Budidaya Ikan Nila
in

3 Cara Budidaya Ikan Nila di Kolam Terpal, Tanah, dan Bioflok

Budidaya Ikan Nila – Membudidayakan ikan nila memanglah sangat menguntungkan, karena telah terbukti oleh sebagian besar masyarakat Indonesia yang dapat menghasilkan keuntungan besar dari budidaya ikan nila. Ikan nila terbilang cukup mudah untuk di budidayakan bagi pemula. Alasanya karena perawatannya tidak terlalu rumit, tidak membutuhkan biaya besar, hasil panen melimpah, dan masih banyak lagi keuntungan membudidayakan ikan nila yang akan kalian temukan pada postingan terbaru kali ini.

Budidaya Ikan Nila

Ikan nila termasuk dalam golongan omnivora, yang dapat memakan segalanya. Anda tidak perlu repot-repot mencari makanan khusus jika ingin membudidayakan ikan nila. Ikan nila dapat memakan plankton, beragam aneka tumbuhan dan lain-lain. Itulah maksud dari alasan perawatannya yang di kenal tidak terlalu rumit, biaya pakan untuk ikan nila relative lebih rendah jika di bandingkan dengan ikan lainnya.

Nah, bagi kalian yang ingin mulai membudidayakan ikan nila. Ada beberapa faktor penting yang harus kalian perhatikan, yaitu mempersiakan kolam terlebih dahulu, memilih bibit nila yang baik, persiapan ketersediaan pakan, dan penanganan kesehatan lebih lanjut jika ikan nila terinveksi bakteri.

Dari beberapa kumpulan faktor tersebut, yang akan fokus kami bahas pada postingan terbaru kali ini adalah cara budidaya ikan nila di kolam terpal, tanah, dan bioflok. Sebelum kita lanjut memahami cara membudidayakan ikan nila dengan 3 macam kolam tersebut. Berikut telah kami sediakan berbagai macam keuntungan yang bisa Anda dapatkan dalam membudidayakan ikan nila.

Keuntungan Budidaya Ikan Nila

1. Tidak Membutuhkan Modal Besar

Dalam membangun sebuah usaha, pasti yang pertama kali terpikirkan di benak Anda adalah butuh modal yang cukup besar. Namun hal tersebut tidaklah di perlukan dalam usaha budidaya ikan nila ini. Membudidayakan ikan nila tidak membutuhkan modal yang besar.

Anda hanya perlu mengeluarkan sedikit modal untuk mempersiapkan kolam, bibit, pakan, serta perawatan jika ikan nila terkena bakteri. Perawatannya pun tidak begitu sulit, Anda hanya perlu membeli vaksin untuk ikan ini dan membiarkannya hingga sembuh dengan sendirinya.

2. Perawatan Tidak Terlalu Rumit

Mengapa perawatannya terbilang tidak terlalu rumit? Seperti yang telah saya jelaskan sedikit di awal, bahwa ikan Nila termasuk dalam golongan omnivora, yang dapat memakan segalanya. Anda tidak perlu repot-repot mencari makanan khusus jika ingin membudidayakan ikan nila.

Ikan nila dapat memakan plankton, beragam aneka tumbuhan, dll. Jadi, Anda tidak perlu bingung untuk memenuhi soal pakan ikan nila, karena biaya pakan ikan nila relative lebih rendah jika di bandingkan dengan ikan lainnya.

Dan hal yang paling menarik dalam menjalani bisnis budidaya ikan nila adalah Anda tidak memerlukan skill khusus untuk merawatnya, karena cara ternaknya cukup mudah untuk di lakukan seorang diri tanpa memerlukan bantuan dari para ahli ternak ikan.

3. Bibit Mudah di Dapatkan

Jika Anda tinggal di kota-kota besar, mendapatkan bibit ikan nila tentunya tidak terlalu sulit. Pasti banyak tempat budidaya ikan yang terdapat di kota Anda. Namun, bagi kalian yang bingung mencari bibit ikan nila. Kalian tidak perlu khawatir lagi, pada era modern seperti sekarang ini Anda dapat dengan mudah mendapatkan bibit ikan nila yang tersedia di online shop. Anda hanya perlu memesan dan menunggunya beberapa hari untuk sampai ke rumah Anda.

