in

15 Cara Budidaya Ikan koki di Berbagai Media

Budidaya Ikan Koki – Tidak bisa dipungkiri, mencoba peruntungan dengan melakukan pembudidayaan ikan merupakan suatu langkah yang tepat. Salah satu jenis ikan yang menguntungkan untuk dibudidayakan yaitu ikan koki. Selain memiliki harga jual yang cukup tinggi, ikan ini pun juga menarik untuk dipelihara di pekarangan maupun di rumah sehingga budidaya ikan koki banyak dijalankan.

Budidaya Ikan Koki, Budidaya Koki di Ember, Budidaya Koki di Kolam, Budidaya Koki di Aquarium, Budidaya Koki Sistem Bioflok

Bagi anda yang tertarik untuk melakukan pembudidayaan, berikut ini kami berikan informasi mengenai media yang dapat digunakan untuk pembudidayaan, modal yang dibutuhkan serta keuntungan maupun kerugiannya. Simak untuk menambah wawasan anda!

Budidaya Ikan Koki Di Ember

Bagi anda yang berniat untuk melakukan budidaya ikan koki namun terbentur dengan kendala jangan khawatir dulu. Kendala yang sering dihadapi calon peternak ini misal yaitu kurangnya lahan yang atau karena masalah lainya. Namun  tenang saja, karena di sini Anda bisa memanfaatkan ember untuk budidaya.

Teknik budidaya ikan koki di ember ini dapat dilakukan di mana saja misalnya di dalam rumah atau di pekarangan. Keuntungan lainya yaitu biaya yang akan anda butuhkan pun cukup minim. Sehingga terbilang cukup efisien. Meski begitu, ada beberapa hal yang perlu anda perhatikan dalam pembudidayaan ikan misalnya saja sebagai berikut.

1. Memilih Ikan Koki Yang Akan Dipelihara

Jika anda berniat untuk melakukan pembudidayaan ikan koki, maka langkah pertama yang perlu dilakukan yaitu memilih indukan yang baik dan berkualitas. Ciri-ciri dari indukan ikan koki yang berkualitas tersebut diantaranya yaitu memiliki umur yang cukup matang. Selain itu ikan tersebut lebih baik dari jenis yang sama misalnya jika ingin disatukan dalam kolam yang sama pula.

Namun, jika masih pemula, anda bisa memilih ikan koki yang baik untuk dipelihara yaitu berumur 6 bulan sampai 1 tahun. Metode ini efektif jika ingin  bisa melihat tumbuh kembang dari ikan tersebut.

Dalam memilih bibit ikan, perhatikan juga apakah ikan tersebut memiliki tubuh ideal sehingga layak untuk dipelihara atau tidak. Selain itu, pastikan juga bahwa ikan tersebut sehat, memiliki gaya berenang yang seimbang dan gesit. Terlepas dari itu, yang tak kalah penting yaitu pastikan bahwa indukan jantan dan betina memang sudah matang.

2. Mencukupi Kebutuhan Oksigen

Secara umum, memang untuk memelihara ikan koki di ember, bukanlah hal yang sulit. Mengapa? Karena anda hanya membutuhkan ember dengan diisi air sekitar 1 liter saja. Namun untuk melakukan pembudidayaan ikan koki di ember ini sebenarnya juga memerlukan perhatian khusus. Hal tersebut karena media yang digunakan untuk pemeliharaan ini terbilang sempit.

Seperti yang kita ketahui, kualitas oksigen juga berperan penting dalam pertumbuhan ikan koki.  Memang, ikan koki dapat hidup di berbagai jenis lingkungan dan mampu menyesuaikan. Namun jika kualitas oksigen berkurang atau kondisi air buruk, ikan bisa saja kurang sehat dan bahkan sering muncul ke permukaan untuk mengambil oksigen tambahan yang tidak bisa didapat dari air.

Nah, untuk mengantisipasi hal tersebut,  anda pun perlu menyediakan pompa air atau alat aerator atau penambah oksigen agar mampu bertahan di ember. Selain itu, anda juga perlu sekali untuk membersihkan kolam koki di ember tersebut.  Memperhatikan kesehatan ikan juga sangat penting untuk mengantisipasi adanya penyakit pada ikan.

