budidaya ikan kerapu
in

7 Cara Budidaya Ikan Kerapu di Kolam dan di Tambak

Cara Budidaya Ikan Kerapu – Tahu kah Anda bahwa budidaya ikan kerapu kini masih sangat dipertimbangkan? Selain karena perawatannya yang tidak terlalu sulit juga peluang usahanya yang besar. Well, ikan kerapu sendiri adalah ikan yang hidup di laut yang dalam Bahasa Inggris disebut grouper. Variasi ikan tersebut sangat beragam, mulai dari ikan kerapu batik, ikan kerapu bebek, dan ikan kerapu kertang.

budidaya ikan kerapu, ternak kerapu, budidaya kerapu laut, budidaya kerapu air tawar

Ikan kerapu memiliki keunikan seperti bisa bertahan hidup sampai 25 tahun dan memiliki berat sampai 200 kg hingga panjang sampai 7 kaki. Cukup menarik bukan untuk bisa memelihara dan bahkan menjadikan ikan kerapu ini sebagai salah satu pendapatan Anda? Berikut ini adalah cara yang bisa Anda coba.

Cara-Cara Budidaya Ikan Kerapu Bagi Pemula

Budidaya Ikan Kerapu di Kolam

Untuk Anda yang akan memulai menjadi pengelola ikan kerapu tapi ingin mencoba yang tidak terlalu beresiko, coba untuk melakukannya di kolam. Ada beberapa trik yang perlu Anda perhatikan sebelum kemudian menetapkan cara budidaya ikan kerapu di dalam kolam. Sekalipun masih pemula dalam hal budidaya khususnya ikan kerapu, Anda tetap perlu mencoba untuk bisnis yang satu ini.

Memang sudah banyak pesaing, tapi peminat dari ikan ini sendiri pun cukup besar dari berbagai kalangan. Nah, berikut ini adalah salah satu cara budidaya ikan kerapu di dalam kolam yang bisa dicoba:

1. Memilih jenis ikan kerapu yang tepat

Seperti yang sudah dikatakan di atas bahwa ikan kerapu memiliki beragam jenis. Nah, jika Anda ingin membudidayakan di dalam kolam, maka pilih lah jenis yang bisa hidup di dalam kolam. Jika Anda ingin cepat untung, bisa memilih ikan kerapu jenis cantang dan ikan kerapu jenis cantik. Ini karena ikan kerapu dua jenis ini cukup mudah dibudidaya dan memiliki masa rawat pendek.

Selain kedua jenis ini, masih ada jenis lainnya seperti kerapu macan, kerapu lumpur, kerapu pasir, kerapu tikus, dan masih banyak lagi lainnya. Setelah menentukan jenis ikan kerapu yang paling sesuai, langkah yang harus dilalui adalah menentukan indukannya.

Induk ikan kerapu yang paling tepat adalah yang sudah bisa dipijahkan dengan kerapatan 7,5 – 10 kg/m 3. Kemudian, selama merawat indukan ikan kerapu, berilah makan dengan ikan rucah segar karena ikan tersebut memiliki protein dengan kadar lemak yang rendah. Nah, di awal perawatan, beri makan dengan takaran 3-5 persen dari berat badannya.

Kemudian, seiring berjalannya waktu, turunkan takaran makanannya menjadi 1 persen, tapi tambahkan vitamin E dengan dosis 10-15 mg.

2. Masa Pemijahan

Supaya tidak salah langkah, sebaiknya ketahui mana ikan jenis betina dan mana jenis jantan karena pada saat pemijahan, akan dipisahkan antara kedua jenis tersebut. Nah, ikan betina kemudian dipindahkan pada kolam yang sudah diisi air laut bersih dengan ketinggian 1,5 meter dan salinitas + 32%.

Jika ingin menaikan atau menurunkan air, lakukan pada pukul 09.00 dan 14.00. Pada pukul ini, turunkan ketinggian air antara 40 cm dan setelah jam 14.00, kembalikan ketinggian permukaan air yaitu satu setengah meter. Lakukan hal tersebut sampai ikan melakukan pemijahan secara alami dan telur bisa dipindahkan kepada bak khusus.

3. Proses Penetasan Telur

Sebagai salah satu persiapan dalam penetasan telur, siapkan bak dengan bahan beton untuk ukuran kurang lebih  4 x 1 x 1 meter. Namun, sebelum digunakan untuk pembibitan larva, sterilisasikan dengan larutan klorindengan supaya bebas hama dan tunggu beberapa saat sampai bau dari klorindengan hilang.

