbuh dan berkembang. Ikan koki tidak bisa hidup di sembarang tempat. Disarankan, memelihara ikan jenis ini di kolam yang terawat.

Adapun syarat yang harus diperhatikan dalam pemilihan tempat ikan koki adalah, kolam sebaiknya luas dan memiliki kedalaman yang cukup, sekitar 60-80 sentimeter. Disamping itu, dengan kedalaman yang cukup, yaitu sekitar 60-80, sentimeter akan melindungi ikan koki dari predator.

Tidak disarankan memelihara koki pada kolam yang masih baru. Terlebih bila kolam itu terbuat dari semen ataupun cat. Semen dan cat akan memberikan aroma yang bisa menyebabkan kematian pada ikan.

Apabila kolam masih baru, sebaiknya diisi air dan diendapkan selama 1-2 minggu dengan mengganti air secara berkala untuk menghilangkan kandungan bahan kimia yang ada dalam semen atau cat.

 3. Perhatikan Sumber Air

Hal lain yang merupakan langkah awal dalam memelihara ikan koki adalah sumber air. Air memegang peran penting bagi kelangsungan hidup ikan tersebut. Yang harus diperhatikan dalam pengadaan air adalah suhu dan juga ph / tingkat keasaman air.

Ikan koki dapat hidup pada suhu  air yang rendah maupun hangat. Keadaan suhu air ini akan mempengaruhi nafsu makan ikan koki.

Selain suhu, ph air juga harus diperhatikan. Air yang memiliki kandungan asam terlalu  tinggi akan menjadi racun bagi ikan yang menyebabkan kematian ikan koki. Dalam hal ini usahakan tingkat keasamannya tidak berlebihan. Apabila tingkat keasaman air berlebihan sebaiknya tidak digunakan untuk memelihara ikan koki dan harus segera diganti.

4. Memperhatikan Kualitas Pakan

Kualitas pakan sangat berpengaruh terhadap proses pertumbuhan koki, terutama anakan. Jangan memberikan pakan asal-asalan karena dapat menghambat proses pertumbuhan.

Cara Memelihara Ikan Koki Tanpa Oksigen

Tidak semua peternak ikan memiliki dana yang cukup untuk membeli sebuah akuarium atau sejenisnya. Itu dikarenakan harga yang cukup mahal sehingga harus ada alternatif lain untuk memelihara ikan koki, khususnya dalam jumlah besar. Pilihan lain adalah dengan membuat sendiri kolam tanah yang dilapisi semen atau cat.

Tetapi pembuatan kolam ini juga harus memperhatikan beberapa hal. Yang utama adalah, kandungan oksigen harus cukup untuk kebutuhan ikan. Memenuhi kebutuhan oksigen bisa dengan menggunakan alat filter. Tetapi bagaimana jika filter juga tidak tersedia? Bagaimana cara memenuhi kebutuhan oksigen dalam kolam biasa?

1. Pembuatan Kolam

Yang harus diperhatikan pertama kali pada pembuatan kolam ikan agar kebutuhan oksigen terpenuhi adalah, kolam harus dibuat sesuai habitat ikan. Ikan koki di alam bebas biasa hidup di dalam sungai yang mengalir dan memiliki aliran sungai yang cukup deras. Untuk itu pembuatan kolam ikan harus memenuhi beberapa unsur untuk memenuhi kebutuhan oksigen yang dibutuhkan ikan.

Yang pertama, kolam dibuat dengan luas yang cukup dan kedalaman sekitar 60-80 cm. Selain itu, sebaiknya tidak mengisi kolam dengan jumlah ikan yang terlalu banyak. Semakin banyak ikan, semakin banyak oksigen yang dibutuhkan. Apabila kolam terlalu padat, otomatis kebutuhan oksigen juga tidak terpenuhi.

Kedalaman kolam ikan juga harus diperhatikan bila ingin memelihara ikan koki dalam kolam tanpa oksigen. Kolam dengan kedalaman cukup juga dapat memenuhi kebutuhan oksigen yang diperlukan. Selain itu, apabila kolam terlalu dangkal, ikan lebih rentan oleh ancaman predator seperti burung, ular, dan binatang lainnya.

