in

20 Cara Budidaya Ikan Bawal di Ember, Kolam dan Sawah

Budidaya Ikan Bawal – Budidaya ikan cukup digandrungi beberapa waktu ini, selain perawatannya yang cukup mudah, keuntungan yang didapat pun juga menjanjikan. Beberapa ikan yang banyak dibudidayakan diantaranya ikan patin, ikan lele, ikan bawal, ikan nila, ikan gurame, dan sebagainya. Kali ini akan kita ulas seputar budidaya ikan bawal dari berbagai sisi.

Budidaya Ikan Bawal, Ikan Bawal, Bawal Hitam, Bawal Putih

Seiring dengan melonjaknya permintaan pasar mengenai ikan bawal, maka keberadaan para peternak ikan bawal semakin meroket jumlahnya. Untuk itu perlu adanya strategi dan pemahaman yang baik mengenai pembubidayaan ikan satu ini. Terdapat beragam media yang dapat digunakan untuk membudidayakan ikan bawal, berikut penjelasannya.

Cara-Cara Budidaya Ikan Bawal Bagi Pemula

1. Budidaya Ikan Bawal di Ember

Mengingat lahan yang tersedia semakin sempit sedangkan daya konsumtif akan pangan semakin melonjak maka perlu adanya inovasi-inovasi dalam menyeimbangkan permasalahan tersebut. Diantaranya dengan menggunkan media ember.

Mungkin terdengar cukup unik, dimana media ember yang terkesan sempit dan sepele, nyatanya mampu menjadi sarana budidaya ikan. Dalam budidaya ikan bawal menggunakan media ember ini mengadopsi dari sistem aquaponik. Selain itu ember menjadikan Anda lebih hemat air serta tidak membutuhkan energi listrik.

Caranya cukup mudah, pertama-tama sediakan ember ukuran 80 lt (delapan puluh liter) dengan volume air sebanyak 60lt (enam puluh liter). Kemudian isi ember tersebut dengan bibit ikan bawal ukuran 5 hingga 10 cm sebanyak 50 – 100 ekor, diamkan selang satu hingga dua hari.

Letakkan ember tersebut pada tempat yang terkena paparan sinar matahari, jangan lupa untuk memberi makan dengan takaran 2 hingga 3 kali pada waktu tertentu secara tetap.amati nafsu makan ikan-ikan tersebut setiap hari.

Jika nafsu makannya mulai menurun, dapat diindikasikan bahwa air akan berbau busuk, posisi ikan akan menggantung, maka jangan menunggu waktu lama untuk mengganti air. Atau bisa juga dengan melakukan sipon yakni penyedotan kotoran di dasar ember menggunakan selang. biasanya pergantian air dilakukan pada tiap 10 hingga 14 hari lamanya.

2. Budidaya Ikan Bawal di Kolam Terpal

Penggunaan terpal sebagai media budidaya ikan bawal salah satunya dikarenakan harganya yang relative lebih murah dibandingkan semen. Namun bisa dibilang susah – susah gampang jika Anda memanfaatkan terpal sebagai habitat ikan, diantaranya kolam yang baru saja dibuat tidak serta merta dapat dimanfaatkan secara langsung, melainkan Anda harus mengkondisikan kolam terlebih dahulu.

Dimana beberapa hal yang seharusnya Anda lakukan, pertama – tama gantilah air pada kolam terpal beberapa kali untuk menghilangkan adanya bakteri dan virus yang menempel pada terpal tersebut. Kemudian isi kembali dengan air minimal hingga ketinggian 50 cm.

Setelah itu, tutuplah kolam terpal tersebut lalu biarkan dalam durasi 2 hingga 3 hari. Hal ini bertujuan agar kualitas kolam tetap terjaga. Kemudian Anda dapat menggunakan tumpukan daun papaya atau daun ketepeng untuk menutupi kolam serta sebagai antiseptik.

Mengenai masalah pembenihan, Anda harus perhatikan dengan seksama agar dapat memberi hasil yang memuaskan. Mulanya beri waktu pada bibit ikan bawal untuk beradaptasi selama 1 jam (dikarantina) dalam bak khusus dengan perlakuan tetrasiklin 25 ppm. Setelah itu barulah bibit ikan bawal yang baru dapat dipindahkan ke kolam terpal.

Maka sebaiknya jangan serta-merta menebar bibit ikan bawal secara langsung dari bungkus plastik (kemasan saat pembelian bibit), namun sertakan pula plastik tersebut untuk ditaruh pada kolam terpal untuk beberapa saat. Hal ini bertujuan agar menyamakan suhu yang ada pada plastik dengan suhu yang ada pada kolam terpal.