3. Pemberian Pakan Ikan

Selain memperhatikan kualitas air dan kesehatan ikan, pemberian pakan pada ikan koki ini juga sangat penting. Tujuannya agar ikan dapat berkembang dengan baik.  Pemberian pakan pada ikan koki ini diantaranya bisa berupa pelet. Frekuensi pemberian pakan ikan koki ini pun juga penting sekali dijaga. Idealnya pemberian pakan tersebut  yaitu 2 sampai 3 kali sehari.

Budidaya Ikan Koki Di Akuarium

Perlu Anda ketahui,  media untuk melakukan budidaya ikan koki sebenarnya bisa sangat bervariasi. Misalnya saja di ember, di kolam, sawah hingga akuarium pun sudah marak dan bisa dilakukan.

Nah, kali ini kita akan membahas mengenai pembudidayaan ikan koki di akuarium.  Untuk mendapatkan akuarium saat ini bukanlah hal yang sulit karena anda bisa membelinya di toko-koko.

Untuk ukuran akuarium yang akan anda gunakan, tentu saja menyesuaikan dengan jumlah ikan yang akan dipelihara. Ukuran akuarium yang bisa digunakan idealnya yaitu memiliki panjang 1,5  meter. Sedangkan lebar dan tingginya yaitu setengah meter. Ukuran akuarium tersebut terbilang cukup efisien ditempat 10 an ikan.

Nah, dalam melakukan budidaya ikan koki  di akuarium ini ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan. Diantaranya menjaga kualitas air, pemberian pakan dan perawatan yang maksimal.

1. Menggunakan Filter Air

Seperti yang kita ketahui, pembudidayaan ikan koki di akuarium  memiliki media yang sangat terbatas dibandingkan dengan menggunakan kolam dan sejenisya. Meskipun begitu, kualitas air untuk pembudidayaan tersebut juga perlu terjaga bukan? Nah, salah satu upaya yang dapat anda lakukan untuk menjaga kualitas air yaitu dengan membuat filter air yang mumpuni.

Lalu bagaimana ciri filter air yang efisien?  Jadi, pembudidayaan koki pada akuarium ini akan lebih baik jika menggunakan filter air sebesar 30% dari seluruh volume air yang tersedia. Karena tempatnya pun terbatas, maka Anda bisa meletakkan filter ini dengan cara digantung. Tujuannya agar tidak memakan banyak tempat.

Pada saat membuat filter tersebut, anda pasti  juga akan bertanya-tanya kan apa sih media yang baik untuk digunakan filter? Nah, Jenis media filter yang digunakan tersebut diantaranya berupa bioball, japan mat ataupun jenis filter sejenisnya.

Jika filter sudah dibuat, maka menjaga kebersihannya juga sangat penting sekali.  Untuk itu, membersihkan filter secara teratur juga harus menjadi prioritas anda. Jadi, karena filter fungsinya untuk menyaring, tak menutup kemungkinan pada filter tersebut rentan akan masuknya berbagai macam kotoran. Berkaitan dengan itu, dalam membersihkan filter ini penting untuk menghindari penumpukan kotoran.

2. Menjaga Kualitas Air

Pada saat proses pembudidayaan  ikan koki, menjaga kualitas air merupakan salah satu hal yang harus diperhatikan sekali. Hal tersebut juga berlaku pada pembudidayaan ikan di akuarium. Nah, untuk menunjang pertumbuhan ikan ini, anda harus melakukan pembersihan akuarium secara rutin misalnya saja satu kali dalam seminggu.

Dalam melakukan pembersihan akuarium tersebut, tentu segala sesuatunya tak bisa dilakukan secara sembarangan. Akan lebih baik jika anda tidak melakukan pergantian air secara penuh atau 100%. Idealnya Anda perlu dilakukan secara sedikit demi sedikit yaitu membuang air lama 20 – 50% terlebih dahulu.  Dengan cara ini maka ikan pun tidak akan terkejut karena perubahan suhu air.

Pembersihan secara teratur air pada akuarium tersebut harus anda perhatikan sekali. Pasalnya jika air pada akuarium keruh, ikan pun akan menjadi tidak sehat dan juga lemas.

Selain itu, memperhatikan keasaman atau pH air juga sangat penting dalam pembudidayaan ikan di akuarium ini.  Perlu Anda ketahui, pH air yang ideal untuk ikan koki ini yaitu antara 7.0 sampai 8.0.

