in

20 Cara Budidaya Ikan Guppy di Aquarium, Ember dan Kolam Terpal

Budidaya Ikan Guppy – Semua orang tahu bahwa ikan guppy merupakan salah satu ikan memiliki bentuk serta ciri khas tersendiri. Ya ikan guppy memiliki tubuh yang kecil namun di lain sisi ikan ini juga memiliki bentuk yang menawan. Banyak yang menilai bahwa ikan ini dapat dijadikan sebagai ikan hiasan pada aquarium. Lantas bagaimana cara budidaya ikan guppy yang bisa dilakukan?

Budidaya Guppy, Budidaya Ikan Guppy, Ternak Guppy, Ikan Guppy

Sejauh ini mungkin banyak yang masih kebingungan dengan langkah-langkah budidaya guppy tersebut. Perlu diketahui lebih jauh bahwa budidaya guppy ternyata tidak hanya bisa dilakukan di aquarium saja. Penasaran bagaimana saja langkah perawatan dan proses budidaya selengkapnya?  Berikut penjelasannya.

Budidaya Ikan Guppy di Aquarium

Untuk berbudidaya ikan guppy di akuarium Anda harus menyiapkan beberapa hal serta peralatan untuk menunjang keberhasilan dari pembudidayaan. Tak sedikit orang yang memilih untuk membudidayakan ikan guppy pada akuarium karena hal ini tidak mudah untuk dilakukan. Hal pertama yang harus anda lakukan untuk untuk berternak ikan guppy di akuarium adalah menyiapkan akuarium tersebut.

Akuarium yang anda siapkan tergantung dari jumlah banyaknya ikan guppy yang akan anda ternak nanti. Jika Anda memang memiliki keinginan untuk membudidayakan ikan guppy sebanyak mungkin, maka bisa memilih akuarium yang berukuran cukup besar. Dalam ukuran akuarium 1 x 1 m dapat dihuni sekitar 30 jenis ikan guppy di dalamnya. Maka dari situ Anda bisa mempersiapkan jumlah kalium yang digunakan.

Sebelum melangkah lebih jauh untuk membudidayakan ikan guppy di aquarium Anda harus mengetahui beberapa hal penting. Nantinya terdapat empat tahap pembudidayaan ikan guppy yang bisa anda lakukan. Anda terlebih dahulu harus melakukan pemilihan bibit indukan ikan guppy yang benar-benar berkualitas agar hasil yang anda dapatkan tidak mengecewakan.

Dalam hal ini anda bisa pergi ke beberapa tempat penjualan ikan guppy yang berada di sekitar lingkungan. Terdapat beberapa hal untuk memilih indukan betina. Untuk memilih indukan ikan betina yakni ikan tersebut memiliki gerak yang aktif tidak diam dan tidak pasif. Hindarilah pemilihan indukan ikan betina yang memiliki warna kusam atau pudar hal ini juga berpengaruh langsung pada kualitas ikan tersebut.

Selain itu indukan betina yang baik untuk dipilih adalah dapat bergerak aktif hingga ke permukaan air dan tidak cenderung berada di dasar air. Selain itu bentuk fisik dari indukan betina juga wajib Anda ketahui seperti halnya dari depan sampai belakang tidak ada yang cacat. Sirip ikan betina tidak ada yang patah ataupun robek. selain itu Anda juga menghindari sirip betina yang terluka atau pun terlihat bopeng.

Proses pemilihan indukan ikan guppy memang wajib dilakukan dengan teliti. Karena banyak orang yang asal-usul memilih ikan betina sehingga hasil yang diharapkan tidak sesuai keinginan. Setelah itu Anda harusmenyiapkan dua wadah untuk tempat pemisahan indukan jantan maupun betina. Anda bisa memilih akuarium dengan ukuran yang kecil dan memiliki kedalaman sekitar 25 cm.

Pastikan anda memiliki akuarium kecil yang bersih untuk proses pemisahan indukan antara jantan dan betinanya. Kemudian pisahkan antara ikan guppy jantan dengan indukan betina dalam 2 wadah terpisah. Dalam proses ini Anda harus menjaga pemeliharaan ikan jantan maupun betina dalam kondisi yang baik dan sehat. Caranya adalah anda harus rutin untuk mengganti kondisi air setiap 3 kali sehari.