Kalian tidak perlu khawatir untuk pembelian bibit ikan nila yang tersedia di online shop. Jika kalian khawatir akan keselamatan bibit ikan nila yang kalian beli, tenang saja. Kalian tidak perlu panik, karena setiap online shop pasti menyediakan garansi untuk pembelian bibit ikan. Jadi, jika bibit ikan nila yang kalian terima rusak atau jelek. Kalian bisa langsung menukarnya dan menunggu beberapa hari lagi untuk sampai ke rumah kalian.

4. Hasil Panen Melimpah

Ikan nila di kenal memiliki perkembangbiakan yang sangat cepat. Biasanya satu induk betina dapat menghasilkan telur sebanyak 500 – 1000 butir. Dan dalam kurung waktu kurang lebih 6 bulan, ikan nila dapat tumbuh sebesar 20 cm tergantung juga dengan jenis ikan yang Anda pelihara. Dari kemudahannya dalam berkembang biak tersebut, tentu akan sangat menguntungkan bagi kalian yang membudidayakan ikan nila.

Itulah dia beberapa keuntungan yang bisa kalian dapatkan dari usaha ternak ikan nila. Sangat menarik bukan? Eits, tunggu dulu. Jangan terburu-buru untuk mulai membangun usaha budidaya ikan nila. Poin yang paling penting ialah Anda juga perlu memikirkan persediaan kolam yang sesuai dengan lingkungan Anda.

Anda bisa memilih menggunakan kolam terpal, kolam tanah, dan kolam bioflok tergantung dengan lingkungan Anda sendiri. Berikut akan kami jelaskan cara membudidayakan ikan nila di ke-3 kolam tersebut, agar Anda lebih dapat mudah memahami lingkungan Anda untuk persediaan kolam tersebut.

Cara Budidaya Ikan Nila di Kolam Terpal

1. Meyiapkan Persediaan Kolam

Pertama-tama, hal yang perlu kalian siapkan adalah persediaan kolam terpal. Persediaan tersebut berupa alat-alat dan bahan yang akan di gunakan untuk pembuatan kolam. Alat dan bahan yang perlu kalian siapkan dalam pembuatan kolam terpal untuk budidaya ikan nila adalah plastik terpal, kayu atau bambu, seng atau asbes, pipa paralon, paku kawat, dan tali paku.

Namun, jika Anda tidak begitu mengerti mengenai cara pembuatannya. Anda tidak perlu khawatir, Anda juga bisa membeli kolam terpal siap jadi dengan harga yang cukup terjangkau.

Membeli kolam terpal untuk membudidayakn ikan nila yang sudah jadi, justru akan membuat Anda lebih menghemat waktu dan juga meminimalkan kesalahan saat proses pembuatannya. Dan yang perlu kalian perhatikan ialah bentuk serta ukuran kolam terpal yang akan kalian gunakan.

Jika Anda membudidayakan ikan nila bagi pemula dalam jumlah yang cukup besar, sebaiknya Anda menggunakan ukuran kolam terpal yang juga cukup besar untuk menampung ikan nila Anda.

2. Pengisian Air Kolam Terpal

Untuk pengisian air kolam, hal yang perlu kalian utamakan ialah kedalaman serta suhu kolam. Kedalaman air kolam yang baik untuk membudidyakan ikan nila adalah 100 cm hingga 120 cm atau setara dengan dengan pH 7 atau pH 8. Dan pengaturan suhu air kolam yang baik untuk membudidyakan ikan nila adalah 25 sampai 30 derajat celcius.

Jika Anda bingung untuk menyesuaikan suhu kolam Anda dengan besaran maksimal suhu tersebut. Anda bisa menggunakan alat Termometer Digital untuk pengaturan suhu kolam terpal ikan nila Anda.

3. Menyiapkan Benih Ikan Nila

Setelah pembuatan kolam telah selesai seutuhnya dan siap untuk di gunakan. Tahap selanjutnya yang harus Anda lakukan adalah menyiapkan benih ikan nila yang benar-benar merupakan benih unggulan dan memiliki ciri-ciri kondisi sehat dengan gerakan lincah, gesit, dan tidak memiliki cacat sedikitpun.

Mempersiapkan benih nila unggulan merupakan hal paling utama yang perlu Anda perhatikan. Karena, jika Anda tidak memilih benih dengan teliti. Hasil panen yang akan di hasilkan pun juga tidak begitu memuaskan.

Sebelum Anda menebarkan benih ikan nila ke kolam terpal. Hendaknya kalian taburkan bubuk probiotik terlebih dahulu. Bubuk probiotik dapat membantu mempercepat proses pertumbuhan mikroorganisme. Proses ini biasanya bisa memakan waktu hingga 7 – 10 hari. Setelah mikroorganisme tumbuh sempurna, tebarlah benih ikan nila Anda dengan hati-hati agar tidak ada benih yang rusak.

