in

15 Hama dan Penyakit Ikan Koki Serta Cara Mengatasinya

Hama dan Penyakit Ikan KokiIkan koki merupakan ikan yang umumnya banyak dipelihara oleh pecinta ikan hias. Mereka dipelihara di akuarium maupun di kolam ikan. Ikan ini terbilang sangat menarik dan cukup mudah sebenarnya di pelihara. Hanya saja ada beberapa hama dan penyakit ikan koki yang bisa menyerangnya kapan saja.

Penyakit Koki, hama Ikan Koki, Bakteri Ikan Koki, Jamur Ikan Koki

Akan sangat tidak enak dipandang mata jika ikan bergerak lambat atau pasif karena terjangkit hama atau menderita penyakit tertentu. Penyakit ikan koki banyak disebabkan oleh kelalaian sang pemelihara atau ketidakcocokan perawatan. Demikian pula serangan berbagai hama. Lalu, apa saja hama dan penyakit tersebut dan Bagaimana pengobatannya? Simak ulasannya berikut ini.

Hama Ikan Koki Yang Mengancam

Ada beberapa jenis hama yang bisa mengancam kehidupan ikan koki anda. Sebisa mungkin harus dilakukan pencegahan untuk mengantisipasinya. Jika sudah terlanjur, pastikan melakukan penanganan yang tepat untuk memusnahkan berbagai macam hama tersebut.

1. Bebeasan

Bebeasan merupakan salah satu hama yang cukup berbahaya bagi ikan koki. Dalam hal ini untuk mencegah hama tersebut hidup satu habitat dengannya, maka anda bisa memasang saringan halus pada pintu masuknya air. Sedangkan untuk pemberantasannya cukup memercikan minyak tanah pada permukaan kolam ikan koki anda.

2. Ucrit

Kalau hama yang satu ini tidak cukup dengan menutup saluran air saja. Anda juga perlu melakukan pembersihan lingkungan sekitar habitat ikan dari berbagai macam material organik yang ada. Sedangkan bagi yang terlanjur mendapati ucrit masuk ke kolam, anda bisa melakukan pengangkapan manual. Hal ini bisa dilakukan menggunakan serokan dan bisa juga dengan jaring halus.

3. Linsang

Jika anda masih asing dengan nama ini, perlu diketahui bahwa linsang merupakan pemakan ikan. Mengingat kerakusan hewan tersebut maka anda harus lebih berhati-hati. Apalagi jika kolam ikan koki berada di dekat rawa atau sungai. Sedangkan pencegahan yang bisa dilakukan adalah memasang pagar pada kolam. Berikan penerangan juga pada kolam di malam hari untuk mengantisipasi serangan.

4. Kepiting dan Belut

Kedua hama ini juga sangat berbahaya bagi ikan. Pasalnya keduanya sama-sama biasa menjadi predator sehingga sangat penting untuk diwaspadai keberadaannya. Untuk masuk ke kolam, hama ini pada umumnya akan merusak dan menjebolkan tanggul. Nah, untuk memberantasnya, anda bisa melakukan pemancingan belut dan kepiting tersebut.

5. Ular dan Kodok

Kalau untuk dua hama ini pada umumnya lebih pada pemangsaan benih ikan. Pada dasarnya, pencegahan untuk kedatangan kedua hama tersebut sangat klasik. Anda bisa melakukan penangkapan ular secara langsung dalam hal ini.

Sedangkan untuk mencegah kodok memangsa benih ikan koki, pastikan selalu menjaga kebersihan kolam dan lingkungan sekitarnya. Jangan lupa juga rajib membersihkan telur kodok yang anda temukan di sekitar kolam ikan.

Penyakit Ikan Koki Paling Membahayakan

Selain hama, jangan lupa bahwa koki juga bisa terancam oleh berbagai macam penyakit. Sumber penyakit ini pun sangat variative sehingga pengobatannya juga berbeda-beda. Tentunya para pemelihara ikan koki sangat penting mengetahui hal tersebut. Lalu, apa saja jenisnya? simak daftarnya di bawah ini,

1. Cacing Jangkar

Cacing jangkar ini bernama Latin Lernaea. Parasit ini sangat mudah dilihat dengan kasat mata dan biasanya menempel pada insang atau bagian luar tubuh. Cacing ini bekerja dengan menghisap cairan tubuh sehingga tubuh koki menjadi kurus dan badannya lemah.