Namun pastikan dalam hal penggantian air ini, anda tidak mengganti keseluruhan volume air pada wadah aquarium. Dikarenakan ikan guppy telah beradaptasi dengan, jika seandainya Anda mengganti total keseluruhan air maka membuat ikan guppy harus beradaptasi dari awal. Anda juga bisa memasukkan kutu air ataupun larva jentik-jentik nyamuk sebagai makanan ikan jantan serta indukan betina.

Anda harus menghindari pemberian pakan instan saat melakukan proses pemisahan ini. Karena makanan instan dapat membuat air dalam aquarium cepat kotor sehingga Anda harus rutin untuk membersihkannya. Pastikan kondisi ikan guppy selalu sehat dalam proses pemisahan selama 2 hari, karena hal ini juga menunjang keberhasilan untuk proses yang selanjutnya.

Untuk budidaya ikan hias guppy yang selanjutnya adalah masuk ke tahap pamijahan. Dalam hal ini ikan jantan dan juga indukan ikan betina akan dimasukkan dalam satu wadah khusus untuk proses pemijahan. Anda hanya perlu menyiapkan wadah yang setidaknya memiliki kedalaman sekitar 25 sampai 30 cm. Wadah di sini juga tergantung dari banyaknya ikan guppy yang akan anda lakukan dalam proses pemijahan.

Untuk menambah harapan keberhasilan dalam proses pemijahan ini Anda bisa memasukkan beberapa tanaman pendukung seperti halnya eceng gondok ataupun hydrilla. Beberapa tanaman ini sangat berguna untuk membantu proses pemijahan kedua ikan atau dalam arti lain untuk tempat bercumbu dan memadu kasih. Selain itu untuk proses pemijahan juga memiliki aturan dalam memasukkan ikan jantan dan betina.

Ikan betina lebih banyak untuk dimasukkan ke dalam wadah dibandingkan jumlah ikan jantan. Perbandingannya adalah 1:5 atau bisa juga 2:5. Namun bagi Anda yang masih pemula bisa memasukkan ikan dengan perbandingan 1:2. Hal lain yang harus diperhatikan untuk memasukkan ikan jantan maupun betina adalah waktunya yang berbeda.

Di mana Anda memasukkan terlebih dahulu ikan betina pada pagi hari kemudian disusul ikan jantan pada sore hari. Hal ini dikarenakan ikan betina membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan kondisi air serta lingkungan pada akuarium sehingga ikan betina akan fokus untuk proses pemijahan nantinya. Dalam proses ini anda bisa menunggu sekitar 4 sampai 7 hari ataupun bisa lebih sedikit.

Hal tersebut tergantung keberhasilan dari ikan jantan dan betina dalam proses pemijahan. Jika waktu yang telah ditentukan terlampaui atau anda sudah melihat betina yang telah dibuahi maka akan ke tempat akuarium selanjutnya. Dalam hal proses penetasan telur terdapat beberapa hal yang wajib Anda ketahui seperti halnya adalah menjaga kualitas air agar tetap jernih.

Untuk menjaga kestabilan serta kualitas air Anda bisa membersihkan dengan aerator. Namun dalam hal ini anda juga ditekankan untuk tidak memberikan aurator terlalu berlebihan karena dapat mengganggu proses penetasan dari induk betina. Untuk menjaga kesehatan serta keberhasilan penetasan Anda harus melakukan rutin pergantian air selama 1 sampai 3 hari dengan mengganti sepertiga dari volume air.

Jangan sampai Anda mengganti keseluruhan air karena hal tersebut akan mengganggu proses penetasan. Selain itu Anda juga rutin untuk memberikan makan pada indukan betina agar proses penetasan berjalan dengan lancar. Ikan guppy sendiri merupakan jenis ikan ovovivipar yang dapat beranak maupun bertelur. Di mana telur akan tetap berada di dalam tubuh induk sampai menetas.