Jika sudah mulai nampak gelembung pada plastik, hal ini mengindikasikan bahwa suhu air di dalam plastic sudah sama seperti suhu air pada kolam terpal. Kemudian masukkan air kolam ke dalam plastik sedikit demi sedikit, lalu diamkan hingga 1 jam ke depan.

Hal ini bertujuan agar bibit ikan bawal dapat beradaptasi dengan air kolam yang telah dicampurkan tadi. Setelah itu barulah bibit ikan dapat dilepas secara langsung pada kolam terpal.

Dan perlu diingat, bahwa penyebaran bibit ikan bawal dihitung sebanyak 100 hingga 150 ekor tiap meter persegi dengan ketentuan kedalaman 30 hingga 40 cm. Memang tidak salah apabila kolam terpal cocok sebagai media budidaya ikan bawal, namun perhatikan pula baik sedikitnya jumlah ikan yang disebarkan agar memperoleh hasil yang maksimal.

Setelah itu mengenai pemeliharaan, media kolam terpal tentunya tak sama dengan kolam tanah sehingga membutuhkan tekhnik khusus. Meski dalam perawatan serta pemeliharaan ikan bawal tergolong tidak sukar, namun pilihlah bibit – bibit ikan bawal yang sekiranya berukuran 5 hingga 8 cm atau 8 hingga 12 cm untuk dibudidaya dalam kolam terpal.

Lalu perhatikan pula masalah kebersihan dan sikulasi air bersih, dimana pada kolam terpal oksigen dalam air maupun sirkulasi air bersih dapat terhambat, sehingga sediakan filter yang berguna untuk mengalirkan air bersih pada kolam. Jika tidak diperhatikan dengan baik, ikan bawal yang ada bisa mati karena kekurangan oksigen.

Ikan bawal termasuk dalam klasifikasi ikan yang memiliki gigi tajam, yang artinya masuk dalam kategori ikan predator. Sehingga tidak menutup kemungkinan apabila mereka terkadang saling menyerang satu sama lain.

Namun tak perlu khawatir, gigi-gigi mereka tak mampu untuk merobek kolam terpal, dan penyerangan sesama jenis dapat terjadi apabila mereka merasa kurang nyaman, terutama pada tempat yang menurut mereka sempit.

3. Budidaya Ikan Bawal di Kolam Tembok

Beberapa hal yang perlu dipersiapkan pada media kolam tembok diantaranya mengeringkan kolam hingga pada tanah dasar, pastikan kondisi kolam benar-benar kering, hal ini bertujuan untuk membersihkan area kolam dari adanya ikan lain, tentu saja apabila terdapat jenis ikan lain pada satu media, akan menjadi kompetitor ikan bawal untuk mendapat makanan.

Kemudian dengan mengeringkan kolam tanah maka dapat mengurangi senyawa yang bersifat asam sulfida (H2S) atau senyawa lainnya yang terdapat pada kolam tanah. Lalu hal tersebut juga memungkinkan adanya pertukaran udara (aerasi) pada kolam. Dalam proses pengeringan tersebut oksigen (O2) akan mengisi beberapa celah yang ada serta pori-pori pada tanah.

Sembari menanti keringnya tanah pada dasar kolam, Anda bisa memperbaiki, memperkuat serta melapisi dinding kolam dengan tujuan untuk menutup titik-titik kebocoran pada kolam. Setelah kolam tanah telah mengering, berikan kapur tohor atau yang biasa disebut dolomit dengan dosis 25 kg tiap 100 m2.

Tujuannya agar meningkatkan pH tanah serta membunuh patogen dan hama yang masih hidup selama proses pengeringan.

Dalam budidaya ikan bawal pada kolam tanah, tidaklah mutlak harus diberikan pupuk, hal ini dikarenakan makanan lebih banyak tersedia dari makanan buatan atau makanan tambahan. Namun apabila Anda ingin memberikan pupuk, berikan pupuk kendang dengan frekuensi berkisar antara 25 hingga 50 kg tiap 100 m2 serta TSP sebanyak 3 kg tiap 100 m2.

Pastikan bahwa pupuk kandang benar-benar matang sebelum disebarkan, hal ini agar tidak berujung pada keracunan. Setelah di pupuk isilah kolam tanah dengan air hingga mencapai tinggi 2 sampai 3 cm lalu diamkan selama 2 hingga 3 hari.

Penambahan air pada kolam dapat dilakukan secara berangsur-angsur hingga mencapai kedalam 40 sampai 60 cm. Kemudian diatur hingga mencapai ketunggian antar 80 hingga 120 cm sesuaikan pada tingkat kepadatan ikan. Ketika telah mencapai 7 sampai 10 hari dimana warna air berubah menjadi hijau terang, maka bibit-bibit ikan bawal siap untuk ditebar pada kolam tanah.

