in

7 Cara Budidaya Ikan Patin di Kolam Terpal, Tanah, Beton, Ember, Karamba dan Air Payau

Budidaya Ikan Patin – Tak bisa dipungkiri, saat ini peluang usaha banyak sekali dan juga bisa berawal dari jenis usaha apapun, salah satunya yaitu dengan melakukan budidaya ikan patin. Usaha ini juga terbilang sangat menggiurkan. Pasalnya ikan patin menjadi salah satu ikan favorit dimana potensi permintaan pasar yang tinggi. Usaha budidaya ikan patin ini juga terbilang mudah dengan modal usaha yang terbilang kecil.

Budidaya Ikan Patin

Mengapa banyak orang yang ingin ternak ikan patin? Karena omsetnya sangat besar. Nah bagi Anda yang ingin mencoba peluang usaha dengan budidaya ikan patin, berikut kami akan memberikan ulasan mengenai jenis-jenis media pembudidaya patin, modal, keuntungan serta kekurangan dari pembudidayaanya.

Cara Budidaya Ikan Patin di Berbagai Media

Budidaya patin bisa dilakukan dimana saja, tergantung seberapa banyak modal dan lahan yang diperlukan. Nah kali ini kita akan bahas berbagai macam cara budidaya ikan patin disegala tempat dan media.

1. Budidaya Ikan Patin di Kolam Terpal

Bagi Anda yang berencana untuk melakukan pembudidayaan ikan patin, tentu ada beberapa hal yang perlu Anda persiapan dan lakukan. Dianatara hal yang perlu anda siapkan antara lain yaitu mulai dari modal, penyiapan bibit, pengairan, hingga pembuatan kolamnya pun juga sangat penting sekali. Pembuatan kolam penting perlu dipersiapkan pertama karena merupakan tempat dimana ikan hidup nantinya.

Dalam pembuatan kolam pemudidayaan tersebut, Andapun bisa memanfaatkan berbagai media misalnya saja di kolam terpal, di kolam tanah, kolam beton, kolam ember dan lainya. Pertama kita akan membahas tentang budidaya ikan di kolam terpal. Budidaya patin menggunakan terpal ini terbilang efisien dan mudah, sehingga banyak diterapkan karena bisa disesuaikan dengan lahan.

Penggunaan terpal untuk melakukan pembudidayaan ikan patin tersebut juga terbilang sangat efisien dimana modal yang akan Anda keluarkan pun terbilang minimal serta lebih praktis. Hal tersebut karena pada budidaya patin ada berbagai macam bahan yang anda harus persiapka, antara lain:

  • Terpal
  • Tali
  • Batang bambu untuk pagar
  • Selang

Penggunaan media terpal untuk pembudidayaan ikan pun tentu saja juga akan memberikan keuntungan, pasalnya penggunaan media ini mudah dibersihkan dan terpalnya pun mudah diganti. Meskipun mudah, dalam pemilihan terpalnya pun Anda tak boleh sembarangan. Jika bisa gunkan terpal yang berkualitas. Mengapa? karena kualitas dari terpal tersebut juga berpengaruh pada kekerhasilan budidaya Anda.

Misalnya nih, penggunaan terpal tersebut juga perlu Anda sesuaikan dengan banyaknya ikan yang Anda sebar. Pasalnya jika Anda memilki bibit ikan dengan jumlah yang banyak namun kolam terpalnya tak terlalu luas, maka juga akan kurang maksimal tentu saja.

Selain kualitas terpal yang akan Anda gunakan, untuk menunjang keberhasilan ternak ikan patin tersebut, maka pengariranya pun juga tak boleh luput dari perhatian Anda. Pengairan yang baik ini juga akan menunjang keberhasilan budidaya Anda. Nah, untuk itu agar lebih baik maka Anda menggunakan pengairan yang mengandung plankton.

Air yang mengandung plankton ini sebenarnya dapat dimunculkan dengan mudah. Caranya yaitu dengan dilakukan pemupukan organik pada kolam tersebut. pemupukan tersebut perlu dilakukan sebelum ikan dimasukkan ke kolam. Mudah sekali kan? plankton ini nantinya juga akan berperan sebagai pakan alamidari ikan patin tersebut.