Sedangkan untuk komposisi air dalam pembudidayaan nya pun juga penting untuk anda perhatikan. Idealnya air yang digunakan untuk tempat ikan tersebut harus diendapkan terlebih dahulu. Mengapa? Karena seringkali tanpa kita sadari dari air olahan atau air alami terdapat kandungan klorin. Selain itu, tak menutup kemungkinan air bisa tercampur dengan zat berbahaya seperti merkuri.

3. Pencahayaan Menggunakan Lampu

Sebelum anda berniat untuk melakukan pembudidayaan ikan koki, perlu diketahui bahwa ikan sangat sensitif terhadap cahaya matahari serta getaran suara. Jadi, akan lebih baik jika ikan ini ditempatkan pada area yang tidak terkena cahaya matahari sekaligus di tempat yang  seringkali akan ramai.

Meskipun begitu, agar tetap gesit dan lincah tentu ikan tetap memerlukan pencahayaan yang baik bukan? Sedangkan jika ikan diletakkan pada akuarium, maka cahaya yang didapat pun akan kurang maksimal. Nah, untuk mengantisipasi hal tersebut, maka anda bisa memberikan pencahayaan pada ikan koki dengan menggunakan lampu gantung.

Budidaya Ikan Koki Di Sawah

Seperti yang telah dibahas sebelumnya, ikan koki ini ternyata dapat hidup di berbagai jenis lingkungan, mengingat ikan ini memiliki kemampuan adaptasi yang baik. Salah satu lokasi yang ternyata juga mendukung untuk melakukan budidaya ikan koki ini  yaitu di sawah.  Pemeliharaan ikan koki di sawah ini ternyata juga cukup digemari dan banyak dilakukan.

Ditambah lagi, proses pembudidayaan ikan koki di  sawah tidak membutuhkan banyak modal. Anda hanya perlu menyiapkan lahan, untuk menanam padi misalnya. Selain itu, pengerjaan dari pembudidayaan ikan di sawah juga mudah dilakukan tanpa perlu repot-repot menyiapkan kolam ataupun membeli akuarium.

Membudidayakan ikan koki di sawah ini pun juga terbilang menguntungkan. Alasannya karena selain hanya  diberikan pakan pribadi secara rutin, ikan koki di sawah pun juga akan bisa mencari makanan alami sendiri.

1. Kenyamanan Habitat dan Pengairan Yang Baik

Seperti  yang kita ketahui, meskipun ikan koki ini dapat hidup di lingkungan apapun dan dapat menyesuaikan cuaca, namun kualitas dari tempat pembudidayaan tersebut  juga perlu diperhatikan dan dijaga. Jadi, pastikan bahwa sawah yang anda gunakan untuk pembudidayaan memang nyaman untuk ikan serta airnya pun tidak terlalu keruh.

Mengatur dan juga mengecek kadar air yang digunakan untuk pembudidayaan ikan koki ini sangat penting. Hal ini karena seperti jenis ikan lainya, ikan koki  juga selalu ingin mendapatkan kenyaman pada tempat yang ditinggali. Oleh karenanya, jika pada habitatnya tidak nyaman, ikan koki tersebut bisa mati.

2. Hindari Pestisida Pada Ikan Koki

Tak bisa dipungkiri budidaya ikan koki  di sawah ini sebenarnya cukup beresiko. Terutama karena kemungkinan terdapatnya pestisida pada tempat budidaya ikan. Misalnya yaitu pestisida yang  masuk pada saat pemupukan sawah, dari air selokan dan lainya.

Keberadaan pestisida  pada tempat pembudidayaan ikan tersebut pun juga  bisa lebih besar kemungkinannya pada saat hujan. Kenapa bisa? Karena pengairan yang letaknya jauh pun bisa masuk ke sawah akibat derasnya air hujan. Dan bisa jadi air tersebut membawa zat berbahaya misalnya pestisida ini. Sehingga kehadirannya pun bisa mengancam nyawa ikan itu sendiri.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, maka Anda harus lebih berhati-hati dan memastikan betul tidak ada pestisida yang masuk pada kolam. Nah, agar ikan koki tidak cepat mati, pastikan tidak ada akses masuknya pestisida ke dalam kolam ikan koki yang anda miliki.