4. Perawatan Ikan Nila

Membudidayakan ikan nila sebenarnya tergolong sangat mudah. Anda hanya perlu memberikan pakan secara teratur sesuai dosis yang telah di tentukan, memberi vitamin, mengganti air kolam secara berskala, dan melakukan pemilahan ikan nila.

Fungsi pemilahan agar ikan nila yang memiliki ukuran tubuh tidak sama dapat menghindari terjadinya perkelahian. Dan untuk pemberian pakan, sebaiknya tambahkan azolla serta vitamin ikan untuk dapat membantu memaksimalkan proses pertumbuhan ikan dengan baik.

5. Persiapan Panen

Untuk persiapan panen, umumnya dapat dilakukan setiap 4 sampai 6 bulan waktu pemeliharaan. Waktu panen juga di dasarkan dengan jenis ikan nila yang kita budidaya. Namun, hal terpenting yang perlu kalian pahami untuk mendapatkan hasil panen yang melimpah dan begitu memuaskan ialah pakan serta kondisi air yang baik demi kenyamanan pertumbuhan ikan nila Anda.

Cara Budidaya Ikan Nila di Kolam Tanah

1. Pengelolaan Air Kolam

Dalam memelihara ikan nila di kolam tanah yang sangat perlu kalian perhatikan ialah kualitas air kolam. Kualitas air kolam memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap keberhasilan dari budidaya ikan nila. Jika kualitas air kolam tidak di jaga, maka dapat menghambat pertumbuhan ikan nila karena banyaknya bakteri yang terkandung dalam kualitas air yang buruk.

Oleh karena itu, sangat penting sekali untuk menjaga kualitas air kolam ikan nila Anda untuk menjaga kelangsungan budidaya dengan baik. Jangan sampai ada penyakit pada kolam tempat anda berbudidaya.

2. Memberi Pakan yang Tepat

Ikan nila termasuk dalam golongan omnivora, yang dapat memakan segalanya. Ikan nila dapat memakan plankton, cacing, jentik nyamuk, dll. Beberapa makanan tersebut merupakan makanan alami yang terdapat dalam kandungan air kolam. Meski pemberian pakan ikan nila tidak tergolong terlalu rumit.

Namun, kita tidak boleh membiarkan ikan nila hanya memakan makanan alami itu saja. Untuk mempercepat pertumbuhan ikan nila agar bisa cepat panen. Ikan nila juga harus diberi pakan tambahan yang sesuai dengan pemberian dosis pakannya.

Pakan tambahan ikan nila terbaik untuk budidaya adalah pur atau pelet yang memiliki kandungan lemak tidak lebih dari 3% dengan kadar protein yang setara dengan 30-40%. Memberikan pakan tambahan berupa pur atau pelet secara teratur untuk ikan nila, dapat membuat laju pertumbuhannya sangat cepat.

Perhatikan juga dosis pemberian makan pada ikan nila yang terdapat dalam kemasan pur atau pelet tersebut. Namun, waktu yang paling baik untuk memberikan ikan nila pakan tambahan adalah 2x sehari di waktu pagi hari dan sore hari.

3. Menjaga Ikan Nila dari Hama dan Penyakit

Dalam merawat ikan nila di kolam tanah, Anda juga harus benar-benar memperhatikan kondisi ikan nila Anda setiap saat. Meski ikan nila merupakan jenis ikan air tawar yang sangat mampu beradaptasi dengan baik terhadap kondisi lingkungan dan juga rentan terhadap serang bakteri atau penyakit.

Bukan berarti bahwa ikan nila 100% dapat bebas dari serangan gangguan atau hama tersebut. Terutama bagi kalian yang membudidayakan ikan nila dalam skala yang cukup besar, kalian harus benar-benar memperhatikan agar ikan nila kalian terhindar dari segala bakteri dan penyakit.

Jika ikan nila terkena bakteri atau penyakit, maka kemungkinan besar akan terjadi penularan terhadap gerombolan ikan nila lainnya. Solusi yang paling tepat untuk mengani masalah tersebut adalah pastikan kondisi kualitas air tetap terjaga dengan baik, suhu air kolam harus tetap teratur dalam 25 sampai 30 derajat celcius, taburkan bubuk probiotik di air kolam, dan juga berikan vitamin agar ikan nila Anda lebih rentan dari serang bakteri.