2. Budidaya Ikan Patin di Kolam Tanah

Berbicara ikan patin, mmemang pemeliharaan ikan ini sebenarnya bisa dilakukan dengan media kolam apapun. Jadi, tidak membutuhkan tempat kolam khusus untuk melakukan pembudidayaan dan ternyata juga dapat tumbuh dengan baik. Selain menggunakan media kolam terpal, budidaya ikan patin juga dapat dilakukan dengan menggunakan media kolam tanah.

Penggunaan media ini untuk melakukan pembudidayaan ikan biasaya juga dikenal dengan teknik pendederan. Pemeliharaan ikan melalui proses pendederan ini seringkali dilakukan petani ikan sebelum nantinya ikan dipelihara di kolam pembesaran.

Nah, jadi seringkali pemeliharaan ikan di kolam tanah melalui proses pendederan yaitu dilakukan pada saat ikan masih memilki ukuran yang sangat kecil. Untuk melakukan pembudidayaan tersebut, maka Anda pun bisa menggunakan jenis kolam tanah misalnya seperti kolam irigasi, kolam tadah hujan dan lainnya.

  • Persiapan Sebelum Penebaran

Sebelum Anda melakukan penebaran ikan patin pada kolam, maka ada persiapan lain sebelumnya. Jadi, jangan asal menebar ikan saja meskipun kolamnya sudah siap. Langkah persiapan yang perlu Anda lakukan pertama yaitu jika kolamnya sudah siap, maka perlu terlebih dahulu dikeringkan dasar kolamnya, bahkan jika bisa hingga retak-retak.

Setelah itu, Anda bisa menaburi kolam tersebut dengan pupuk kompos yaitu agar plankton bisa tumbuh dalam kolam tersebut, sehingga bisa menjadi pakan alami ikan patin. Selain penaburan pupuk organik pada kolam, Anda pun juga bisa menaburi pupuk urea maupun pupuk kapur pada kolam tersebut. Tujuanya yaitu agar kadar air pada kolam tersebut bisa stabil sehingga ikan tumbuh baik.

  • Pengairan Kolam

Selain itu, pengairan pada kolah tanah ini juga penting sekali untuk diperhatkan. Jadi, jika kolam siap dan Anda sudah melakukan pemupukan dengan baik, maka langkah selanjutnya yaitu Anda perlu melakukan pengisian air pada kolam tersebut. Pengisisan air dalam kolam tersebut disarkankan jangan terlalu sedikit atau terlalu banyak ya kira-kira 50 hingga 100 cm.

Jika Anda mengisi air pada kolam tersebut terlalu sedikit, maka ikan pun akan sulit untuk melakukan aktifitas bergerak sehingga akan mengganggu tumbuh kembangnya. Nah, sebelum Anda memasukan benih ikan, maka biarkan saja kolam tersebut tanpa isi selama kurang lebih 2 minggu. Tujuannya agar sampai airnya tersebut berubah warna menjadi kehijauan.

  • Penebaran Benih

Selanjutnya yaitu menebar benih. Untuk melakukan penebaran benih ikan ini sebernarnya juga tidak bisa Anda lakukan dengan sembarangan, karena ada langka-langkahnya tersendiri. Diantaranya yaitu sebelum dimasukkan ke kolam, Anda perlu menyiapkan ember atau bak terlebih dahulu. Nah, pada ember ini masukkan air yang terdapat pada kolam yang sudah Anda siapkan.

Kemudian, ikan patin tersebut bisa Anda masukkan ke dapam ember ini terlebih dahulu selama kurang lebih 30 menit. Jika sudah, maka Anda bisa nih langsung memasukkan ikan tersebut pada kolam yang telah Anda siapkan.

Untuk pemberian makanya sendiri, Anda bisa memberikan pakan pada ikan yaitu 3 kali seharu. Tepatnya yaitu pagi, siang dan juga malam. Pakan tersebut yaitu bisa berupa pelet maupun pakan lainya yang Anda miliki.

3. Budidaya Ikan Patin di Kolam Beton

Budidaya ikan patin ternyata juga bisa Anda lakukan dengan menggunakan media yang awet dan tahan lama yaitu berupa kolam beton. Media kolam ikan ini memang terbilang lebih efisien karena permanen. Biaya untuk membuat kolam jenis ini pun juga terbilang cukup tinggi, namun mungkin akan setara dengan keberhasilan dalam pembudidayaanya bahkan untuk jangka panjang.