2. Perhatikan Unsur Airnya

Pembuatan kolam ikan koki tanpa oksigen harus memperhatikan unsur  air yang dimasukkan ke dalam kolam. Air yang digunakan harus sehat untuk menjaga kesehatan ikan yang dipelihara. Unsur dalam air seperti derajat keasaman air, kandungan oksigen, dan ph harus sesuai dengan yang dibutuhkan ikan. Air yang mengandung klorin, amonia, nitrat, fosfat dan tembaga tidak baik untuk ikan koki.

3. Usahakan Berada  di Tempat Terbuka

Memelihara ikan koki di kolam tanpa oksigen juga sebaiknya di tempat terbuka dan mendapatkan cukup sinar matahari. Sinar matahari diperlukan untuk menurunkan bau air yang disebabkan udara dan pengaruh air hujan. Sinar matahari juga dibutuhkan untuk menghilangkan warna hijau yang disebabkan oleh alga booming yang biasa tumbuh di kolam.

4. Letakkan Bebatuan Pada Kolam

Hal lain yang dapat dilakukan apabila memelihara ikan koki dalam kolam tanpa oksigen adalah dengan meletakkan beberapa jenis bebatuan dalam kolam ikan. Bebatuan ini membantu menjaga kondisi air dalam kolam tetap jernih dan tidak keruh. Bebatuan juga bisa membantu sirkulasi udara dalam kolam, sehingga kebutuhan oksigen terpenuhi.

Mengenal Sumber Air Untuk Memelihara Ikan Koki

Sudah disebutkan di atas, kondisi air sangat berpengaruh bagi kelangsungan hidup ikan koki. Untuk itu, dalam memelihara ikan ini harus diperhatikan air yang akan digunakan. Ada beberapa sumber air yang bisa digunakan dalam pemeliharaan tersebut. Tetapi sebelum menggunakan, sebaiknya diketahui sifat dan kandungan masing-masing sumber air.

1. PDAM

Yang pertama adalah air ledeng atau air yang berasal dari PDAM. Air dari PDAM biasanya mempunyai ph sekitar 69-71 dalam kondisi normal. Sebelum disalurkan, air yang berasal dari PDAM sudah terlebih dahulu disterilkan dengan menggunakan klorin. Klorin bias dicampurkan dalam air untuk membunuh bakteri dan kuman yang terdapat dalam air. Selain itu, klorin juga bersifat sebagai penjernih air.

Karena pemberian klorin ini, otomatis air PDAM bersifat steril, bebas kuman, dan tidak satupun mikroorganisme yang bisa hidup dalam air. Air seperti ini tidak baik bila digunakan untuk memelihara ikan koki. Klorin yang terkandung dalam air akan menyebabkan iritasi pada sisik  ikan hingga insang. Bila hal ini dibiarkan, ikan koki akan kehilangan nafsu makan dan lama-lama bisa mati.

Air PDAM juga mengandung senyawa logam yang tinggi hingga 100 kali lipat dari air biasa. Hal ini dikarenakan proses  penyaluran air melalui pipa ledeng yang terbuat dari logam. Bila ingin menggunakan air PDAM untuk memelihara ikan koki, sebaiknya air diendapkan dulu selama  tiga hari dengan menggunakan water conditioner yang berguna untuk menetralkan kandungan klorin dalam air.

2. Air Sumur

Sumber air yang kedua adalah air sumur. Kandungan unsur dalam air sumur berbeda-beda tiap daerah, tergantung kondisi tanah di sekitarnya. Biasanya air yang keluar dari dalam tanah memiliki kandungan karbondioksida yang lebih tinggi sementara kandungan oksigen yang lebih sedikit. Kondisi air yang seperti ini juga tidak baik untuk tempat hidup ikan koki, karena ikan membutuhkan oksigen untuk bernafas.

Apalagi bila sumur itu terletak di daerah perumahan penduduk. Biasanya sumur dibuat tidak jauh dari lokasi septic tank. Air dari septic tank bisa merembes lewat dltanah dan bercampur dengan air sumur. Bila air ini digunakan untuk memelihara ikan koki, bakteri yang berasal dari rembesan septic tank bisa membuat ikan koki sakit. Sebelum digunakan dalam proses budidaya koki ini, sebaiknya air disterilkan dulu dari bakteri.