Cara Budidaya Ikan Nila Sistem Bioflok

Sistem bioflok merupakan salah satu cara alternatif untuk membudidayakan. Banyak sekali masyarakat Indonesia yang menggunakan sistem bioflok sebagai cara alternatif untuk membudidayakan ikan nila.

Cara alternatif budidaya nila yang satu ini menjadi populer karena sistem bioflok memiliki beberapa keunggulan jika di bandingkan dengan sistem konvensional lainnya, seperti kolam air terpal, kolam air tanah, dll. Keunggulan yang di miliki sistem bioflok ialah lebih irit pakan, tingat kematian ikan lebih kecil, dan tidak perlu mengeluarkan terlalu banyak biaya untuk membangun sistem bioflok.

Sistem bioflok juga sangat menguntungkan karena bioflok sendiri merupakan deretan kumpulan dari berbagai macam organisme, seperti bakteri, jamur, protozoa, dll yang menjadi satu dalam sebuah gumpalan. Oleh karena itu sistem ini sangat banyak di gunakan oleh para kalangan pencinta ikan nila, di karenakan lebih hemat pakan dengan adanya kumpulan organisme tersebut.

Untuk soal cara membudidayakan ikan nila dengan sistem bioflok, tentu saja sangat mudah. Berikut akan kami jelaskan cara membudidayakan ikan nila dengan sistem bioflok.

1. Penebaran Benih

Cara membudidayakan ikan nila dengan sistem bioflok tentu saja agak sedikit berbeda dari sistem-sistem yang telah kami jelaskan sebelumnya. Penebaran benih ikan nila pada sistem bioflok yakni di mulai dengan penebaran benih yang memiliki ukuran 4 gram dalam kolam bak semen yang memiliki ukuran cukup luas, anggap saja sekitar 160 m2.

Selain itu jangan lupa juga, sebelum melakukan penebaran benih hendaknya kalian menaburkan bubuk probiotik yang berfungsi untuk mempercepat proses pertumbuhan mikroorganisme.

2. Pemberian Pakan

Membudidayakan ikan nila dengan sistem bioflok tidak harus bergantung pada mikroorganisme saja untuk pemberian pakannya. Anda juga harus memberikannya pakan tambahan, seperti pur atau pelet yang memiliki kandungan lemak tidak lebih dari 3% dengan kadar protein yang setara dengan 30-40%.

Untuk pemberian pakan tambahan ikan nila agar cepet besar juga harus di perhatikan. Pada bulan pertama berikan pur atau pelet yang memiliki kandungan protein sebesar 30%. Pada bulan kedua berikan pur atau pelet yang memiliki kandungan protein sebesar 35%. Dan untuk bulan ketiga berikan pur atau pelet yang memiliki kandungan protein sebesar 38%.

Dari pemberian pakan tambahan tersebut, kalian juga harus memperhatikan dosis pemberian makan yang tepat agar ikan nila dapat tumbuh dengan baik.

Analisa Modal dan Keuntungan Budidaya Ikan Nila

Peluang bisnis budidaya ikan nila saat ini begitu besar. Banyak sekali kalangan pecinta ikan tanah air yang membudidayakan ikan nila karena berbagai macam keuntungan menarik yang di tawarkan dari bisnis membudidayakan ikan nila.

Dalam pembahasan sebelumnya kalian sudah di kenalkan dengan berbagai macam keuntungan membudidayakan ikan nila serta beberapa cara terbaik untuk membudidayakannya. Dan pada pembahasan di bawah ini kalian akan menemukan analisis modal serta keuntungan menarik yang bisa kalian dapatkan jika menjalankan bisnis membudidayakan ikan nila.

Meski terkadang banyak orang yang membicarakan bahwa modal yang di butuhkan untuk membangun bisnis ternak ikan nila tidak begitu besar, alangkah baiknya jika kalian pikirkan terlebih dahulu analisis modal dengan benar dari awal. Mulai dari kebutuhan, perlengkapan, dan hal lain yang di butuhkan untuk mengelola bisnis ini. Berikut merupakan hasil penilitian analisis modal membudidayakan ikan nila yang telah kami sediakan untuk Anda.