Dalam hal ini, waktu kehamilan dari indukan betina dapat dihitung dari mulai proses pemijahan selama kurang lebih 3 sampai 4 minggu atau 1 bulan penuh. Setelah itu Anda dapat masuk ke proses pendederan benih. Di mana dalam hal ini tingkat kehati-hatian anda wajib di gunakan sebaik mungkin agar tidak memperoleh hasil yang tidak diinginkan.

Anda bisa meletakkan bibit atau benih ikan guppy ke wadah baru atau akuarium dengan ukuran sekitar 1 x 1 m. Pastikan juga kedalaman akuarium yang anda miliki untuk proses pendederan benih yakni sekitar 25 sampai 40 cm. Letakkan akuarium pada ruangan yang terbuka dan terdapat banyak sinar matahari. Hal ini bertujuan agar sinar matahari dapat langsung mengarah ke benih atau bibit ikan.

Sehingga warna dari ikan akan menjadi temarang dan lebih bagus  setelah itu Anda harus memberikan pakan kepada bibit ikan guppy yang masih kecil dengan hydrilla ataupun infusoria. Hindari pemberian makanan instan atau pelet ketika usia dari ikan masih muda. Namun jika ikan guppy telah berusia cukup lama atau sekitar 1 bulan lebih maka anda bisa memberikan makanan pelet sebagai makanan utama.

Dalam cara praktis budidaya ikan guppy sendiri Anda wajib mengganti kondisi air pada akuarium. Usahakan Anda mengganti setiap 3 hari sekali dengan pergantian 70% atau menyisakan 30% sisa air pada akuarium.

Dan itulah beberapa cara mudah budidaya ikan guppy pada yang bisa anda lakukan mulai dari sekarang. Pastikan semua hal dan cara di atas tadi tidak ada yang terlewat agar mendapatkan hasil maksimal.

Budidaya Ikan Guppy di Kolam Terpal

Untuk cara sukses ternak ikan gupi pada kolam terpal hal ini sama halnya dengan budidaya ikan guppy pada umumnya. Di mana untuk proses pemisahan induk serta pemijahan dapat dilakukan pada wadah kecil. Namun untuk proses finishing atau proses penetasan dapat dilakukan pada kolam terpal secara langsung langsung. Berikut ini beberapa cara mengenai budidaya ikan guppy di kolam terpal.

Hal pertama yang harus anda lakukan untuk budidaya ikan guppy pada kolam terpal adalah menyiapkan peralatan dan bahan. Peralatan di sini bisa seperti cangkul ataupun alat lainnya yang dapat menunjang proses budidaya ikan di kolam terpal. Selain itu Anda juga memerlukan bahan seperti halnya terpal yang khusus dengan kualitas yang baik. Anda bisa memilih ukuran terpal kecil atau sewajarnya saja.

Setelah semua peralatan dan bahan telah disiapkan anda bisa memilih indukan yang tepat. Dalam hal ini anda bisa mengunjungi beberapa tempat penjualan ikan yang tentunya telah terpercaya. Dalam proses pemilihan indukan ini terdapat beberapa hal atau spesifikasi yang wajib Anda ketahui. Di mana Anda harus memilih indukan betina yang memiliki pergerakan agresif atau aktif.

Dalam arti lain indukan tersebut memiliki gerak yang aktif tidak hanya berada pada dasar wadah atau aquarium. Selain itu bentuk fisik juga wajib Anda ketahui di mana bentuk fisik dari indukan betina yang sehat adalah tidak adanya cacat fisik. Jadi bentuk keseluruhan ikan betina sempurna atau cacat sekalipun. Pastikan sirip indukan ikan guppy tidak robek, tidak patah, tidak bopeng dan lain-lainnya.

Hal tersebut tentu akan mempengaruhi hasil dari bibit ikan guppy nantinya. Setelah anda mendapatkan beberapa indukan betina dari penjualan toko di sekitar, maka tahap selanjutnya adalah proses pemisahan indukan. Dalam budidaya ikan guppy di kolam terpal Anda bisa memilih proses pemisahan indukan melalui media wadah atau langsung ke kolam terpal.