Jangan lupa untuk menstabilkan kolam dengan memasukkan air laut dengan kadar garam 32 persen supaya suhunya mencapai suhu antara 27 – 28 celsius. Telur yang sudah dibuahi kemudian dikumpulkan dalam sistem air mengalir. Nah, satu hari sebelum ditetaskan larut dalam 1 – 5 ppm acriflavin untuk mencegah bakteri.

4. Perawatan Larva Baru

Selama larva ikan kerapu, Anda memang tidak perlu memberi makan mereka karena masih memiliki cadangan makanan berupa kuning telur. Setelah 3 hari, Anda baru perlu memberi makan dengan rotifera brachionus plicatilis dengan porsi 1-3 ekor per milliliter Phytoplankton chlorella sp dengan porsi 5.10 – 10 sel per milliliter sampai ikan kecil memasuki usia 16 hari.

Kemudian, pada hari kesembilan bisa diberikan tambahan pakan berupa Naupli artemia yang masih kecil dengan kepadatan  0,25 – 0,75 ekor per milliliter sampai umur 25 hari. Mencapai usia 17 hari, pakan diubah berupa Artemia setengah dewasa sampai larva berumur 50 hari. ketika ikan kerapu mulai dewasa, makanan bisa diganti berupa cacing atau cincangan daging yang kecil-kecil.

Budidaya Ikan Kerapu di Tambak

Jika Anda tidak memiliki tempat yang besar di sekitar rumah, maka budidayanya bisa dilakukan dengan tambak. Melakukan budidaya di tambak, bisa sebaiknya lebih dekat pantai dan tentu saja lebih menguntungkan untuk Anda. Jika merasa tertarik, berikut ini adalah hal yang perlu dipersiapkan untuk melakukan budidaya ikan kerapu di tambak untuk Anda:

1. Pemilihan Tempat yang Tepat

Jika Anda ingin melakukan budidaya di tambak, pastikan bahwa lokasi yang dipilih sudah tepat. Karena sebenarnya ikan kerapu ini adalah ikan air laut, maka sebaiknya memilih lokasi yang dekat dengan pantai. Selain itu, perpaduan antara air laut dengan air tawar juga harus tepat dan jauh dari pabrik, terhindar dari luapan sungai, dan pencemaran lingkungan lainnya.

Tanah sekitar tambak juga perlu diperhatikan. Yaitu tanah dengan tekstur lempung berliat, liat berpasir, liar berlumpur dan setidaknya memiliki PH 7,5 sampai dengan 8,5. Sementara suhunya yaitu antara 25 sampai 32 derajat celcius.

2. Penentuan Habitat

Dalam menentukan bibit terdapat dua cara yaitu bibit dengan tangkapan atau bibit dengan pembenihan sendiri. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangannya sendiri, jika menggunakan bibit tangkapan, Anda memang tidak perlu mengeluarkan biaya untuk membeli bibitnya.

Namun, bibit tangkapan sangat rawan terkena penyakit. Jumlah yang didapat pun tidak menentu dan jenisnya sering tidak sesuai dengan keinginan. Begitu juga dengan bibit yang dibeli melalui pembenihan sendiri. kekurangannya adalah memerlukan biaya untuk membelinya tapi juga memiliki kelebihan seperti kualitas yang terjamin, tidak cacat, dan beratnya pun seragam.

Perlu Anda pahami bahwa ikan kerapu adalah ikan kanibal karena bisa memakan temannya yang memiliki ukuran lebih kecil. Maka dari itu, sebaiknya Anda memilih bibit ikan kerapu yang ukurannya sama untuk menghindari dimakan oleh yang ukurannya lebih besar.

3. Memberi Makan Ikan Kerapu

Pemberian pakan perlu dilakukan selama 3 sampai 4 kali dalam sehari. Makanan yang pas untuk ikan kerapu yaitu berupa ikan rucah yang dipotong kecil-kecil. Makanan lain yang juga bisa dijadikan referensi adalah berupa pelet ikan. Selain itu, Anda juga bisa menambahkan vitamin supaya ikan selalu sehat dan memiliki warna yang menarik.