Bila tidak segera diatasi, ikan akan makin lemas dan mati. Parahnya lagi, cacing jangkar ini mudah berkembang biak, jadi jika satu ikan telah terjangkit parasit ini, maka seluruh ikan di kolam akan cepat terjangkit pula.

Lernaea menempel sangat kuat sehingga untuk mengambilnya diperlukan bantuan pinset. Mencabuti cacing jangkar dengan pinset bisa dilakukan jika ikan kokinya berjumlah sedikit. Setelah dicabuti, cacing jangkar akan meninggalkan bekas luka. Sebaiknya diolesi dengan menggunakan obat merah.

Namun apabila yang terjangkit cacing jangkar adalah ikan yang berjumlah banyak, anda tidak mungkin mencabuti cacingnya satu persatu. Lebih baik gunakan pengobatan seluruh kolam yang menggunakan larutan Dipterex atau formalin.

Gunakan larutan yang berkonsentrasi 25 ppm untuk memandikan ikan yang terjangkit cacing jangkar selama 10 menit. Lakukan dan ulangi proses ini hingga 2-3 kali dalam 2 hari sekali.

2. Bintik Putih

Bintik putih atau “White Spot” umumnya menyerang semua permukaan kulit ikan koki yang diawali dengan bintik putih di bagian permukaan tubuh. Kemudian bintik putih ini meluas ke bagian insang, sirip atau bagian tubuh lainnya. Penyakit bintik putih ini disebabkan oleh kuman jenis protozoa Ichthyophthirius multifiliis dan biasanya menyerang ikan yang di akuarium. Penampakan penyakit ini seperti bedak putih yang ditaburkan ke seluruh badan ikan.

Di awal terjangkit penyakit ini, ikan koki tampak lebih kurus karena kuman menyerap cairan tubuh. Namun lama kelamaan ikan penderita akan mati. Jika ikan anda tampak berbintik putih, segera lakukan pengobatan secara dini.

Tambahkan 0.5 gram Methylene blue dalam per 1 ton air. Kemudian naikkan suhu air kolam beberapa derajat diatas suhu awal. Cara ini diketahui efektif membunuh kuman dan menyembuhkan bintik putih

3. Jamur di Batang Insang

Penyakit ini mempunyai gejala nafsu makan berkurang dan insannya bergerak lambat karena ikannya malas menggerakkan. Hal ini disebabkan jamur tumbuh di batang insang. Jamurnya akan tumbuh dengan cepat jika diberi pakan secara berlebihan dan kondisi kolamnya kotor serta suhunya terlalu panas.

Untuk mengatasi penyakit ini cukup mudah. Silakan rendam ikan koki yang terjangkit penyakit ke dalam larutan Green F dan air. Komposisinya 10 liter air dicampur dengan 0,1 gram Green F. Selain Green F, Anda juga bisa melarutkan 10 liter air dengan satu sendok teh Aureomycin. Rendam semua koki yang sakit dengan durasi yang disesuaikan pada kemasan obat

4. Kapas Putih

Ikan koki yang terluka sangat rentan terkena penyakit yang disebabkan jamur Saprolegnia. Umumnya jamur ini tumbuh dalam air kolam yang kotor. Jika jamur sudah tumbuh di satu bagian, maka ia akan menyebar ke seluruh permukaan tubuh ikan yang terluka.

Segera lakukan pengobatan sebelum menyebar dengan menggunakan garam dapur yang berkonsentrasi 1,5-2,5% dengan metode pencelupan. Selanjutnya buang bulu-bulu halus dari jamur dengan menggunakan olesan obat merah pada kapas. Pada tahap akhir, ikan koki yang sakit ini dimandikan dengan larutan Monafuracin.

5. Sirip dan Ekor Membusuk

Bakteri yang berperan dalam pembusukan sirip dan ekor ikan koki ini adalah bakteri Aeromonas hydrophila. Bakteri ini menempel pada bagian tubuh ikan yang terluka, kemudian menyebabkan infeksi cepat berkembang dan menyebar.

Awalnya sirip ikan ini tampak berwarna suram, lama kelamaan sirip ini akan membusuk dan meninggalkan luka berdarah yang membekas. Jika air kolam ikan koki Anda buruk, penyakit ini akan sering terjadi.

Oleh karena itu, gantilah seluruh air di kolam ikan dengan air yang baru. Kemudian bersihkan juga filter air jika Anda memeliharanya di akuarium. Filter yang kotor bisa menjadi sarang bakteri dan penyakit. Setelah mengganti dengan air bersih dan membersihkan filter, gunakan antibiotik umum yang sering dijual bebas di apotik, seperti PK, Tetrasiklin, Methylene Blue, Amoksilin dan lain-lain.