4. Budidaya Ikan Bawal di Sawah

Media budidaya ikan bawal tak hanya seputar kolam, nyatanya sawah pun dapat menjadi tempat bagi perkembangbiakan ikan. Disamping itu lahan yang semakin terbatas menjadikan sawah alternatif yang cukup menjanjikan. Istilah dari budidaya ikan pada media sawah disebut sebagai minapadi.

Minapadi sebenarnya sudah cukup lama diterapkan, selain menghemat lahan, hal ini akan memberikan keuntungan yang berlipat. Namun bukanlah hal yang mudah dalam menjalankan penanaman sekaligus budidaya ikan secara bersamaan. Dan tidak semua jenis ikan dapat ditempatkan di area persawahan, diantaranya jenis ikan air tawar cocok dengan media satu ini.

Beberapa keuntungan yang dapat Anda peroleh dengan menggunakan media sawah diantaranya, masa pemeliharaan yang relatif singkat, dimana hal ini dikarenakan berbagai kebutuhan alami yang dibutuhkan untuk pertumbuhan ikan telah terpenuhi.

Kemudian kesuburan tanah yang terjamin, jika kita cermati tanah persawahan lebih subur dibandingkan tanah jenis lainnya. Dikarenakan perawatan padi yang dilakukan sekaligus merawat lahan tersebut secara tidak langsung. Diman ada tanah yang subur tentunya terdapat banyak makanan alami untuk mendukung pertumbuhan ikan.

Setelah itu kita beranjak pada cara mempersiapkan kolam di areal persawahan. Banyak cara atau teknik yang dapat Anda lakukan untuk membudidayakan ikan, hal ini pada umumnya dipengaruhi oleh luas lahan sawah yang akan dipakai.

Teknik pertama, Anda bisa lakukan dengan bergantian dengan waktu penanaman padi. Yakni dengan memanfaatkan waktu jeda dari penanaman padi, Anda dapat mengisinya dengan melakukan budidaya ikan bawal. Persiapan yang dilakukan juga cukup mudah, dengan meninggikan pematang sawah kemudian membersihkan bagian lahan, kolam pun siap digunakan.

Teknik yang kedua, yakni bersamaan dengan padi. Teknik ini dilakukan tanpa adanya persiapan tertentu dalam pembuatan kolam. Hal yang perlu Anda lakukan ialah menabur bibit ikan bawal pada sawah. Mengenai pemberian pakan, ikan- ikan tersebut akan mencari dengan sendirinya di dalam kolam sawah tersebut.

Teknik yang terakhir yakni pada pinggiran sawah. Teknik ini memanfaatkan lahan pinggiran sawah yang memiliki lebar berkisar antara 1 hingga 2 meter. Secara teknis, padi akan berada di sisi tengah sawah, lalu pada sisi pinggir sawah akan dibuat cekungan dengan kedalaman sekitar 50 cm untuk dijadikan tempat budidaya ikan bawal.

Mengenai pemupukan dasar kolam pada sawah, lahan yang akan digunakan tidak perlu diberi pupuk. Hal ini dikarenakan lahan area persawahan dinilai cukup subur untuk dijadikan tempat budidaya ikan. Namun, apabila sawah tersebut merupakan sawah yang baru dipergunakan untuk budidaya, maka cukup bersihkan lahan sebelum digunakan.

Selanjutnya masalah penebaran benih tergantung pada jenis ikan yang akan dibudidayakan. Beberapa jenis ikan diantaranya lele dan bawal pada umumnya dilakukan dengan menyertakan wadah sebelum benar-benar dilepas ke dalam kolam sawah. Hal ini bertujuan agar ikan tersebut dapat beradaptasi dengan lingkungannya yang baru.

Jika kita berbicara mengenai pemberian pakan, Anda tak perlu memberikan secara terus menerus, karena kita tahu bahwa sawah menyimpan berbagai cadangan makanan sebagai sumber pangan ikan – ikan bawal tersebut. Tapi, jika Anda ingin mempercepat proses panen, maka taka da salahnya untuk memberi pakan sesekali saja.

Kemudian masa panen yang dapat tercapai dalam kolam sawah lebih cepat dibandingkan dengan media lainnya. Dengan perbandingan, ikan yang dibudidaya pada kolam biasa dalam kurun waktu dua bulan saja akan mencapai berat hingga 100 gram, sedangkan ikan yang dibudidaya di dalam kolam sawah akan mencapai berat hingga 300 gram.