Vitamin yang bisa diberikan kepada ikan kerapu yaitu vitamin C yang juga bisa dicampurkan bersamaan dengan pemberian makanan. Misalnya dengan takaran 2 gram vitamin C dengan jumlah porsi makanan 1 kg. Dalam satu bulan, lakukan 2 kali dengan jangka waktu dua minggu sekali supaya menjauhkan ikan dari penyakit.

Cara Merawat Ikan Kerapu Agar Cepat Besar dan Tidak Mati

Supaya budidaya ikan kerapu Anda tidak gagal, pastikan bahwa cara perawatannya dilakukan dengan tepat. Setidaknya, dalam satu bulan dilakukan 10 kali sampling yang disesuaikan dengan jumlah ikan yang dipelihara. Selain itu, pastikan air dalam kondisi baik, sering lakukan pembersihan dan menguras hingga 40 persen dari keseluruhan air tambak.

Waspadai juga adanya hewan lain yang menjadi penyebab dari ikan kerapu menjadi terancam keberadaannya. Sebut saja seperti tikus, selain bisa menyebarkan virus, adanya tikus yang berlalu-lalang di sekitar tambak juga membuat budidaya terganggu.

Cara Memanen Ikan Kerapu Yang Benar

Jika dirasa ikan kerapu dalam tambak sudah memiliki ukuran yang besar antara 1 sampai 3 kg, ini bisa menjadi saat yang tepat untuk memanennya. Waktu yang tepat untuk melakukan panen adalah saat sudah diberi pakan saat pagi hari. Sementara alat yang digunakan untuk memanen ikan kerapu bisa berupa jaring dan dilakukan dengan hati-hati supaya ikan tidak terluka.

Cara Memelihara Ikan Kerapu dengan Bak

Jika mencoba untuk membudidayakan ikan kerapu di atas terasa sulit atau Anda tidak memiliki lahan yang cukup besar, maka salah satu cara lainnya adalah dengan melakukan pemeliharaan dengan bak. Selain lebih praktis, cara satu ini tentu lebih mudah dilakukan dan hemat. Berikut adalah hal yang perlu dipersiapkan:

1. Persiapkan Bak yang Tepat

Apabila Anda ingin memilih bak yang paling sesuai, maka pilih lah bak berukuran bulat dengan volume 56 cm3. Namun, bak yang digunakan pasti lah sudah bebas dari kotoran, tidak memiliki bau atau lumut, dan bisa menggunakan kaphorit untuk membasmi pathogen atau lumut dalam bak.

Nah, setidaknya Anda memerluka 3 buah bak yang akan digunakan sebagai alat budidaya. Bak pertama adalah bak untuk induk, bak untuk larva dan bak untuk penetasan.

2. Memilih Indukan

Memilih indukan yang tepat adalah kunci ketika Anda ingin melakukan budidaya ikan kerapu. Sebaiknya pilih induk yang sama ukurannya supaya indukan yang kecil tidak malah menjadi santapan bagi ikan lainnya. kemudian, letakkan dalam bak beton dengan ukuran panjang 7 meter, lebar 5 meter dan kedalaman 3 meter yang sudah di aerasi.

Kemudian yang perlu diperhatikan adalah mengenai kerapatan induk ikan yang setidaknya tidak lebih dari 8 kg/m3. Induk juga sebisa mungkin tidak mengalami kecacatan dan tidak stress.

Perhatikan juga mengenai kebersihan bak, bersihkan satu bulan minimal dua kali supaya indukan selalu sehat dan besar-besar. Gosok dan bersihkan menggunakan kaporit 100 ppm dan cuci sampai bersih. Sementara itu, beri makan indukan dengan ikan rucah atau cumi-cumi yang sudah dipotong kecil-kecil dan beri makan satu kali sehari pada pagi hari.

3. Pemijahan

Biasanya, indukan akan melakukan pemijahan pada malam hingga menjelang subuh, antara waktu 23.00 sampai dengan 02.00 karena pada waktu tersebut masih gelap dan air masih tenang.

Metode yang dilakukan untuk pemijahan ikan kerapu di bak adalah dengan cara dilakukan untuk menaik turunkan suhu kemudian salinitas yang disusul dengan dilakukan pemasukan air baru. Pemijahan juga bisa dengan cara mengumpulkan induk yang telah siap memijah pada bak khusus pemijahan.