Anda juga bisa mencampurkan Nitrofurazon, Kloramin, atau Fenoksietanol sebanyak 1 gram pada pakannya. Jika ingin memakai antibiotik yang lebih alami, Anda bisa menggunakan bawang putih yang diparut dan diperas. Bawang putih dikenal mengandung senyawa allicin yang berfungsi membunuh bakteri.

Lakukan pengobatan secara berulang dan rutin hingga sembuh. Hal ini dikarenakan jika sirip atau ekor yang busuk sudah sangat parah, maka dokter hewan akan memutuskan untuk segera dipotong.

6. Dropsy

Bakteri penyebab dropsy adalah myo bakteri, aeromonas, atau parasit tertentu seperti Hexamita. Penyakit ini menyebabkan sisik ikan mengelupas sekaligus terjadi pembengkakan pada jaringan tubuh si ikan. Hal ini mengakibatkan ikan koki menjadi susah berenang dan juga mengalami sesak nafas.

Perutnya juga tampak membesar karena bengkak oleh penyakit. Pembengkakan ini membuat ikan tampak seperti hamil dan membuat siripnya berdiri.

Pembengkakan pada perut ikan koki disebabkan oleh menumpuknya cairan atau juga bisa disebabkan oleh lendir yang berlebihan dalam rongga tubuh ikan. Untuk mengatasinya gunakan larutan anti bakteri atau garam dapur yang dimasukkan ke dalam kolam. Supaya hasilnya lebih optimal, Anda bisa menambahkan asam oksilin yang dicampurkan dalam pakan ikan.

7. Aeromonas

Penyakit pada ikan koki ini menimbulkan luka pada bagian luar tubuh si ikan. Bekas luka yang ditimbulkan tampak mirip botok pada manusia dan berwarna merah. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Aeromonas hydrophila dan bisa menyebabkan kematian jika tidak segera diobati.

Pengobatan dilakukan dengan menggunakan antibiotik seperti tetracycline tablet atau amoxicillin ukuran 500 mg dengan dosis 1 tablet untuk sehari. Anda berikan setengah tablet untuk pagi dan setengah lainnya untuk sore. Antibiotik ini berfungsi sebagai mencegah infeksi bakteri dan mengobati luka dengan cepat.

Selain itu Anda bisa menggunakan garam ikan sebanyak 3 kilogram per ton air supaya meringankan kerja metabolisme ikan dan insang pada ikan yang sakit. Jangan lupa untuk mengganti air sehari sekali sebanyak setengahnya, kemudian ulangi pengobatan ini hingga tiga hari.

8. Luka Tergores

Luka ini biasanya disebabkan oleh ulah ikan koki sendiri. Mereka terluka akibat tersenggol ornamen kolam saat berenang atau melompat keluar kolam. Yang bisa kita lakukan hanyalah mencegah infeksinya supaya tidak berefek buruk pada kesehatan ikan koki. Bagaimana caranya? Segera obati ikan koki dengan cara direndam pada larutan Monafuracin dan lakukan hal ini selama 4-5 hari.

9. Cacing Kulit

Apabila ikan koki sering menggosok-gosokkan badannya ke benda keras dalam kolam itu artinya dia sedang terkena cacing kulit. Hama dan penyakit ikan koki ini disebabkan cacing jenis Gyrodactylus sp. Meski tampak sangat kecil, cacing ini mampu menyebabkan gatal-gatal di seluruh tubuh ikan.

Ikan koki ‘menggaruknya’ dengan menggosokkan badannya ke permukaan kolam yang kasar. Gesekan ini berakibat timbulnya luka pada tubuh ikan sehingga bisa menyebabkan infeksi. Mengusir cacing ini dari tubuh si ikan sangat gampang. Siapkan larutan 10 liter air anti parasit seperti Malachite Green 2% selama 10 menit saja.

10. Mulut Berjamur

Hama dan penyakit ikan koki ini disebabkan oleh bakteri Flexibacter Columnaris. Mulut ikan koki akan kelihatan putih seperti kena jamur jika terjangkit bakteri ini. Penyakit ini bisa menular, jika ikan Anda yang terkena segera pindahkan ke dalam kolam lain untuk perawatan.