Analisa dan Rincian Pakan Ikan Bawal

Jika sebelumnya kita membahas mengenai media untuk budidaya ikan bawal, maka kini akan kita ulas mengenai pakan ikan bawal yang cocok beserta rincian harganya.

Beberapa pakan ikan yang dapat Anda gunakan diantaranya, udang, serangga air serta ikan-ikan kecil. Selain itu para ikan bawal juga mengkonsumsi buah-buahan, biji-bijian, serta tanaman air. Dikarenakan mereka memiliki gigi yang tajam, maka tentunya akan mudah untuk mengunyaj makanan – makanan tersebut.

Jika Anda menempatkan ikan bawal pada kolam, tambak, atau keramba, maka cukup berikan pakan ikan sintetik seperti pellet. Mereka tidak terlalu memilih mengenai pakan, sehingga dapat dikatakan bahwa budidaya ikan bawal tidaklah susah.

Terdapat sedikit perbedaan dalam pemberian pakan ikan bawal kategori dewasa dengan ikan bawal yang masih berbentuk larva. Saat masih berusia larva, mereak tidak dapat serta merta memakan segala makanan, hal ini dikarenakan larva ikan bawal tidak memiliki rongga mulut.

Sehingga sumber makanan yang dimiliki seekor larva ikan bawal bergantung pada kuning telur yang terdapat pada bagian bawah perutnya. Selama kuning telur tersebut masih tersedia, maka mereka akan terus mengkonsumsinya sampai habis.

Ketika kuning telur tersebut sudah habis, maka secara otomatis rongga mulut akan terbuka. Larva ikan bawal yang telah melewati tahap ini mulai mencari – cari makanan lain berupa plankton. Dan perlu Anda perhatikan bahwa ikan bawal yang lapar akan menjadi cukup ganas serta dapat menyerang ikan – ikan lain yang lebih kecil. Sehingga perlu Anda pastikan dan perhatikan bahwa makanan mereka tercukupi dengan baik.

Beberapa jenis pakan ikan bawal yang tersedia di pasaran, diantaranya azzol, ampas kelapa, sayuran, buah-buaha, ampas kelapa, cacing oligochaeta, limbah sisa makanan, pellet tipe FF999, 781-SP, 781-2, serta pelet 781. Namun terdapat pula alternative lainnya, seperti roti, lorotan, larva Chironomus, tubifex, serta berbagai jenis moluska.

Jika Anda ingin mendapatkan hasil yang berkualitas, Anda dapat menambahkan suplemen bagi ikan bawal, baik pada saat pembenihan maupun pembesaran ikan bawal. Suplemen-suplemen ini dapat membantu meningkatkan selera makan ikan bawal.

Suplemen – suplemen berikut dapat Anda buat sendiri di rumah. Pertama – tama cukup campurkan pellet ikan dengan susu, gula, atau madu. Dengan dosis perbandingan 1 sdm gula, susu kental manis satu sendok, serta 1 sdm madu untuk takaran 1 kg pelet.

Misalnya, dalam produksi ikan bawal 10.000 ekor benih atau setara dengan 1 ton iakn bawal, maka Anda dapat menggunakan susu sebanyak dua kaleng, madu sebanyak satu botol, serta gula pasir seberat 1,5 kg. Namun perlu Anda ingat, bahwa pemberian suplemen harus dilakukan secara selang-seling. Sehingga tidak diberikan setiap hari.

Tips Cara Memperbesar Ikan Bawal Saat Dibudidayakan

  1. Mempersiapkan media atau kolam dengan sebaik baiknya.
  2. Bersihkan kolam dari kompetitor (ikan) lain.
  3. Bersihkan kolam dari senyawa asam sulfida (H2S) serta senyawa lainnya.
  4. Hidari timbulnya aerasi atau pertukaran udara yang ada di kolam.
  5. Mencegah kebocoran pada kolam, jika mengunakan media kolam.
  6. Menjaga pH tanah.
  7. Berikan pupuk kandang pada kolam.
  8. Isilah air yang terhindar dari berbagai senyawa pengganggu.
  9. Pemilihan benih yang berkualitas.
  10. Adaptasikan benih dengan kolam, tujuannya agar tidak mudah stress.
  11. Penebaran benih.
  12. Menjaga kualitas pakan yang baik.
  13. Paham betul saat proses pemberian pakan.
  14. Proses Panen.

Baca Juga: Cara Budidaya Ikan Koi di Kolam Tanah, Terpal dan Aquarium

Ada berbagai cara dan media dalam proses budidaya ikan bawal. Inti dalam hal budidaya yaitu media yang bagus, benih sehat dan makanan yang berkualitas. Tujuan dari itu semua yaitu hasil atau keuntungan yang melimpah pada saat proses panen.

Written by Portal Hewan