Budidaya Ikan Koki Di Kolam Tanah

Selain melakukan pembudidayaan dengan media yang telah disebutkan diatas,  Budidaya ikan koki juga dapat dilakukan dengan menggunakan media kolam tanah. Untuk melakukan pembudidayaan ikan koki di kolam tanah ini sebenarnya caranya juga hampir sama saja dengan media lainya seperti yang telah disebutkan. Namun, ada beberapa hal yang perlu anda perhatikan juga.

1. Pembuatan Kolam

Ketika anda ingin menjalankan usaha dengan melakukan budidaya ikan koki di kolam tanah, tentu saja hal yang perlu dipersiapkan pertama yaitu pembuatan kolamnya. Untuk itu, anda perlu menyiapkan berbagai macam peralatan misalnya kayu atau bambu untuk dijadikan pagar maupun perlengkapan lainya yang mendukung.

Sedangkan untuk luas lahan yang akan digunakan, bisa disesuaikan dengan kebutuhan  dan selera. Maksudnya sesuaikan saja dengan rencana Anda akan memelihara ikan dalam jumlah banyak atau sedikit. Jika ikan koki yang dipelihara banyak, tentu kolam yang dibuat tentu perlu luas. Sedangkan jika sedikit pasti beda lagi.

Secara umum, apabila anda ingin membudidayakan ikan koki dengan jumlah kurang dari 100 ekor, maka lahan yang diperlukan yaitu ukuran 2 x 1 x 0,6 meter. Sedangkan jika ingin membudidayakan koki dengan jumlah diatas 100 ekor, maka lahanya pun juga harus lebih luas dari itu. Tinggal kalikan saja. Jika 2 kali lipat maka demikian pula kebutuhan lahannya.

Tahap selanjutnya yaitu melakukan pengolahan lahan tanah yang akan digunakan untuk pembudidayaan tersebut  hingga kedalaman tertentu. Kedalamannya yaitu tidak boleh terlalu tinggi dan juga terlalu dangkal, jadi sedang saja. Setelah itu, anda bisa memberi rangka atau pagar pada kolam tersebut dan juga pembatas.

2. Perawatan Larva Koki

Pada saat melakukan pembudidayaan ikan koki di kolam tanah, memperhatikan kualitas air juga  sangat penting. Ketika lingkungan hidupnya baik serta kualitas airnya terjaga, maka koki pun akan  lebih sehat dan bentuknya juga akan lebih menarik.

Nah, untuk mendapatkan kualitas air yang bersih tersebut, maka anda pun perlu menjaga kebersihan habitat ikan koki dengan cara mengontrolnya dengan baik. Misalnya yaitu dengan cara melakukan pembersihan secara rutin serta membersihkan endapan-endapan yang terdapat pada kolam tersebut.

Ketika perawatan yang anda lakukan maksimal, maka koki pun akan tumbuh dengan baik sehingga bisa menghasilkan bisa bertelur dan menghasilkan larva. Nah, pada fase larva ini maka perawatanya harus benar-benar maksimal dan hati-hati. Bahkan fase larva ini sering dibilang sebagai tahapan  dimana untuk melihat keberhasilan dari proses budidaya.

Jadi, untuk bisa mendapatkan keberhasilan dalam pembudidayaan ini, kembali lagi anda harus bisa menjaga lingkungan hidup dari ikan koki ini tetap kondusif. Caranya yaitu dengan memperhatikan kualitas air, melakukan pembersihan secara teratur dan memberikan pakan dengan baik.

Budidaya Ikan Koki Di Kolam Kecil

Bagi Anda pecinta ikan ikan hias misalnya ikan koki, salah satu tempat untuk pembudidayaan yang banyak disukai yaitu di kolam kecil yang letaknya di pekarangan rumah kan. Hal ini karena selain untuk meminimalisir tempat karena lahan yang sempit, juga bagus tentunya untuk dijadikan pajangan dan hiburan. Lalu apa saja hal yang diperhatikan dalam pembuatan kolam kecil?

Letak dan Konstruksi Kolam

Meskipun kolam kecil anda terletak di pekarangan rumah, pastikan juga bahwa pencahayaanya baik. pencahayaan yang optimal pada ikan koki ini maksimal 60%, berupa sinar matahari pagi. Jika ikan koki tersebut terlalu banyak mendapatkan sinar matahari, maka bisa berefek kurang baik.