Jika langsung pada media kolam terpal Anda harus membuat 2 kolam terpal dengan ukuran yang sama untuk indukan betina dan ikan jantan. Dalam hal ini anda cukup membuat ukuran sekitar 1 x 1 m dengan kedalaman sekitar 25 sampai 30 cm. Pastikan air yang Anda gunakan tidak mengandung bahan atau zat yang berbahaya sehingga proses pemisahan ikan ini dapat berlangsung secara maksimal.

Lalu Anda bisa langsung memisahkan antara ikan jantan dengan indukan betina dalam dua kolam terpal yang berbeda. Pastikan anda selalu rutin untuk mengganti kebersihan atau kondisi dalam air tersebut. Anda dapat mengganti air sebanyak 1 kali karena proses pemisahan ini hanya membutuhkan waktu sekitar 2 hari saja.

Pastikan anda tidak mengganti air secara keseluruhan, atau lebih baiknya mengganti air sebanyak 70% dari volume air pada kolam terpal tersebut. Hal ini untuk menjaga ikan jantan maupun ikan betina tidak stress dengan air baru yang mereka dapatkan. Dalam proses pemisahan ikan, Anda juga wajib memberikan pakan dengan teratur. Lebih baiknya anda memberikan hydrilla secara rutin.

Hindarilah memberikan pakan makanan instan atau pelet selama 2 hari tersebut, karena makanan instan dapat membuat kondisi air menjadi kotor karena kotoran yang dihasilkan akan lebih banyak. Setelah itu Anda bisa masuk ke tahap selanjutnya pada budidaya ikan guppy di kolam terpal. Tahapan selanjutnya adalah proses pemijahan ikan jantan dan ikan betina.

Dalam hal ini Anda juga bisa menyiapkan kolam terpal baru dengan ukuran yang sama yakni 1 x 1 meter namun dengan kedalaman sekitar 30 sampai 40 cm. Pastikan kondisi air yang Anda gunakan untuk proses pemijahan benar-benar bersih karena dalam hal ini ikan guppy cenderung agresif. Untuk menunjang proses pemijahan Anda bisa memberikan eceng gondok ataupun hydrilla ke dalam kolam.

Hal ini bertujuan untuk mempercepat proses pemijahan karena ikan mendapat kenyamanan dengan adanya eceng gondok ataupun hydrilla tersebut. Dalam memasukkan ikan jantan dan betina juga memiliki aturan dalam proses pemijahan ini. Di mana Anda harus terlebih dahulu memasukkan ikan betina pada waktu pagi hari dan ikan jantan menyusul di waktu sore hari.

Ikan betina membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan kondisi serta suhu air yang ada di kolam, maka tak heran jika ikan betina membutuhkan waktu yang cukup lama agar mudah beradaptasi. Selain itu Anda juga perlu memperhatikan perbandingan dari ikan jantan dan ikan betina yang akan menjalani proses pemijahan. Lebih baiknya anda menggunakan perbandingan 1: 2 untuk ikan jantan dan betina.

Atau bisa juga menggunakan perbandingan 2:5 yang penting perbandingan ikan jantan lebih sedikit dibandingkan jumlah ikan betina yang ada pada kolam tersebut. Hal ini untuk menjaga keberhasilan dari proses pemijahan karena kita belum mengetahui tentang kualitas indukan dari ikan betina apakah benar-benar baik atau tidak. Kemungkinan Anda membutuhkan waktu selama 1 minggu lebih untuk proses ini.

Setelah satu minggu berlangsung maka anda bisa membuat kembali kolam terpal untuk proses penetasan telur. Biasanya indukan betina ikan guppy dapat bertelur atau beranak setelah proses pemijahan berlangsung. Dan telur telur tersebut akan menetas pada dalam tubuh indukan setelah proses pemijahan berlangsung dalam beberapa hari.

Dalam tahap proses penetasan telur Anda juga perlu memperhatikan kesehatan atau kejernihan dari air yang digunakan. Jika air yang Anda gunakan tidak mengandung banyak oksigen atau terkandung zat berbahaya maka akan mengganggu proses penetasan telur pada indukan betina. Untuk menunjang kadar oksigen pada air, Anda bisa memberikan sebuah aurator pada kolam terpal.