4. Pemanenan Telur

Untuk memanen telur, biasanya bisa dilakukan pada pukul 08.00 karena pada jam tersebut, telur cenderung lebih kuat karena ada pada fase gastrula. Nah, kemudian telur ini akan dibawa pada aliran air yang bisa dibuat dari screen net dengan mesh size 150 – 200 μm. Kemudian telur-telur ditampung memnggunakan gayung dan dipindahkan ke akuarium yang sudah diaerasi.

Cara memilih telur ikan kerapu yang baik adalah telur yang akan mengapung. Sebaiknya pisahkan telur dengan kualitas baik dengan telur lainnya. Sementara telur yang telah busuk memiliki ciri dengan warna putih seperti susu dan sulit mengambang.

Pakan Ikan Kerapu Yang Bagus

Sudah disebutkan beberapa kali di atas bahwa pakan ikan kerapu pada umumnya bisa berupa ikan rucah yang dipotong kecil-kecil atau dengan cumi-cumian. Namun ada beberapa jenis pakan lainnya yang bisa digunakan sebagai referensi lainnya.

Untuk ikan kerapu bayi atau yang masih kecil, Anda juga bisa memberikan udang, baik daging maupun kepalanya. Kepiting pun bisa menjadi salah satu ide lainnya sebagai pakan ikan kerapu supaya tidak terlalu membosankan. Sementara itu, jenis ikan yang juga disukai oleh ikan kerapu yaitu ikan teri, ikan beronang, ikan beranak, dan ikan tembang. Tentu saja yang masih segar dan dipotong sesuai ukuran mulut ikan.

Sebagai orang yang memiliki ketertarikan untuk budidaya ikan kerapu, Anda perlu tahu bahwa ikan ini suka makan di saat yang tidak terduga. Mereka memiliki kebiasaan makan saat pagi sebelum matahari terbit dan tengah malam. Ciri ketika ikan kerapu mulai lapar adalah akan menengadahkan kepalanya dengan mata yang terus bergerak-gerak.

Juga perlu diperhatikan bahwa ikan kerapu biasanya tidak akan memakan makanan yang sudah terlanjur jatuh ke tanah. Maka dari itu, sebaiknya Anda juga sering-sering membersihkan kolam supaya makanan yang jatuh tidak menjadi busuk dan mencemari kolam sehingga menyebabkan penyakit dan budidaya yang gagal.

Pengelolaan kualitas air juga bisa menjadi salah satu usaha supaya ikan kerapu lekas dewasa dan tumbuh besar. Kolam bersih pastinya menghindari ikan terkena dari penyakit yang bisa mengancam larva maupun ikan besar. Selama benih, pastikan bahwa suhu air berkisar antara 29-30 0C. Dan selama pemeliharaan benih, standar pH yang baik adalah 7 sampai 8.

Anlisis Usaha Budidaya Ikan Kerapu

Ikan kerapu adalah ikan laut yang biasa hidup di sekitar karang-karang. Ikan ini juga disukai banyak orang di Indonesia karena rasanya yang enak dan sekarang banyak pengusaha yang mulai membudidayakan ikan ini. Apa anda juga tertarik untuk menjadi pengusaha budidaya ikan kerapu? Berikut ini kami berikan analisis budidaya ikan kerapu.

Untuk memulai bisnis budidaya ikan kerapu tidak membutuhkan modal yang besar, anda bisa gunakan pekarangan rumah atau menyewa tanah untuk membuat kolam keramba. Apa itu kolam keramba? Kolam keramba adalah wadah budidaya ikan dengan menggunakan sebilah bambu atau papan kayu yang ditempatkan di badan sungai.

Selain papan kayu, kolam keramba juga bisa divariasikan dengan menggunakan jaring apung yang ditempatkan di tengah sungai. Jaring apung menggunakan pelampung agar tetap bisa mengapung di tengah sungai, sehingga ikan akan terkurung oleh jaring.

Setelah membuat kolam, anda bisa mulai memilih makanan untuk ikan kerapu. Karena hidup di sekitar karang, ikan ini menyukai makanan seperti udang kecil. Untuk mendapatkan udang kecil, anda bisa mencarinya di pasar atau mencarinya di sekitar pantai.

Saat memilih benih ikan kerapu, anda harus memilih dengan baik agar ikan kerapu yang panen nantinya berkualitas dan tidak cacat. Anda bisa memilihnya bersama orang yang sudah paham dengan ikan kerapu atau bertanya pada penjual benih, tentang cara memilih bibit ikan kerapu yang bagus.