Kolam perawatannya diisi dengan air bersih dengan ditaburi garam maksimal 10% dari volume air seluruhnya. Jangan lupa seluruh peralatan yang digunakan disterilisasi terlebih dahulu dengan menggunakan cairan nifurpirinol atau fenoksietanol.

11. Kutu Ikan

Kutu yang menyerang ikan koki ini berbentuk pipih yang berwarna abu-abu muda dan termasuk golongan spesies udang renik. Nama latin kutu ini Argulus sp. dan berukuran 8 – 12 milimeter pada diameternya. Kutu ikan ini kasat mata karena ukurannya yang cukup besar.

Apabila kutu ini menempel satu dua pada ikan koki, anda bisa mencabutnya dengan menggunakan pinset dan mengobati bekasnya dengan obat merah. Namun jika kutu sudah menyerang seluruh ikan di kolam, Anda harus serius menanganinya dengan menyiapkan larutan pengobatan.

Siapkan Diphterex 0,5-1,0 ppm dan masukkan dalam kolam, rendam seluruh ikan koki yang berkutu selama 24 jam. Selain bahan tersebut, gunakan garam dapur sebanyak 2-3% untuk perendaman selama 10-15 menit.

Pelaksanaan perendaman harus sangat hati-hati karena jika tidak, kutu pada koki akan semakin banyak. Bahan kimia lain yang bisa digunakan untuk membasmi kutu ikan adalah larutan Dylox, Dipterex, atau Masoten. Semua obat kimia ini mengandung metil trikloro hidroksietil fosfonat.

Tips Secara Umum Mencegah Penyerangan Hama dan Penyakit Ikan Koki

Itulah tadi 15 hama dan penyakit ikan koki yang kerap mengancam peliharaan andaa, namun mungkin masih ada lagi beberapa jenis lain yang bisa menyerang. Apalagi jika ikan tidak terawat dengan baik dan tepat. Untuk menghindari semua jenis penyakit, Anda bisa mengikuti langkah-langkah berikut:

  1. Ambil ikan dari kolam yang terkena  penyakit, kemudian isolasi di tempat lain supaya tidak menulari ikan koki sehat yang lain.
  2. Gunakan filter oksigen yang cukup untuk memompa udara pada kolam ikan koki. Sesuaikan jumlah pasokan oksigen dengan besar kolam ikan Anda.
  3. Jagalah temperatur kolam atau tempat ikan yang digunakan untuk isolasi supaya ikan yang berpenyakit terjaga temperaturnya.
  4. Berikan obat atau larutan yang tepat sesuai penyakit ikan koki dengan dosis dan penanganan yang tepat pula.
  5. Hindari memberi makan ikan koki dengan jumlah yang terlalu banyak karena dapat mengakibatkan penurunan nafsu makan. Jika sudah begitu, sisa pakan akan mengotori air dan menimbulkan penyakit.
  6. Jaga kebersihan dan pengamanan lokasi sekitar kolam secara rutin.
  7. Berikan vitamin dan suplemen untuk ikan koki secara rutin sehingga terhindar dari berbagai macam virus, jamur atau sejenisnya
  8. Dalam persiapan kolam untuk ikan koki, pastikan melakukannya secara maksimal sehingga tidak ada detail yang membahayakan dan bisa mengundang hama.

Mempertahankan kesehatan dan kehidupan ikan koki tidaklah mudah. Terlebih jika Anda juga membudidayakannya untuk kepentingan bisnis atau koleksi. Segala perawatan dan pengobatan dari hama dan penyakit ikan koki sudah tentu harus dilakukan dengan seksama dan hati-hati.

Baca Juga: Harga Ikan Koki, Berdasarkan Jenis-Jenisnya

Terlambat dalam mengganti air kolam saja akan berdampak buruk pada warna dan sisik tubuh ikan koki. Hal itu dikarenakan air kolam sudah bercampur dengan sisa makanan, mucus, atau fesesnya. Perhatikan juga ukuran kolam dan jumlah ikan koki, jangan sampai penuh sesak namun tempat dipaksakan. Hal ini untuk menghindari semakin keruhnya air karena mukus yang dihasilkan ikan koki. Mucus yang berlebihan juga bisa jadi penyebab datangnya hama dan penyakit ikan koki.

Initinya untuk menyegah koki terserang hama dan penyakit yaitu kita harus selalu menjaga kodisi air dan jangan lupa pemasang filter. Tujuan dari itu semua yaitu agar ikan koki yang kita pelihara sehat.

Written by Portal Hewan