Selama proses penetasan berlangsung Anda wajib mengganti kondisi air pada kolam terpal. Seperti biasanya Anda bisa mengganti sebanyak 1 kali dalam 1 sampai 3 hari. Serta usahakan pergantian ini tidak menyeluruh atau Anda bisa mengganti sebanyak 70% dari volume air yang ada pada kolam tersebut. kemungkinan Anda harus menunggu sekitar 1 bulan atau 3 sampai 4 Minggu selama proses penetasan.

Jika sekiranya telah melampaui batas yang telah ditentukan maka anda harus menyiapkan kolam terpal untuk proses pendederan ikan atau benih. Dalam hal ini anda harus berhati-hati atau menyiapkan segala sesuatu dengan baik karena supaya tidak terjadi hal yang anda inginkan. Pastikan air yang akan digunakan untuk proses pendadaran benih atau bibit berkualitas dan jernih.

Hal ini sangat berkaitan dengan kelangsungan pertumbuhan dari benih ikan guppy tersebut. Selain itu kolam terpal yang anda buat untuk proses pendederan adalah berukuran sekitar 1 x 1 m dengan kedalaman sekitar 40 cm. Usahakan kolam terpal untuk proses pendederan ikan ini berada pada ruangan terbuka dan mendapat paparan sinar matahari yang cukup.

Dengan adanya atau mendapat sinar matahari tersebut membuat benih atau bibit ikan dapat berkembang lebih baik serta warnanya akan tumbuh maksimal. Selain itu dalam proses ini Anda juga harus memberikan makan yang tepat untuk usia benih yang masih belum mencapai seminggu. Anda bisa memberikan infusoria atau hydrilla kepada bibit yang masih kecil atau berusia muda.

Namun jika bibit ikan guppy telah beranjak dewasa maka aturan pemberian pakan juga berbeda. Dalam hal ini anda bisa menambahkan beberapa larva nyamuk ataupun makanan utama yakni pelet dengan pemberian yang tidak berlebihan. Lakukanlah pembersihan air selama 1 sampai 3 hari sebanyak 1 kali agar kondisi air dalam kolam terpal tidak keruh akibat banyaknya kotoran yang terdapat di dasar kolam.

Dan itulah beberapa cara mengenai proses budidaya ikan guppy dalam kolam terpal yang dapat anda lakukan di rumah. Pastikan semua cara dan aturan di atas tadi anda lakukan dengan benar sehingga tidak ada kesalahan ataupun kegagalan dalam proses budidaya ikan guppy melalui kolam terpal.

Budidaya Guppy di Dalam Ember

Seperti halnya budidaya ikan guppy pada umumnya, jenis budidaya ikan guppy di dalam ember ini tidak memiliki perbedaan yang mencolok. Namun yang pasti budidaya ini menggunakan media ember sebagai proses pembudidayaannya. Terdapat beberapa hal mengenai cara serta aturan yang berlaku untuk Anda terapkan jika ingin ber budidaya ikan guppy pada kolam ember.

Sebelum anda melakukan budidaya ikan guppy di dalam ember maka beberapa hal ini wajib Anda persiapkan diantaranya adalah alat dan juga bahan. Biasanya bahan utama untuk budidaya ikan guppy di ember adalah wadah ember tersebut. Siapkan wadah ember yang berukuran sedang berjumlah empat sampai lima yang memiliki kualitas baik atau tidak mudah pecah saat digunakan.

Dan selanjutnya setelah bahan serta peralatan Anda persiapkan, maka langkah selanjutnya adalah proses pemilihan bibit ikan. Jika Anda bingung dalam hal ini, maka bisa pergi ke beberapa toko penjualan ikan yang memiliki kebudayaan tinggi atas ikan yang mereka punya. Dalam pemilihan bibit indukan terdapat beberapa hal yang perlu Anda ketahui untuk menghasilkan ikan yang maksimal nantinya.