Oleh karena pembuatan kolam ikan ini membutuhkan biaya yang tinggi, akan lebih baik jika sebelumnya Anda melakukan percobaan terlebih dahulu. Jadi, jangan sekali berniat budidaya dan langsung membuat kolam beton karena bisa jadi sangat merugikan jika pembudidayaan Anda kurang maksimal.

Pembudidayaan dengan media ini akan lebih efisien Anda terapkan jika misalnya sebelumnya sudah pernah melakukan budidaya dengan media lainya seperti terpal dan berhasil. Nah, jika Anda ingin memperluas bisnis Anda sehingga memperoleh keuntungan yang lebih besar, maka bisa membuat kolam beton tersebut.

Dalam pembuatan kolam beton tersebut ada bisa membuat kolam dengan tipe kolam gali. Dalam pembuatan kolam ini, Anda perlu menyesesuaikan dengan sumber air yang akan digunakan. Sumber air yang didapatkan dari pembuatan kolam inipun misalnya dari air sungai.

Untuk pembuatan kolam beton tersebut, maka akan lebih efisien jika Anda lakukan pada saat musim kemaru. Mengapa? Karena pada musim ini air sungai surut. Sehingga akan memungkinkan batas air minimal yang dibutuhkan untuk budidaya ikan dapat terpenuhi serta Anda pun tak perlu melakukan penyedotan air.

Sekali lagi, meskipun biaya untuk membuat kolam beton ini temasuk tinggi, namun memang terbilang menguntungkan. Pasalnya ketika Anda menggunaka kolam ini, maka untuk pengairanya pun akan lebih mudah misalnya saja saat melakukan pengurasan, pembersihan dan lainnya. Karena seperti yang kita ketahui, ikan patin akan cocok hidup di air yang bersih serta bebas endapan.

Ketika Anda menggunakan kolam beton untuk pembudidayaan tersebut, maka saat terdapat endapan lumpur dimana seringkali mengganggu si ikan. Dalam hal ini Anda pun akan lebih mudah untuk melihat atau mendeteksinya kemudian bisa dilakukan langkah pembersihan. Kolam beton ini juga akan meminimalkan terjadinya kolam jebol yang berakibat pada gagal panen.

Namun agar pembudidayan maksimal, pembuatan kolam betonya pun juga tak boleh asal dan perlu didesain dengan baik ya. hal tersebut sangat diperlukan utamnya agar Anda tak mengalami kerugian. Misalnya saja dalam pembuatan saluran airnya harus dibuat dengan baik. dalam hal ini Anda bisa membuat dua saluran.

Mengapa harus dua? Karena dua saluran ini akan efisien untuk membantu Anda melakukan pembuangan airnya. Misalnya pada saat pemanenan atau membuang air berlebih pada saat hujan, serta saluran lainya untuk membuang endapan.

Pembuatan kontruksi kolam beton yang baik serta maksimal tersebut juga berkaitan dengan hal-hal, misalnya seperti kedalaman kolam dan juga luas kolam. Perlu Anda ketahui kedalaman kolam untuk ikan patin ini yaitu bisa 1 hingga 1,5 m yaitu untuk masa panen 5 bulan. Jadi, ketinggian kolam tersebut jangan sampai kurang dari 1 meter.

Mengapa hal ini perlu diperhatikan? Karena jika Anda membangun kolam dengan ketinggian yang kurang, maka ikan pun akan kurang nyaman atau bahkan bisa mengalami stres. Jadi, ketika kolam terlalu rendah, maka akan mengganggu tumbuh kembang si ikan tersebut.

Luas kolamnya pun juga perlu Anda perhatikan yaitu misalnya jika kolam Anda ukuran ukuran 10 x 10 x 1 atau 100 m3 maka jumlah ikan yang bisa Anda pelihara yaitu sekitar 2.500 ekor bibit ikan. Hal tersebut karena estimasi perhitunganya yaitu ikan akan tumbuh dengan baik apabila pada 1 meter kubik tersat 25 ekor ikan.

4. Budidaya Ikan Patin di Kolam Air Payau

Seperti yang telah dibahas sebelumnya budidaya atau ternak ikan patin bisa dilakukan dengan berbagai macam media. Hal tersebut pun ternyata tidak akan mengganggu tumbuh kembang ikan patin karena tetap bisa berkembang dengan baik. Salah satu media budidaya ikan tersebut yang baik tersebut yaitu dengan menfaatkan kolam air payau.