1. Biaya Investasi Kolam

  • Sewa kolam selama 1 tahun = Rp.750.000,00
  • Biaya cadangan untuk perbaikan kolam selama 1 tahun mendatang = Rp.400.000,00
  • Peralatan tambahan perlengkapan kolam = Rp.450.000

2. Biaya Bibit Ikan Nila

  • Benih ikan nila = Rp.17.500 / Kg dan untuk setahun di butuhkan bibit sebanyak 100 Kg. Jadi, 17.500 x 100 = Rp.1.700.000,00

3. Biaya Pakan Ikan Nila

  • Pakan ikan nila = Rp.7.000 / Kg dan dalam kurun waktu budidaya selama 1 tahun di butuhkan pakan sebanyak 2750 Kg. Jadi 7.000 x 2750 = Rp.19.250.000,00

4. Biaya Kesehatan atau Perawatan

  • Vitamin ikan nila = Rp.50.000 / Pack dan dalam kurun waktu budidaya selama 1 tahun di butuhkan vitamin sebanyak 12 pack. Jadi 50.000 x 12 = Rp.600.000,00
  • Bubuk Probiotik = Rp.110.000,00 / Pack, dalam kurun waktu budidaya selama 1 tahun hanya membutuhkan bubuk probiotik 3 pack. Jadi 110.000 x 3 = Rp.330.000,00

Note : Jadi total biaya keseluruhan untuk memulai bisnis budidaya ikan nila adalah sebesar : Rp.23.480.000

5. Analisis Keuntungan

Ikan nila memiliki pertumbuhan yang sangat cepat. Sebagian besar masyarakat Indonesia yang membudidayakan ikan nila, rata-rata hitungan panen yang bisa mereka lakukan dalam setahun adalah sebanyak 2x. Jadi masa pemeliharaan ikan nila adalah setiap 6 bulan sekali baru kalian bisa baru memanennya. Adapun analisis keuntungan yang bisa kalian dapatkan dari panen ikan nila di bawah ini.

100 Kg benih ikan nila yang telah kita investasikan dalam pembahasan investasi modal di atas dapat berjumlah 9000 benih ikan nila. Namun, yang bisa kita pastikan dalam panen setiap 6 bulan tidak semuanya bisa kita panen. Mungkin hanya 90% bagian saja yang dapat kita panen, karena pasti ada saja faktor penyebab kematian bagi sebagian kecil ikan nila di waktu kita membudidayakannya.

Jadi, jika kita memiliki 9000 benih ikan nila dan hanya 90% bagian saja yang dapat kita panen. Berarti total ikan yang siap panen selama 6 bulan sekali yakni sebanyak 8100 ekor ikan nila. Rata-rata ikan nila memiliki berat hampir mencapai 400 hingga 500 gram per-ekor. Anggap saja 8100 ekor ikan nila yang kita panen memiliki berat 500 gram per-kornya.

Jadi jika total panen sebanyak 8100 berarti ada 4500 Kg. Saat ini harga ikan nila di pasaran per-kilogramnya dapat mencapai Rp.24.000. Jadi jika kita analisis penjualan dari total hasil panen adalah 24.000 x 4.500 = Rp.108.000.000,00.

Nah, berarti keuntungan yang dapat kita dapatkan dari hasil panen selama 6 bulan dari analisis modal budidaya ikan nila dalam kurun waktu 1 tahun tersebut adalah Rp.108.000.000 – Rp.23.480.000 = Rp.84.520.000

Jika dalam 6 bulan Anda dapat menghasilkan keuntungan sebanyak Rp.84.520.000,00. Maka dalam 1 tahun Anda bisa mendapatkan keuntungan sebesar Rp.169.040.00,00 jika Anda tetap fokus menjalaninya.

Sangat besar bukan? Keuntungan yang bisa Anda dapatkan dalam kurun waktu 1 tahun hanya dengan modal Rp.23.480.000,00. Jadi, tunggu apa lagi. Cobalah segera bisnis membudidayakan ikan nila!

Tips Sukses Budidaya Ikan Nila Beromset Puluhan Juta

Ikan nila memiliki kemampuan beradaptasi yang cukup baik terhadap kondisi lingkungannya, tentu saja hal tersebut membuatnya menjadi ketertarikan tersendiri bagi kalangan pencinta budidaya ikan. Ikan nila juga di kenal sangat cepat berkembang biak dan sangat rentan terhadap serangan bakteri atau penyakit. Meski ikan nila di kenal sangat mudah untuk di budidayakan.

Namun, ada beberapa faktor penting yang perlu Anda perhatikan demi kelancaran menjalani bisnis budidaya ikan nila. Oleh karena itu, di bawah ini kami telah menyediakan beberapa tips terbaik untuk memaksimalkan kesuksesan Anda dalam menjalani ternak ikan nila. Berikut merupakan beberapa tips tersebut!