Pastikan anda memilih indukan betina dengan bentuk fisik yang sempurna atau tidak memiliki cacat sekalipun. Indukan betina ikan guppy memiliki warna yang tidak kusam meskipun sebenarnya warna ikan guppy jantan lebih terang dibandingkan warna ikan guppy betina. Pastikan juga kulit indukan tidak terkelupas ataupun siripnya yang robek, hal ini sangat mempengaruhi akan hasil di kemudian hari.

Selain memilih indukan betina anda bisa memilih ikan guppy jantan dengan beberapa hal berikut ini. Ikan guppy jantan biasanya memiliki warna yang terang atau tidak kusam sekalipun. Pastikan juga ukuran tubuh dari ikan guppy jantan memiliki postur yang besar. Dan juga perhatikan beberapa hal mengenai fisik atau bentuk tubuhnya yang sempurna atau tidak.

Selain itu pada indukan jantan maupun betina yang memiliki kualitas terbaik adalah soal pergerakan yang tidak pasif. Dalam arti lain ikan tersebut dapat bergerak bebas atau tidak diam sehingga hal tersebut membuat ikan lebih aktif dan memiliki tingkat kesehatan tinggi. Jangan sampai Anda memilih indukan yang memiliki pergerakan pasif atau cenderung diam pada dasar kolam ataupun aquarium.

Setelah itu untuk proses budidaya ikan guppy di dalam ember yang selanjutnya adalah mempersiapkan wadah ember untuk proses pemisahan ikan. Dalam hal ini Anda bisa memilih jenis ember yang berukuran medium atau memiliki tinggi sekitar 25 sampai 30 cm. Pisahkan ikan jantan dan ikan betina dalam ember yang terpisah. Pastikan anda membersihkan terlebih dahulu ember tersebut dan terhindar dari kuman.

Anda juga perlu memperhatikan kadar air yang akan digunakan untuk memenuhi ember tersebut. Ikan guppy sendiri merupakan salah satu ikan yang dapat hidup dan berkembang biak pada air yang memiliki tingkat keasaman tinggi atau rendah sekalipun. Namun anda juga perlu memastikan bahwa air yang digunakan benar-benar jernih dan tidak mengandung bahan atau zat yang berbahaya.

Anda bisa mengisi ember tersebut dengan air sebanyak 80% dari volume ember. Setelah itu Anda bisa memasukkan kedua ikan tersebut pada wadah ember yang terpisah. Namun selama proses pemisahan tersebut Anda wajib memberikan pakan yang sesuai aturan. Di mana dalam hal ini di anjurkan anda memberikan larva atau jentik-jentik nyamuk sebagai makanan utama dari ikan tersebut.

Anda perlu menghindari pemberian pakan utama dengan pelet karena hal ini akan membuat kondisi air jernih menjadi kotor. Selain itu pemberian pelet juga memperbanyak kapasitas kotoran yang akan dikeluarkan oleh ikan guppy sehingga Anda harus sering mengganti air. Meskipun proses pemisahan ini hanya berlangsung selama 2 hari, namun pastikan kondisi air yang ada pada ember selalu jernih.

Anda bisa menggantinya sebanyak 1 kali selama 2 hari masa pengesahan tersebut. Jika telah sampai pada 2 hari maka tahap selanjutnya untuk budidaya ikan guppy adalah proses pemijahan. Dalam hal ini anda juga menyiapkan wadah ember dengan ukuran yang cukup besar atau lebih besar dibandingkan ember yang Anda gunakan saat proses pemisahan tadi.

Selain itu ember yang akan anda gunakan pada proses pemecahan ini setidaknya memiliki ketinggian 30 sampai 40 cm. Dalam proses pemecahan setidaknya Anda membutuhkan waktu selama 3 sampai 7 hari atau kurang lebih 1 minggu. Karena dalam hal ini terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan maka tak heran jika membutuhkan waktu yang cukup lama.

Pastikan air dalam kondisi jernih dan tidak mengandung zat berbahaya saat proses pemijahan berlangsung. Anda bisa memasukkan ikan betina atau lebih dahulu pada pagi hari. Hal ini dikarenakan ikan betina membutuhkan banyak waktu untuk beradaptasi dengan lingkungan atau air di ember tersebut. Sehingga ikan betina membutuhkan waktu kurang lebih selama 8 atau 9 jam untuk beradaptasi.