Seperti yang kita ketahui, air payau merupakan air yang didapat dari perpaduan antara air tawar dan juga air laut asin. Air ini seringkali kita temui di muara sungai ataupun dipantai yang terdapat di sekitar laut. Nah, di air payau inilah maka ikan patin juga dapat berkembang dengan baik.

Bagi Anda yang penasaran bagaimana sih pembudidayaan ikan patin ini di air payau? Maka caranya juga cukup mudah sekali. Pertama yang perlu Anda persipakan lokasi tentu saja. Lokasi ternak ikan patin yaitu ini bisa dilakukan di tempat dengan sumber air payau. Pembudidayaan ini akan lebih efisien jika rumah aada dekat dengan pantai?

Jika rumah Anda jauh dari pantai pun, tak perlu khawatir, pasalnya Anda bisa meniapkan sebuah kolam dengan memberi taburan air tawar dan juga garam. Untuk pembuatan kolam air payau ini pun juga tak bisa sembarangan. Misalnya kedalaman dari kolam tersebut pun idelanya yaitu idealnya 1,5 meter serta mempertimbangkan hal-hal lainya.

Langkah selanjutnya yang perlu Anda lakukan yaitu dengan mengisi kolam tersebut dengan air payau yaitu sekitar kurang lebih 15 sentimeter. Jangan lupa untuk melakukan pemupukan pada air tersebut tujuanya yaitu agar muncul plankton yang sangat berguna bagi perkembangan ikan patin.

Cara yang perlu Anda laukan untuk pemberian air pada kolam tersebut yaitu pertama Anda perlu memasukkan larutan EM4 + gula yang telah didiamkan selama minimal 24 jam sebanyak 1 liter. Anda pun juga perlu memasukkan pupul organik. Dalam hal ini pupuk yang Anda gunakan yaitu cair yaitu sebanyak 1 liter. Nah, setelah itu diamkan hingga 1 mnggu hingga air berwarna hijau.

Setelah semua persyaratan sudah tercukup dengan baik, selanjutnya Anda bisa melakukan penaburan bibit ikan patin di air payau. Usahakan pemilihan bibit tersebut unggul, serta sesuaikan dengan luas kolam yang Anda milki seperti yang sudah dibahas diatas.

Setelah Anda melakukan penaburan ikan pada kolam air payau tersebut, pemberian pakan serta kondisi ikan juga harus diperhatikan dengan baik. Untuk menjaga kondisi ikan misalnya Anda harus melakukan penggantian air setidaknya 3 minggu sekali, memperhatikan kondisi fisik ikan ataupun juga dengan rutin memberikan EM4 untuk menjaga kestabilan hama yang bisa menyerang.

5. Budidaya Ikan Patin di Ember

Selain menggunakan media-media pembudidayaan ikan patin seperti yang telah disebutkan diatas, ternyata budidaya ikan patin ini juga bisa dilakukan di ember. Budidaya ikan patin di ember ini merupakan cara yang cukup sederhana dibandingkan cara-cara lainya dimana Anda perlu membuat kolam dan menyiapkan segala keperlengkan lainya.

Cara pembudidayaan yang satu inipun bisa dibilang suatu percobaan. Hal tersebut karena kapasitas, air, tempat maupun ikan yang akan dibudidayakan pun tentu saja sedikit. Kenapa sedikit? Karena tempat pembudidayaanya pun terbilang sangat sempit sekali. Biasanya budidaya ikan di dalam ember ini kebanyakan yaitu dilakukan pada ikan lele, namun pada ikan patin pun ternyata juga baik.

Pada saat Anda akan melakukan pembudidayaan ikan patin ini pada kolam, maka pertama tentu Anda harus mempersiapkan bibit ikan patin tersebut yang unggul. Ketika Anda memilih bibit unggul, maka perkembangan ikan tersebut juga akan lebih baik.

Sebenarnya pembudidayaan ikan di ember ini memang lebih dilakukan yaitu untuk ikan lele. Mengapa? Karena pada tempat yang terbatas tersebut lele masih bisa tetap bertahan bahkan tanpa harus sering ganti air. Hal tersebut karena lele akan tetap tahan pada kondisi air yang buruk sehingga akan tetap aman dan mampu bertahan di tempat minim oksigen. Bahkan pada satu ember tersebut, bisa dilakukan budidaya lel sekitar 60-100 ekor.