3. Air Sungai Hasil Irigasi

Sumber air lainnya adalah air sungai yang berasal dari irigasi / waduk. Menggunakan air dari sungai untuk memelihara ikan koki memiliki keuntungan, karena air bisa terus berganti sehingga kandungan oksigen tetap terjaga. Yang harus diperhatikan sebelum menggunakan air untuk memelihara ikan koki adalah ph air, suhu, derajat keasaman serta kandungan lain yang terdapat dalam air.

Cara Pemberian Pakan Untuk Ikan Koki

Makanan memegang peranan penting dalam pertumbuhan dan perkembangan ikan koki. Pada dasarnya, makanan ikan harus memenuhi semua zat nutrisi yang dibutuhkannya, seperti karbohidrat, protein, lemak dan mineral. Nah, berhubungan dengan itu maka penting bagi Anda mengenali tips dalam pemberian pakan tersebut.

1. Mengenal Jenis Makanan Ikan Koki

Makanan ikan koki ada dua macam, yaitu makanan alami dan makanan buatan. Makanan alami ikan koki adalah udang, cacing, ulat, serangga, dan beberapa jenis tumbuhan alga. Ikan koki juga menyukai buah-buahan tertentu. Apel dan jeruk adalah beberapa buah yang biasa diberikan pada ikan koki.

Selain makanan alami, ikan koki juga bisa diberikan makanan tambahan. Makanan tambahan ini berguna untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya yang mungkin tidak terpenuhi bila hanya diberikan makanan alami. Makanan tambahan bisa berupa pelet yang bisa didapatkan di toko-toko pakan ternak.

Pelet sendiri ada dua macam, yakni singking dan floatis. Singking adalah pelet yang bias tenggelam, dan floatis, yaitu pelet yang mengapung. Untuk merknya tentu saja ada berbagai jenis di pasaran yang bisa anda dapatkan. Tinggal pilih saja mana yang sesuai kebutuhan. Biasanya pelet ini memiliki kelebihan dan fungsi masing-masing saat dikonsumsi.

2. Ikan Koki Tidak Bisa Terlalu Kenyang

Dalam hal ini perlu diketahui juga bahwa ikan koki tidak bisa makan terlalu kenyang. Ikan akan berhenti makan bila merasa sudah kenyang. Jadi dalam memberikan makanan jangan terlalu berlebihan. Karena bila berlebihan, sisa makanan yang tidak dimakan bila dibiarkan dalam air akan berubah menjadi amonia yang berbahaya bagi ikan.

3. Kesalahan dalam Pemberian Pakan

Beberapa kesalahan yang biasa dilakukan saat memberi makan pada ikan koki adalah, yang pertama memberi makan terlalu banyak yang mengakibatkan kematian ikan koki. Kedua adalah penggantian makanan yang tiba-tiba. Apabila ingin mengganti jenis makanan sebaiknya dilakukan bertahap, yaitu  dengan memberikan makanan lama dengan jumlah dikurangi dan ditambah dengan makanan yang baru. Jika koki sudah beradaptasi, maka anda bisa mulai menggunakan pakan yang baru sebagai pakan utama.

Memelihara ikan koki memang merupakan aktivitas yang sangat menjanjikan. Ikan koki yang semakin banyak digemari dan juga harganya  yang cukup mahal membuat banyak orang mencoba keberuntungan dengan berbisnis ikan koki. Apapun itu, semua harus memperhatikan langkah-langkah dan segala hal yang berhubungan dengan ikan tersebut, apabila ingin berbisnis ikan koki.

Baca Juga: Hama dan Penyakit Ikan Koki Serta Cara Mengatasinya

Di samping itu memelihara ikan koki memang tidak mudah. Semua membutuhkan ketelatenan dan kesabaran. Tetapi seperti pepatah, tidak ada hal yang tidak mungkin bila semua dilakukan dengan sungguh-sungguh. Demikian juga dengan memelihara ikan koki, butuh kesabaran dan kesungguhan untuk mencapai hasil yang diinginkan. Bila semua sudah dilakukan, tinggal memetik hasilnya.

Written by Portal Hewan