Setelah itu Anda bisa memasukkan ikan jantan ke dalam ember yang tadinya telah diisi oleh ikan betina. Lebih baik anda memasukkan ikan jantan tersebut pada waktu sore hari atau tidak sampai menjelang waktu malam. Salah satu hal yang perlu Anda ketahui adalah memasukkan jumlah perbandingan antara ikan jantan dan ikan betina pada suatu wadah ember.

di mana ikan jantan lebih sedikit jumlahnya dibandingkan jumlah dari ikan betina. Atau anda dapat menggunakan perbandingan antara 1 banding 2 adapun perbandingan 2 banding 5. Jangan sampai jumlah dari ikan jantan lebih banyak dibandingkan ikan betina. Karena hal ini dapat menimbulkan perselisihan antara ikan jantan yang ada di ember tersebut.

Pastikan ikan betina lebih banyak karena untuk mengantisipasi beberapa kegagalan yang bisa saja terjadi pada satu indukan betina. Jadi anda tidak perlu risau akan tingkat kegagalan Jika jumlah ikan betina lebih banyak. Dalam proses pemijahan Anda bisa mengganti air yang ada di ember ketika kondisinya kotor. Namun anda tidak perlu mengganti air tersebut secara keseluruhan.

Anda hanya perlu mengganti sekiranya 70% dari volume atau kapasitas air dalam ember tersebut. Hal ini untuk menjaga agar ikan tidak gampang stress dan tetap beradaptasi dengan kondisi air tersebut. Selain itu Anda juga memberikan makan kepada ikan yang menjalani masa pemijahan tersebut. Dalam hal ini Anda dapat memberikan makanan seperti halnya larva atau jentik-jentik nyamuk.

Usahakan dalam pemberian pakan ini Anda tidak telat, karena hal itu akan mengganggu proses pemijahan. Ikan jantan dan ikan betina cenderung memiliki nafsu makan yang normal saat mereka melakukan pemijahan. Untuk menunjang keberhasilan pada tahap ini Anda bisa menambahkan hydrilla ataupun eceng gondok sebagai tempat bertumbuh oleh ikan-ikan tersebut

Jika setelah tiga sampai empat minggu atau lebih maka anda dapat melihat pada indukan betina yang akan mengalami bentuk tubuh yang cukup berbeda. Karena dalam hal ini indukan betina mengalami kehamilan dan tahap selanjutnya Anda masuk ke tahap proses penetasan bibit atau benih ikan. Usahakan dalam proses penetasan ikan ini anda memberikan pakan yang cukup untuk pertumbuhan dari ikan betina.

Dalam proses penetasan atau pendadaran pada benih benih ikan anda perlu berhati-hati karena hal ini dapat mengganggu ikan sehingga mudah stress. Anda wajib mengganti air yang ada pada ember agar selalu jernih dan terawat kebersihannya. Selain itu untuk menambah oksigen pada kadar air tersebut apakah anda bisa menggunakan aerator yang dapat dipasang.

Pemberian pakan pada tahap ini bisa anda lakukan setiap hari sebanyak dua sampai tiga kali pemberian pakan. Hindari pemberian pakan pada malam hari karena ikan guppy cenderung lebih pasif mengkonsumsi makanan pada malam hari ketimbang di siang hari. Jika benih benih ikan telah berusia 3 sampai 5 hari maka anda juga perlu memberikan pakan yang khusus atau tepat untuk usia ikan.

Anda bisa memberikan penekanan utama yakni pelet jika usia benih benih ikan tersebut mencapai 3 sampai 4 Minggu. Namun dalam hal ini anda juga tidak diperkenankan untuk memberikan pakan pelet terlalu banyak, karena makanan instan akan menjadikan air pada ember cepat kotor. Semakin banyak anda memberikan pakan maka kapasitas kotoran pada ember juga akan meningkat dengan drastis.