Nah, untuk melakukan budidaya ikan patin ini di dalam ember, tentu saja tak bisa sebanyak ikan lele. Ditambah lagi ikan patin kurang mampu bertahan dengan kondisi air yang buruk, sehingga memerlukan alat aerotor atau penambah oksigen agar mampu bertahan di ember. Sedangkan pada satu ember tersebut bisa bisa ditempati 5 ekor patin saja karena patin mebutuhkan media luas.

Oleh sebab itu, agar ikan mampu berkembang dengan baik di dalam ember tersebut, maka perlu dilakukan pembersihan secara berkala. Selain itu, pemberian makanya pun harus diperhatikan yaitu bisa menggunakan pelet atau makanan jenis lainya yaitu secara rutin 3 kali sehari.

Daya tahan tubuh ikan patin ketika dipelihara di ember tersebut juga penting sekali untuk diperhatikan. Untuk itu Anda pun perlu sekali memberikan vitamin dan prebiotik yang dengan mudah dapat Anda beli di toko terdekat.

6. Budidaya Ikan Patin di Keramba

Seperti yang kita ketahui, melakukan budidaya atau ternak ikan patin sangat ini sangat banyak dijalankan oleh kebanyakan orang. Hal tersebut karena bisnis ikan ini terbilang sangat menguntungkan sekali. Ditambah lagi, budidaya ikan patin ini bisa dilakukan di berbagai jenis media misalnya saja bisa di kolam, ember atau juga bisa di keramba.

Teknik budidaya ikan patin melalui media keramba ini, seperti yang kita ketahui yaitu dengan menfaatkan sungai wadung maupun embung sehingga pemanfaatan air nya pun lebih efisien. Teknik ternak ikan patin inipun juga terbilang cukup populer.

Lalu apa saja bahan-bahan yang perlu dipersiapkan untuk mebuat keramba untuk budidaya ikan patin tersebut? Sederhana saja diantaranya yaitu berupa kayu, kawat ataupun bambu bilah. Namun seringkali dalam pembuatan keramba tersebut bahan yang digunakan yaitu bambu.

Penempatan dari keramba tersebut yaitu bisa diletakkan di danau sungai maupun di waduk. Bentuk dari keramba itu sendiri yaitu kotak segi empat dimana pada bagian bawahnya terbuka dengan ukuran panjang sekitar 4 meter, ketinggian 1,5 meter, sedangkan ketingianya yaitu sekitar 2 meter.

Keramba tersebut bisa di letakkan pada atas permukaan air maupun bisa juga diletakkan di bawah permukaan air. Sebagai tempat pengontrolan ikan patin tersebut, pada bagian tengah penutup keramba tersebut dibuat lubang. Sedangkan pada bagian dalam keramba tersebut, dimasukkan jaring yang diikatkan pada dinding keramba. Jaring ini fungsinya sendiri untuk tempat ikan patin yang dipelihara.

Jika Anda sudah mempersiapkan tempat untuk pembudidayaan ikan patin di keramba tersebut, selanjutnya Anda perlu melakukan penebaran benih tentu saja. Penebaran benih ikan pada keramba ini pun juga perlu Anda lakukan dengan benar agar ikan tidak stres. Misalnya yaitu dengan cara menambahkan sedikit demi sedikit air untuk pemeliharaan ke air benih ikan selama beberapa menit.

Proses tersebut bisa dikatakan dengan proses aklimatitasi dimana tujuanya yaitu agar kualitas air yang digunakan sama dan ikan bisa menyesuaikan. Untuk melakukan penebaran benih ikan tersebut akan lebih baik jika dilakukan pada pagi atau sore hari dimana kondisi air tidak terlalu panas.

Sedangkan untuk pemilihan bibit ikanya sendiri, tentu saja Anda perlu memilih bibit yang unggul. Perlu Anda ketahui juga bahwa pemilihan pemilihan bibit ini sangat penting untuk pembudidayaan ikan di keramba. Pasalnya penebaran benih patin yang berukuran kecil kurang mampu mempertahan kan hidupnya di aliran air yang deras.