Dalam pembuatan kolam kecil, kedalaman kolamnya yang ideal yaitu antara 50-60 cm. Sedangkan untuk pengisian airnya sendiri yaitu 25 – 30 cm. Pengisian air tersebut ideal, terutama jika ikan yang akan anda pelihara ukuran sekitar 20 cm. Ingat, kolamnya jangan terlalu dangkal karena bisa memberikan pengaruh yang buruk misalnya akan tumbuh lumut.

Sedangkan untuk luas kolam ikan sendiri, tentu saja tergantung dengan kebutuhan. Misalnya kolam berukuran 1 x 2 m2 bisa diisi  20 ekor koki muda. Ukuran ikan ini sebesar ibu jari orang dewasa atau sekitar 5 cm-an. Nah, di dalam kolam tersebut, akan lebih baik jika tak dihiasi karang maupun tumbuhan lainya. Hal ini bisa melukai tubuh ikan dan bisa membuat kolam menjadi kotor.

1. Pakan Pakan Pada Koki

Dalam budidaya ikan koki di kolam kecil, memperhatikan makanan yang akan diberikan juga sangat penting. Pemberian pakan dengan baik serta teratur ini juga akan menunjang kesehatan dari ikan koki itu sendiri. Pakan untuk ikan koki sendiri cukup variatif. Anda bisa memberinya pakan berupa pelet maupun pakan alami seperti ganggang, cacing dan sejenisnya.

Budidaya Ikan Koki Bagi Pemula

  1. Menentukan letak lokasi kolam.
  2. Hidari kolam dari hewan pemangsa.
  3. Menjaga keamanan kolam.
  4. Membuat kontruksi kolam.
  5. Menjaga kualitas sumber air.
  6. Mencari media untuk menempatkan telur koki, contohnya eceng gondok atau ganggang.
  7. Memilih indukan yang berkualitas. Indukan jantan minimal usia 7 bulan, sedangkan betina 8 bulan.
  8. Tahu proses pemijahan. Sistem pemijahan ada 2 yaitu kawin masal atau berpasangan.
  9. Memberi pakan koki yang berkualitas.
  10. Proses pendederan.
  11. Melakukan proses seleksi ikan koki yang berkualitas.
  12. Bisa mengantisipasi terkena hama dan penyakit.
  13. Melakukan proses pembesaran.
  14. Panen.

Baca Juga: Cara Memelihara Ikan Koki di Aquarium dan Tanpa Oksigen

Analisis Budidaya  Usaha Ikan Koki

Pada saat  melakukan budidaya ikan koki, hal pertama yang dilakukan tentu saja adalah melakukan perencanaan dan juga persiapan. Tak mungkin juga kan tiba-tiba Anda membeli ikan koki namun tempat, pakan, dan persiapan lainya belum siap?

Nah, uagar proses budidaya bisa berjalan lancar dan mendapatkan hasil yang menguntungkan, maka perlu perencanaan. Diantaranya yaitu mengenai modal usaha dan beberapa persiapan urgent sejenisnya. Dalam hal ini tentu persiapan harus dilakukan dengan baik. Sehingga usaha Anda pun bisa dibilang anda total dan tidak setengah-setengah.

Adapun modal yang nantinya akan dibutuhkan dalam pembudidayaan ikan ini bisa beragam. Paling utama tentu modal untuk pembelian ikannya sendiri.  Selain itu, jangan lupa juga siapkan beberapa kebutuhan pokok lain seperti pakan dan tempat tinggal ikan.

Rincian modal usaha tersebut diantaranya yang pertama yaitu pembelian bibit koki. Untuk pembelian bibit koki ini anda harus selektif. Pasalnya jika anda memilih koki yang berkualitas, maka harga jualnya di pasaran juga akan tinggi nantinya.

Ikan koki yang dijual dipasaran tersebut ada dalam beberapa kategori, diantaranya kategori biasa dan berkualitas tinggi. Ikan koki dengan kategori tinggi ini tentu saja memiliki harga yang lebih tinggi dibandingkan dengan jenis koki biasa.

Nah, untuk modal pengadaan  pembelian bibit ikan koki untuk pembudidayaan, misalnya akan  membutuhkan biaya sekitar Rp. 2.200.000. Selain itu, ada juga perlu modal untuk membeli peralatan-peralatan lainya diantaranya yaitu pembelian 1 unit kolam misalnya ukuran 2x1x1 m  harga sekitar Rp. 1.500.000. Modal pembelian jaring yaitu sekitar Rp. 230.000.