Maka dalam tahap budidaya ikan guppy sendiri harus memiliki aturan pada proses pemberian pakan. Setelah itu Anda bisa melihat dan membedakan beberapa jenis ikan guppy yang telah tumbuh dewasa. Ikan guppy sendiri dapat bertahan selama 2 tahun lebih. Dan itulah beberapa cara mengenai budidaya ikan guppy di dalam ember yang dapat anda lakukan di rumah.

Baca Juga: Cara Budidaya Ikan Nila di Kolam Terpal, Tanah, dan Bioflok

Cara Merawat dan Memelihara Ikan Guppy Bagi Pemula

Biasanya Anda yang masih pemula dalam hal budidaya ikan guppy tentunya harus mengetahui beberapa hal. Beberapa hal ini menyangkut dengan proses awal hingga akhir agar memiliki hasil yang maksimal. Berikut ini beberapa cara mengenai budidaya ikan guppy yang bisa anda terapkan di rumah. Yang pertama adalah Anda harus menyiapkan beberapa alat dan bahan.

Kemudian Anda bisa memilih jenis budidaya apa yang akan anda lakukan dalam hal ini. Setelah anda memiliki konsep dan rencana maka langkah selanjutnya adalah membeli bibit indukan dan jantan ikan guppy pada toko di sekitar Anda. Pastikan toko yang anda datangi memiliki kepercayaan yang tinggi akan bibit terbaik sehingga hasil yang akan anda dapatkan tidak mengecewakan.

Untuk memilih jenis bibit ikan dapat dilihat dari bentuk fisik dan juga pergerakan yang aktif atau tidaknya. Dalam hal ini anda wajib melihat dengan baik karena ikan guppy memiliki bentuk dan jenis yang berbeda-beda. Setelah itu Anda dapat masuk ke tahap proses pemisahan ikan setelah mendapatkan indukan ikan betina dan ikan jantan.

Dalam hal ini anda harus menyiapkan dua wadah yang nantinya akan di gunakan oleh ikan jantan dan ikan betina. Anda juga bisa memilih wadah dengan ukuran ketinggian mencapai 25 sampai 30 cm. Selain itu Anda juga perlu memperhatikan tentang kondisi air pada wadah agar tetap jernih dan berkualitas saat proses pemisahan ikan.

Selain itu Anda juga perlu memberikan pakan yang teratur setiap hari selama 2 hari proses pemisahan ikan tersebut. Setelah itu Anda dapat masuk ke tahap pemijahan ikan jantan dan ikan betina. Dalam hal ini anda memerlukan wadah yang cukup besar dan memiliki ketinggian atau kedalaman sekitar 30 sampai 40 cm. pastikan wadah yang akan digunakan memiliki kebersihan untuk menunjang hasil yang maksimal.

Anda dapat masukkan ikan betina terlebih dahulu pada waktu pagi hari dan menyusul ikan jantan pada waktu sore hari. Dalam proses budidaya ikan guppy, Anda bisa memasukkan ikan betina dalam jumlah yang banyak dibandingkan ikan jantan. Atau dalam perbandingan antara 2 banding 5 dalam satu wadah sekalipun.

Setelah itu Anda harus menunggu setidaknya 3 sampai 4 hari selama masa pemujaan berlangsung. Kemudian anda akan masuk ke tahap akhir yakni pendederan dimana tingkat kehati-hatian harus anda miliki sehingga hasil akhir memuaskan. Anda dapat memberikan pakan yang sesuai dengan usia dari bibit ikan guppy yang masih muda. Biasanya Anda dapat memberikan larva nyamuk atau jentik nyamuk.

Baca Juga: Cara Budidaya Ikan Koi di Kolam Tanah, Terpal dan Aquarium

Dan jika seandainya ikan telah beranjak dewasa, maka anda bisa memberikan pakan pelet di setiap harinya. Pastikan anda juga menguras air dalam waktu seminggu 1 kali. Dan itulah beberapa cara mengenai budidaya ikan guppy bagi Anda yang masih pemula. Hasil yang baik akan anda dapatkan jika dapat melalui beberapa hal dengan aturan yang telah ditetapkan.

Written by Portal Hewan