Maka dari itu, Anda perlu memilih bibit ikan tersebut yang sedang serta jika memungkinkan carilah bibit patin yang memilki ukuran yang sama atau seragam agar ikan-ikan tersebut dapat mencari makanna secara merata dan pertumbuhanya pun serempak.

Selain memperhatikan bibit ikan patin, dalam pembudidayaan tersebut Anda pun juga perlu memperhatikan pemberian pakan atau nutrisi bagi ikan. Selain pemberian pakan seperti pelet, ada banyak makanan lain yang bisa dikonsumsi ikan di sana. Hal ini karena ikan bisa mencari makan melulai kairan air yang mengndung mikroorganisme seperti plankton, ganggang ataupun lumut.

Namun jika Anda mengandalkan pakan alami saja tanpa ditunjang dengan pemberian pakan seperti pelet dengan maksimal, maka pertembuhan dan perkembangan ikan pun juga kurang maksimal. Ikan yang dipelihara pada keramba tersebut perlu diberikan pelet dengan kandungan protein 25-30% rasuman pelet yang di berikan sebanyak 2-3 % dari total berat ikan.

Pemberian pakan ikan pun juga perlu dibedakan sesuai dengan ukuran ikan tersebut. Misalnya jika ikan masih kecil, maka perlu diberikan pakan berupa pelet halus dan jika ikan patin sudah mulai membesar maka juga ukuran pelet nya pun perlu lebih besar lagi. Sedangkan pemberian pdilakukan sebanyak 3 kali sehari.

Pembersihan ikan patin yang dipelihara dikeramba ini juga perlu dilakukan secara rutin. Terlebih karena pembudidayaan patin keramba ini dilakukan di sungai, maka akan banyak terjadi endapan-endapan misalnya pasir ataupun lumpur dalam keramba. Nah, endapan tersebut tentu saja perlu dibersihkan secara berkala agar tak mengganggu tumbuh kembang ikan patin itu sendiri.

7. Cara Budidaya Ikan Patin Bagi Pemula

  • Mencari dan memilih benih ikan yang berkualitas.
  • Pembuatan media untuk tempat budidaya.
  • Menebarkan benih kedalam media.
  • Memberikan pakan ikan yang berkualitas.
  • Melakukan pemeliharaan.
  • Memanen hasil.

Langkah-langkah di atas adalah cara untuk pemula, jika anda ingin serius untuk memutuskan budidaya patin maka harus dimulai dari:

  • Pemilihan calon induk siap pijah.
  • Persiapan hormon perangsang/kelenjar hipofise dari ikan donor, yaitu ikan mas.
  • Kawin suntik (induce breeding).
  • Pengurutan (striping).
  • Penetasan telur.
  • Perawatan larva.
  • Pendederan.
  • Pemanenan.

Analisis Modal Usaha Budidaya Ikan Patin

Modal yang akan dibutuhkan untuk Budidaya Ikan Patin tentu saja membutuhkan perhitungan yang cermat sebelum Anda memulai untuk berbisnis. Perhitungan modal tersebut misalnya saja untuk pembelian bibit ikan patin, pembelian, pakan, obat dan lainya. Nah, dalam pembelian bibit ikan patin tersebut, akan lebih baik jika Anda membeli yang ukuran sedang atau tak terlalu kecil.

Mengapa? Karena ikan patin dengan ukuran yang terlalu kecil biasanya memilki daya tahan tubuhnya kurang bagus sehingga kemungkinan hidup terkadang kecil. Sehingga lebih baik Anda membeli bibit dengan ukuran 2 inch atau 3 inch saja.

Untuk perhitunganya sendiri yaitu misalnya jika Anda ingin membeli bibit ikan dengan ukuran 2 inch dengan harganya sendiri misalnya 300 per ekornya. Jika Anda membutuhkan sebanyak 5.000 bibit ikan patin, maka biaya yang akan Anda butuhkan untuk membeli bibitnya yaitu sebesar Rp. 1.500.000. Bibit tersebut dapat Anda dapatkan di petani pembenohan maupun di Balai Benih Ikan.

Modal yang Anda butuhkan selanjutnya yaitu pembelian pakan. Pemberian pakan pada ikan patin tersebut tentu saja sangat penting karena juga akan mempengaruhi daya tahan dan pertumbuhan ikan itu sendiri. Jenis pakan yang bisa Anda gunakan tersebut misalnya yaitu pakan pelet maupun pakan jenis apung.