1. Pengelolaan Lingkungan Kolam

Lingkungan sekitar kolam ikan nila harus benar-benar Anda perhatikan. Buatlah kolam ikan nila yang tidak terlalu jauh dari rumah Anda atau berikan penjaga untuk menjaga kolam ikan nila Anda dari bahaya yang mengancam, seperti hewan liar, pemancing, ataupun pencuri.

Jika Anda memiliki kolam ikan nila yang terbuka lebar tanpa adanya penjagaan. Akan di pastikan banyak sekali jumlah ekor ikan nila yang hilang dalam kurung waktu 1 bulan.

2. Pengelolaan Air Kolam

Dalam memelihara ikan nila yang sangat perlu kalian perhatikan ialah kualitas air kolam. Kualitas air kolam memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap keberhasilan dari budidaya ikan nila. Jika kualitas air kolam tidak di jaga, maka dapat menghambat pertumbuhan ikan nila karena banyaknya bakteri yang terkandung dalam kualitas air yang buruk.

Oleh karena itu, sangat penting sekali untuk menjaga kualitas air kolam ikan nila Anda untuk menjaga kelangsungan budidaya dengan baik. Oleh karena itu, sebaiknya lakukanlah penggantian air kolam setiap 2 minggu sekali, agar tetap terjaga bersih.

3. Perawatan Ikan Nila

Sebelum Anda menaburkan benih ikan nila ke kolam. Pastikan Anda telah menaburkan bubuk probiotik ke air kolam, karena bubuk probiotik sangat berguna untuk membantu mempercepat pertumbuhan mikroorganisme di air kolam yang bermanfaat untuk ikan nila Anda nantinya.

Berikanlah juga pakan tambahan, seperti pur atau pelet secara teratur sesuai dosis yang telah di tentukan. Berikan juga vitamin untuk tetap menjaga kondisi ikan Anda tetap sehat dan rentan terhadap bakteri dan segala penyakit. Ketika sudah berumur 3 bulan lakukanlah pemilahan terhadap ikan yang memiliki ukuran tubuh lebih besar, agar menghindari terjadinya perkelahian antara ikan nila yang memiliki perbedaan ukuran.

4. Promosikan Ikan Nila Anda Ketika Siap Panen

Promosi merupakan salah satu cara terbaik untuk mendapatkan keuntungan besar. Cobalah untuk mempromosikan ikan nila Anda ke berbagai rumah makan, seperti retoran, warung pinggiran, toko kuliner, dll. Orang-orang pasti akan lebih senang membeli ikan nila yang siap panen ketimbang masih membelinya di pasaran.

Karena mereka tahu, ikan nila yang siap panen harganya tidak jauh beda dengan harga pasaran. Mereka lebih senang ikan nila yang baru di panen, karena memiliki kondisi yang masih segar bugar.

5. Pandailah Mengelola Pemasaran

Di era globalisasi saat ini, perkembangan digital sangat berkembang pesat. Oleh karena itu, manfaatkanlah teknologi pemasaran media sosial untuk mempromosikan ikan nila Anda ketika siap panen. Jangan hanya mengandalkan pemasaran secara langsung.

Jika Anda ingin mendapatkan keuntungan yang lebih besar dan mengenalkan produk Anda lebih luas lagi. Maka solusi yang paling tepat untuk persoalan tersebut adalah penggunaan sosial media marketing dengan baik.

Sebenarnya ada berbagai cara dalam hal budidaya ikan nila. Contohnya saja dalam hal media bisa menggunakan ember sekalipun. Untuk sistem budidayanya ada yang menggunakan metode boster atau bioflok. Bahkan ada yang sudah mencoba berbudidaya tanpa menggunakan pakan pelet dan hasilnya juga menakjubkan.

Untuk masalah jenis nila yang ingin budidaya, untuk soal teknis ketika dibudidayakan sama. Yang terpenting adalah tempat, air bersih dan asupan makanan. Baik itu asupan makanan untuk induk maupun benih nila.

Baca Juga: Cara Budidaya Ikan Koi di Kolam Tanah, Terpal dan Aquarium

Nah, jadi itulah dia beberapa tips terbaik untuk meraih kesuksesan dalam mengelola bisnis budidaya ikan nila yang perlu Anda terapkan. Membudidayakan ikan nila memang sangat menguntungkan, tapi di balik hal tersebut tentu saja ada jiwa dan semangat yang kuat untuk mendukung kelancaran Anda dalam mengelola bisnis membudidayakan ikan nila.

Written by Portal Hewan