Untuk mempermudah pemasaran, anda bisa membuat lokasi budidaya ikan kerapu di sekitar pasar, pusat perbelanjaan atau rumah makan yang menyediakan ikan kerapu sehingga saat panen anda bisa menawarkan ke tempat-tempat tersebut.

Anda tidak bisa mengerjakan usaha budidaya ini sendirian, paling tidak anda harus mempunyai satu orang karyawan untuk membersihkan kolam dan memberi makan. Selain itu anda tidak bisa terus berdiam diri di tempat budidaya ikan kerapu milik anda, sementara usaha budidaya ikan kerapu harus dijaga dari pagi hingga malam.

Jadi karena itulah anda membutuhkan pekerja untuk membantu mempermudah usaha budidaya ikan kerapu anda.

Selanjutnya, perlu diketahui bahwa harga ikan kerapu per kilo nya bisa mencapai 150.000, jika anda sukses membudidayakan ikan kerapu, anda bisa mendapatkan keuntungan yang besar. Paling tidak, selama sehari anda harus menghasilkan 23 kg ikan kerapu untuk dijual, dengan begitu anda bisa mendapatkan sekitar 13.800.000 selama sebulan.

Namun selain keuntungan yang besar, bisnis budidaya ikan kerapu juga memiliki kerugian bila anda tidak menjalankanya dengan baik. Contohnya seperti makanan yang susah dicari, serta persaingan yang cukup berat, karena sekarang sudah banyak yang melakukan bisnis budidaya serupa.

Modal awal untuk melakukan usaha budidaya ikan kerapu adalah sebesar 7.389.200, uang itu akan digunakan untuk membuat kolam keramba, menyewa lahan jika belum memiliki tanah, perahu kecil untuk mengurus jaring keramba, jaring untuk menangkap ikan kerapu, serta alat untuk membersihkan kolam.

Selain itu anda juga membutuhkan pengeluaran operasional untuk biaya listrik dan air, makanan ikan, vitamin, serta biaya angkut ikan saat berjualan ke pasar atau rumah makan. Lalu berapakah keuntungan dari bisnis budidaya ikan ini?

Seperti yang sudah ditulis sebelumnya selama sebulan anda bisa mendapatkan keuntungan sebesar 13.800.000 jika menjual 23 kg ikan kerapu setiap hari. Lalu penghasilan kotor itu dikurangi modal awal dan operasional, yang berarti pendapatan bersih anda adalah 6.411.000.

Hanya saja, sebelum panen, anda harus menunggu kurang lebih 6 bulan. Jadi anda harus bersabar mengurus ikan kerapu selama 6 bulan, sehingga anda harus menyiapkan modal tambahan selama ikan belum panen.

Anda harus menyiapkan modal tambahan untuk biaya listrik dan air, makanan ikan serta gaji karyawan, sehingga jika dianalisa anda harus menyiapkan uang sebesar 5.000.000 selama 6 bulan untuk biaya-biaya tambahan tersebut.

Demikianlah analisis budidaya ikan kerapu ini, semoga bermanfaat bagi anda yang ingin terjun di bisnis ini. Jika dilihat sekilas memang modalnya cukup banyak dan perlu dirinci dengan baik. Namun tentu saja bukan hal mustahil bahwa modal tersebut akan kembali dalam angka yang cukup tinggi serta berlipat ganda jika Anda bisa menekuninya dengan baik.

Nah, itulah ulasan lengkap mengenai budidaya ikan kerapu yang bisa Anda coba. Harga jual ikan kerapu memang termasuk tinggi, tapi itu tidak membuatnya jadi sepi peminat sehingga sangat menguntungkan jika kemudian Anda menyeriusi budidaya ikan satu ini. Karena gizi tinggi, ikan ini banyak dicari, apalagi oleh rumah makan yang memang menyajikan makanan khusus olahan dari laut.

Baca Juga: Cara Budidaya Ikan Gabus di Kolam Terpal, Beton dan Tanah

Selain diminati oleh restoran, hotel pun banyak yang menyajikan olahan ikan kerapu sebagai salah satu hidangan utamanya. Dengan begitu, Anda tidak perlu khawatir akan kesulitan mencari pasar jika memulai bisnis ikan kerapu. Jadi, diantara ketiga cara budidaya di atas, mana yang sekiranya paling menarik dan mudah menurut Anda?

Written by Portal Hewan