Nah, untuk pemberian pakan ikan patin tersebut Anda bisa menggunakan dua jenis ikan yaitu Pakan apung pf.1000 dan juga pakan apung 781-2. Perhitungan modal untuk pembelian pakan ini yaitu misalnya untuk pembelian pakan apung 781-2 ini yaitu kurang lebih Rp290.000 untuk pembelian persaknya.

Sedangkan untuk pemberaian pakan ini, Anda setidaknya membutuhkan 2 sak atau setara 60 kg jadi jumlah biaya totalnya yaitu Rp580.000. Selain itu, Anda juga memmerlukan pakan apung pf.1000 untuk benih ikan patin. Jenis pakan ikan patin ini, Anda setidaknya mebutuhkan 3 sak atau 30 kg. Harga per sak nya yaitu Rp145.000. Sedangkan untuk harga 3 sak total biaya yang Anda perlukan yaitu Rp 435.000.

Selain pakan, Anda pun tentu pelru mmeperhitungkan modal untuk pembelian obat ikan juga kan? Nah, biaya untuk pembelian obat tersebut bisa Anda anggarkan kurang lebih sekitar Rp.25.000 saja. Pemberian obat ini sangat Anda perlukan jika Anda kemungkinan ikan patin sakit ataupun agar ikan lebih cepat besar.

Jumlah modal yang diperlukan untuk pembudidayaan ikan patin ternyata bukan hanya itu saja.namun ada biaya yang lebih penting yang perlu Anda pikirkan pertama kali yaitu untuk persiapan pembuatan kolam. Perkiraan modal untuk pembuatan kolam misalnya dengan media terpal maka membutuhkan kisaran ratusan ribu yaitu untuk pembelian terpal, kau, paku dan lainya.

Sedangkan apabila Anda ingin membuat kolam beton, maka estimasi biaya yang Anda butuhkan lebih besar hingga jutaan yaitu untuk pembelian semen, pasir, besi, dan lainya termasuk pembayaran tukang jika dibutuhkan. Perawatan untuk kolam beton pun tentu juga lebih mahal.

Namun dibalik banyaknya modal yang akan Anda keluarkan saat melakukan perencanaan atau memulai budidaya ikan patin ini, keuntungan yang Anda dapatkan ketika ikan sudah siap dipanen pun juga bisa terbilang sangat besar sekali.

Perhitunganya yaitu misalnya apabila ikan patin sudah memasuki masa panen atau sudah berusia 5 bulan, maka bobot yang dimilki ikan tersebut bisa mencapai 300 gram. Jumlah keuntungan yang akan Anda dpatkan jika misalnya jumlah ikan yang Anda budidayakan yaitu keseluruhan 5.000 ekor, sedangkan beratnya 300 gram maka tidak sedikit.

Ditambah lagi, pembudidayaan ikan patin ini tidak akan membuat rugi. Mengapa? Karena harga jual ikan patin ini dipasaran juga lumayan tinggi bahkan perkilonya saja bisa mencapai 20.000 atau bahkan lebih. Hal tersebut karena ikan patin ini memilki rasa yang nikmat serta pembudidayaanya sebenarnya masih minim. Sehingga keberadaanya sangat dicari.

Namun dalam Budidaya ikan patin ini tidak mudah, bahkan ada banyak kendalanya terutama jika Anda masih pemula maka perlu persiapan yang maksimal. Perawatan ikan patin ini harus ekstra maksila dan hati-hati jika tidak maka tumbuh kembangnya bisa kurang baik. Apalagi jika bibit ikan ini masih kecil, maka bisa rawan sekali mengalami penyusutan bibit karena mati.

Baca Juga: Cara Budidaya Ikan Kakap di Kolam Terpal, Tambak, Air Payau dan Jaring Apung

Selain itu, masalah yang sering terjadi pada pembudidayaan ikan patin ini yaitu terjadinya kebocoran pada kolam terutama jika Anda menggunakan kolam terpal. Hal ini tentu saja bisa menimbulkan maslaah besar bahkan bisa menimbulkan gagal panen ya. untuk menghindari kejadian tersebut, maka pengeloaan atau pemeliharaan ikan tersebut perlu dilakukan secara maksimal dan berkala.

Written by Portal Hewan