Bagi Anda yang tidak memiliki lahan sendiri, menyewa lahan juga perlu dilakukan yaitu membutuhkan modal sekitar Rp. 2.300.000. Pembelian selang dan paralon juga diperlukan untuk pembudidayaan, modalnya sekitar Rp. 80.000, sedangkan untuk pembelian pompa air maka memerlukan biaya sekitar Rp.500.000.

Selain itu, peralatan pembersih kolam  juga diperlukan untuk menunjang pembudidayaan modalnya yaitu sekitar Rp. 80.000.  Persiapan biaya lainya yang penting sekali diperhatikan yaitu untuk pembelian pakan (penggunaan 1 bulan)  sekitar Rp. 500.000. Obat-obatan juga diperlukan untuk menunjang kesehatan ikan harganya sekitar Rp.200.000.

Penggunaan air dan listrik pun tentu saja juga masuk pada penghitungan biaya budidaya ikan koki. Adapun biaya yang dibutuhkan untuk listrik dan air yaitu sekitar Rp.300.000. Sedangkan persiapan modal untuk pembelian bahan tambahan misalnya yaitu 100.000.

Dari rincian modal usaha ikan koki tersebut diatas, maka didapat jumlah modal  total awal yang diperlukan yaitu sebesar Rp. 7.990.000. Memang modal yang diperlukan untuk menjalankan usaha budidaya ikan koki ini tidak sedikit. Namun, pengeluaran tersebut akan sebanding dengan hasil yang akan didapat jika berhasil. Bahkan Anda bisa cepat balik modal dengan keuntungan lebih.

Kelebihan Budidaya Ikan Koki

Seperti yang kita ketahui, ikan koki merupakan salah satu jenis ikan hias yang banyak dibudidayakan oleh orang-orang dari berbagai kalangan. Hal tersebut wajar saja mengingat keuntungan dari budidaya ikan ini sangat besar.

Bagaimana tidak? Harga jual ikan koki ini dipasaran cukup tinggi. Sehingga apabila pembudidayaan yang anda lakukan berhasil, bisa dipastikan pendapatan yang akan diperoleh sangatlah besar bahkan hingga puluhan juta.  Bagaimana tidak membuat tertarik coba?

Keuntungan berikutnya dari budidaya ikan koki ini yaitu pangsa pasarnya pun sangat bagus dan luas. Terlebih jika anda memasarkanya di Indonesia pasti banyak peminatnya sekali dan dicari-cari. Pasalnya di Indonesia banyak sekali pecinta ikan hias. Sehingga jika anda mampu menghasilkan ikan dengan kualitas terbaik, permintaanya pun tidak akan pernah surut.

Kelemahan Budidaya Ikan Koki

Dibalik kelebihan  budidaya ikan koki, pasti juga ada kerugian atau kelemahannya. Untuk kelemahan pun sebenarnya juga banyak sekali, sehingga anda pun perlu belajar dan melakukan perawatan secara intensif agar tak mengalami kerugian.

Misalnya saja yaitu  dalam pembudidayaan ikan koki ini, kualitas dari ikan tersebut memang harus benar-benar baik dan unggul. Maksudnya, ketika siap jual, tubuh harus yang bagus, gesit dan juga sehat.

Mengapa? Karena jika ikan hasil budidaya tersebut kurang maksimal,  bisa dipastikan anda akan sulit untuk memasarkan ikan tersebut. Ditambah lagi saat ini pembudidaya ikan koki ini pun juga sudah banyak sekali sehingga jika kualitas ikan koki tersebut buruk, maka akan kalah saing.

Berbicara lebih jauh mengenai proses perawatan, melakukan budidaya ikan koki ini juga bukanlah perkara mudah. Pasalnya merawat koki ini perlu hati-hati karena bibit ikan koki ini rentan mengalami kematian.

Baca Juga: Hama dan Penyakit Ikan Koki Serta Cara Mengatasinya

Untuk mencegah hal tersebut, maka penting sekali untuk secara teratur mengontrol kualitas air dan membersihkanya secara teratur, serta rajin mengontrol kadar oksigen. Pemberian pakan yang berkualitas dan baik juga sangat penting untuk menjaga tumbuh kembang ikan koki agar tetap baik.

Written by Portal Hewan